BERSAMA KITA BERSAUDARA bukan hanya tentang organisasi, tim, atau struktur. Ini tentang manusia-manusia yang memaknai perjuangan sebagai jalan untuk menumbuhkan diri dan menumbuhkan yang lain.
Buku ini akan menyentuh hati siapa saja yang pernah merasa sendiri dalam berjuang. Ia akan menguatkan siapa saja yang sedang berusaha tetap tegak dalam tekanan. Dan ia akan menjadi cahaya bagi mereka yang ingin memahami bahwa kekuatan sejati bukan pada siapa kita, tapi siapa yang berjalan bersama kita.
"Buku ini bukan hanya catatan perjuangan, tapi juga bukti kekuatan hati yang tetap solid meski zaman berubah. Tim BKB mengajarkan saya bahwa kesetiaan tak mengenal jabatan. Mereka hadir sejak awal perjuangan, dan tetap teguh hingga hari ini. Buku ini akan menginspirasi siapa saja yang percaya bahwa kebersamaan adalah kunci kemenangan sejati."
Drs. Adi Munasip, MM
Amrizal, S.Si., M.Pd. lahir di Natal pada 21 Maret 1981. Ia merupakan akademisi, pendidik, dan aktivis organisasi yang menapaki perjalanan panjang dalam dunia pendidikan, pengkaderan, serta gerakan kemasyarakatan Islam. Dalam kehidupan pribadi, Amrizal dikenal sebagai sosok keluarga yang teguh memegang nilai-nilai keislaman dan pengabdian. Ia beragama Islam, berkewarganegaraan Indonesia, dan saat ini berdomisili di Bandar Setia, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang. Ia menikah dengan Nurul Fazrika, S.Pd., M.Pd., dan dikaruniai lima orang anak, yakni Kamil Faruq Ar Rijal, Dzihni Fathin Karimah, Zahrah Fauza Fitrah, Ainayya Fathiyyaturrahmah, dan Ainayya Fatimaturrahmah. Dalam Persyarikatan Muhammadiyah, ia tercatat dengan Nomor Baku Muhammadiyah 0201-811-889389, berafiliasi pada Ranting Setia Khalifah, Cabang Percut Sei Tuan, Daerah Kota Medan.
Pendidikan dan Karier
Jejak akademik Amrizal menunjukkan perpaduan antara ketekunan belajar dan konsistensi dalam mengembangkan diri. Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri No. 2 Natal pada tahun 1987-1993, lalu di SMP Negeri No. 1 Natal pada tahun 1993-1996, dan dilanjutkan di SMU Muhammadiyah 1 Medan pada tahun 1996-1999. Minatnya pada ilmu pengetahuan membawanya menyelesaikan studi S-1 Biologi di Universitas Negeri Medan pada tahun 2004. Kesadaran bahwa pendidikan bukan hanya soal penguasaan materi, tetapi juga proses, strategi, dan transformasi manusia, mendorongnya melanjutkan studi S-2 Teknologi Pendidikan di Universitas Negeri Medan yang diselesaikan pada tahun 2009. Latar akademik yang memadukan sains dan teknologi pendidikan inilah yang kemudian membentuk corak pengabdiannya sebagai dosen, pelatih, dan penggerak kaderisasi. Saat ini Amrizal sedang menempuh studi S3 di Prodi Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta.
Dalam perjalanan profesional, Amrizal mengawali kiprahnya sebagai guru di Madrasah Tsanawiyah Aisyiyah Sumatera Utara serta di Pondok Pesantren Putri Aisyiyah Medan. Ia kemudian mengembangkan karier sebagai dosen di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), sebelum mengemban berbagai amanah di Universitas Negeri Medan. Di lingkungan perguruan tinggi negeri tersebut, ia pernah menjabat sebagai Koordinator Lembaga Pengabdian Masyarakat dan Sekretaris Pusat Jasa Ketenagakerjaan (PJK), serta aktif sebagai dosen di FMIPA Universitas Negeri Medan. Kapasitasnya dalam pelatihan masyarakat juga diakui melalui perannya sebagai Master Trainer Tim Penanggulangan Flu Burung Pimpinan Pusat Muhammadiyah bersama CBAIC-USAID.
Kepemimpinan Organisasi
Di bidang organisasi, Amrizal tumbuh dari tradisi kader Muhammadiyah yang kuat sejak usia muda. Ketika masih duduk di bangku sekolah menengah, ia telah dipercaya menjadi Ketua Umum Pimpinan Ranting Ikatan Remaja Muhammadiyah (IRM) SMU Muhammadiyah 1 Medan periode 1997-1998, lalu melanjutkan kiprah sebagai Wakil Ketua/Kabid Kader Pimpinan Cabang IRM Medan Area periode 1998-2000. Memasuki masa kemahasiswaan, aktivitas organisasinya semakin menonjol melalui Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM). Ia pernah menjabat sebagai Sekretaris Umum Pimpinan Komisariat IMM K.H. Ahmad Dahlan FMIPA Universitas Negeri Medan periode 1999-2000, kemudian menjadi Ketua Umum komisariat yang sama pada periode 2000-2001. Setelah itu ia dipercaya menjadi Wakil Ketua/Kabid IPTEK Pimpinan Cabang IMM Kota Medan periode 2002-2004, dan puncaknya menjabat Ketua Umum Pimpinan Cabang IMM Kota Medan periode 2005-2007.
