Melalui kata pengantar ini, penulis mengucapkan terima kasih yang tidak terhingga kepada suami dan kedua anak penulis yang selalu mendukung pada setiap kesempatan menulis, juga kepada kedua orang tua penulis. Terima kasih juga penulis sampaikan kepada rekan-rekan yang tergabung dalam tim DVI yang berasal dari segala bidang keahlian dan juga keilmuan yang tidak bisa penulis sebutkan satu per satu, karena DVI merupakan kerja tim yang luar biasa dan selalu bekerja dengan rasa kemanusiaan tinggi, kesabaran, dan keikhlasan yang tidak terbatas. Tanpa tim, tanpa kesediaan keluarga korban, media, masyarakat, juga pimpinan kami untuk mengerti, maka proses identifikasi tidak akan berhasil dan juga selalu ada kemudahan dari Alah SWT.
Terima kasih juga penulis sampaikan kepada Kapolri, Kapolda Jawa Tengah, Kapusdokkes Polri selaku ketua komite DVI Nasional Indonesia, Kepala Biddokkes Polda Jateng, An-dy F. Noya, yang telah memberikan kata sambutan dan kata penutup pada buku ini. Juga kepada Kabiddokpol, dr. Anton Castilani, DFM, yang telah memberikan izin untuk pengambilan data dan foto-foto kegiatan di Pusdokpol Polri melalui drg. Sindhy R. Malingkas, DFM, yang selalu menyimpan dan mengarsipnya dengan baik sekali, dan juga yang telah memberikan ide tentang penulisan buku ini.
Dan, terima kasih yang tidak terkira kepada semua pihak yang selalu membantu dan men-support penulis dalam penu-lisan buku ini, termasuk kepada penerbit Rayyana Komunikasindo di bawah pimpinan Sdr. Salim Shahab. Terima kasih kepada seluruh Tim DVI Nasional yang tidak bisa penulis sebutkan satu per satu. Penulis memohon maaf apabila ada kesalahan yang mungkin terdapat dalam penulisan buku ini. Dengan sekuat tenaga dan pikiran penulis sudah berupaya menulis berdasarkan referensi dan pengalaman yang penulis dapat selama bertugas di Polri.
Penulis juga selalu teringat dengan kata-kata bijak dari mantan Kepala Pusat Kedokteran Kesehatan (Kapusdokkes) Polri Brigjen Pol. (P) dr. Edy Saparwoko, M.M., DFM, Sp.JP., yang selalu berpesan: lebih baik tidak teridentifikasi daripada salah identifikasi. Juga kata-kata indah yang selalu ter-ingat dalam setiap helaan napas penulis, sehingga selalu memberikan semangat kepada kami, yaitu dari mantan Kapusdokkes Polri Irjen Pol (P) dr. Musaddeq Ishaq, DFM, di mana be-liau menanamkan dalam sanubari semua insan Dokkes Polri agar selalu kerja ikhlas, kerja keras, dan kerja cerdas
AKBP dr. Sumy Hastry Purwanti, Sp.F. Kelahiran Jakarta, 23 Agustus 1970 ini menyelesaikan pendidikan kedokteran umum pada tahun 1997, selanjutnya menempuh pendidikan kepolisian (Sepa PK V) pada tahun yang sama. Minatnya pada dunia forensik mendorongnya untuk menempuh Spesialis Ilmu Kedokteran Forensik (lulus tahun 2005). Tidak hanya itu, kini ia juga menempuh studi S3 pada bidang yang sama.
Lulusan Selapa 2010 ini juga mengikuti berbagai kursus dan workshop bidang forensik baik di dalam maupun di luar negeri. Istri dari Dr. Hary Tjahjanto, Sp.OG ini juga menjadi dosen di beberapa perguruan tinggi. Dalam sejumlah kejadian yang berkaitan dengan tugas Polri di bidang DVI, Kasubbid Dokpol Biddokkes Polda Jateng ini selalu dilibatkan.