Banyak pemegang kartu kredit terjebak dalam siklus utang bukan karena kurang disiplin, tetapi karena kurangnya informasi mengenai mekanisme "revolving" yang dirancang untuk memperpanjang utang. Buku ini membedah realitas kartu kredit di Indonesia, mulai dari jebakan bunga majemuk, ilusi cicilan 0%, hingga psikologi "doom spending" yang membuat pengeluaran terasa abstrak dan tak terkendali.
Ditulis secara lugas dan fungsional, buku ini tidak menawarkan janji manis atau motivasi kosong. Sebaliknya, penulis mengajak Anda duduk, menggunakan kalkulator, dan melihat angka-angka di balik tagihan Anda secara transparan. Anda akan memahami mengapa bank menargetkan mahasiswa dan fresh graduate, bagaimana "minimum payment" justru menjauhkan Anda dari pelunasan, dan apa saja hak Anda saat menghadapi penagihan pihak ketiga.
Ini adalah panduan bagi mereka yang ingin mengambil kendali atas keuangan mereka. Setelah membaca buku ini, Anda tidak akan lagi melihat kartu kredit sebagai alat untuk belanja, melainkan sebagai alat keuangan yang menuntut pemahaman teknis dan strategi yang matang. Berhenti membohongi diri sendiri tentang angka-angka dan mulailah menghitung.
Keywords/Topics: kartu kredit indonesia, literasi keuangan, utang konsumtif, bunga kartu kredit, manajemen utang, edukasi finansial, psikologi belanja, doom spending, cicilan 0 persen, SLIK OJK.
Ibrahim Anwar, yang dikenal sebagai Hibranwar, adalah seorang pengusaha dan penulis yang bekerja di persimpangan teknik, bisnis, dan konten. Dengan latar belakang akademis dari Sastra Belanda Universitas Indonesia dan pengalaman manajerial di berbagai perusahaan, ia memfokuskan karyanya pada pengembangan sistem dan distribusi informasi yang fungsional. Sebagai penulis dengan ratusan publikasi digital, Hibranwar memiliki otoritas entitas dalam menyusun literasi finansial yang terstruktur dan berbasis data. ORCID: 0009-0006-0425-4923.