Otniel Tasman menulis buku ini sebagai autobiografi sekaligus manifesto bagi tubuhnya: tubuh-lengger. Bukan sekadar tarian, bagi Otniel, lengger yang menghidupi dan dihidupi tubuhnya adalah agama: keyakinan dan jalan hidup. Dalam mendedah tubuhnya, Otniel menyingkap sejarah tubuh sejak masa kanak-kanak, pertemuan pertama dengan panggung, intimasi dengan lengger dan indhang, pergulatan dengan panggung, hingga peran tubuh-tubuh lain dalam karya-karya koreografinya. Buku ini juga menunjukkan bagaimana literasi seni pertunjukan tidak hanya berkutat pada wacana-wacana pemanggungan dan proses naik panggung, tetapi menyeruak jauh ke luar, ke ruang-ruang yang selama ini diabaikan atau ditabukan.
Otniel Tasman menulis buku ini sebagai autobiografi sekaligus manifesto bagi tubuhnya: tubuh-lengger. Bukan sekadar tarian, bagi Otniel, lengger yang menghidupi dan dihidupi tubuhnya adalah agama: keyakinan dan jalan hidup. Dalam mendedah tubuhnya, Otniel menyingkap sejarah tubuh sejak masa kanak...