Perjalanan kepemimpinan Amrizal berlanjut secara lebih luas di lingkungan Pemuda Muhammadiyah. Ia pernah memimpin Pimpinan Ranting Pemuda Muhammadiyah Bandar Selamat Medan sebagai Ketua Umum periode 2002-2006, kemudian menjadi Wakil Ketua/Kabid Organisasi Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah Bantan Selamat periode 2006-2010. Sesudah itu ia dipercaya menjadi bagian dari Departemen Organisasi Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Sumatera Utara periode 2010-2014, lalu menjadi Wakil Ketua pada periode 2014-2018, dan Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Sumatera Utara pada periode 2018-2022. Kepemimpinan tersebut berlanjut ke tingkat nasional ketika ia dipercaya sebagai Ketua Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Bidang Seni Budaya, Olahraga, dan Pariwisata periode 2023-2027.
Di lingkungan Muhammadiyah secara lebih luas, Amrizal juga menorehkan jejak pelayanan yang panjang. Ia pernah menjadi Wakil Ketua Majelis Pengembangan Kader dan Sumber Daya Insani Pimpinan Cabang Muhammadiyah Bantan Selamat periode 2000-2005, Wakil Sekretaris Majelis Dikdasmen Muhammadiyah Kota Medan periode 2005-2010, serta Sekretaris Majelis Dikdasmen Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Utara periode 2010-2015. Selanjutnya ia mengemban amanah sebagai Wakil Ketua Pimpinan Ranting Muhammadiyah Medan Estate dan Wakil Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Percut Sei Tuan pada periode 2015-2020. Ia juga pernah menjadi Wakil Ketua Majelis Wakaf dan Kehartabendaan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Utara periode 2015-2022. Pada periode 2022-2027, ia kembali dipercaya sebagai Wakil Ketua Majelis Pengembangan Kader dan Sumber Daya Insani Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Utara, sekaligus Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Percut Sei Tuan.
Selain aktif di Persyarikatan, Amrizal juga mengambil bagian dalam berbagai organisasi eksternal. Ia pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Senat Mahasiswa sekaligus Menteri Luar Negeri BEM Universitas Negeri Medan periode 2004-2005. Di organisasi kedaerahan, ia aktif sebagai Sekretaris Jenderal PB IKAPPENAS Medan periode 2003-2007, Wakil Sekretaris PMPB Madina-Sumut periode 2005-2009, dan pada periode 2025-2028 menjadi Sekretaris Dewan Pembina PB IKAPPENAS Medan. Dalam lingkup kepemudaan, ia juga pernah menjabat sebagai Wakil Sekretaris KNPI Kota Medan serta Ketua Lembaga Pendidikan dan Pengabdian KNPI Kota Medan pada periode 2009-2012. Rangkaian amanah tersebut menegaskan posisinya sebagai kader organisatoris yang matang, berpengalaman, dan memiliki jangkauan kepemimpinan dari tingkat lokal hingga nasional.
Pengkaderan dan Karya
Kecakapan Amrizal sebagai kader dan instruktur ditempa melalui berbagai pelatihan dan jenjang pengkaderan. Sejak akhir 1990-an ia mengikuti Training Centre Taruna Melati I, Pelatihan Kepemimpinan dan Organisasi, Pelatihan Motivasi Berprestasi, Darul Arqam Dasar, Baitul Arqam, Melati Tunas, dan berbagai latihan kepemimpinan di lingkungan Muhammadiyah. Pada tahap yang lebih tinggi, ia mengikuti Darul Arqam Madya, Darul Arqam Tingkat Daerah, Darul Arqam Paripurna, Latihan Instruktur Nasional, Training of Trainer Lembaga Bantuan Hukum Medan, hingga Training of Avian Influenza yang diselenggarakan FAO, USAID, dan CBAIC. Pada periode mutakhir, ia juga mengikuti Baitul Arqam Madya PW Pemuda Muhammadiyah Sumatera Utara tahun 2019, Baitul Arqam MPK-SDI PW Muhammadiyah Sumatera Utara tahun 2024, serta Latihan Instruktur Tingkat Wilayah MPK-SDI PW Muhammadiyah Sumatera Utara tahun 2024.
Sebagai penulis, Amrizal tidak hanya bergerak di ranah praktik organisasi dan pendidikan, tetapi juga menuangkan gagasan dalam bentuk karya tulis yang berpijak pada pengalaman kaderisasi, refleksi ideologis, dan penguatan gerakan. Sejumlah buku yang telah dihasilkannya antara lain Sekolah Kader: Penguatan Gerakan Pemuda Muhammadiyah di Tingkat Cabang dan Ranting; Menjadi Lentera Kader: Panduan Praktis dan Inspiratif bagi Instruktur dalam Merancang, Melaksanakan, dan Mengevaluasi Kaderisasi Baitul Arqam Muhammadiyah; Setia di Jalan Ini; serta Tadarus Ideologi Muhammadiyah. Karya-karya tersebut memperlihatkan konsistensi Amrizal dalam membangun tradisi literasi yang berkelindan dengan dunia kaderisasi, kepemimpinan, dan penguatan ideologi gerakan. Dengan latar akademik yang kokoh, pengalaman profesional yang beragam, serta jejak organisasi yang panjang, Amrizal hadir sebagai figur pendidik dan kader Muhammadiyah yang menempatkan ilmu, pengabdian, dan perjuangan sebagai satu kesatuan dalam perjalanan hidupnya.