Namun dunia menuntut pilihan. Catherine memilih pernikahan yang aman dan terhormat, sementara Heathcliff memilih pergi—dan kembali sebagai kekuatan balas dendam yang dingin dan tak terhindarkan. Apa yang tersisa bukanlah kisah cinta yang mengharukan, melainkan pusaran kehancuran yang menelan dua generasi, meracuni rumah, tanah, dan ingatan.
Emily Jane Brontë lahir di Thornton, Yorkshire, Inggris, pada 30 Juli 1818. Ia merupakan anak kelima dari enam bersaudara yang lahir dari pasangan Patrick Brontë, seorang pendeta Gereja Anglikan sekaligus penulis, dengan Maria Branwell, puteri seorang saudagar sukses asal Cornwall.
Dua dari enam bersaudara tersebut meninggal dunia saat masih kecil. Sedangkan Charlotte, Branwell, Emily, dan si bungsi Anne tumbuh hingga masa dewasa. Jika Emily dan kedua saudarinya dikenal sebagai novelis, Branwell juga mencatatkan namanya di dunia sastra sebagai penyair sekaligus pelukis.
Wuthering Heights merupakan satu-satunya karya Emily, diterbitkan di bawah nama pena Ellis Bell pada 24 November 1847. Penerbitan ini kuat dipengaruhi oleh kesuksesan novel Jane Eyre yang ditulis kakaknya, Charlotte, dan diterbitkan oleh Smith, Elder & Co. pada Oktober 1847.
Melihat sambutan baik pembaca terhadap Jane Eyre, Thomas Cautley Newby menangkap peluang tersebut dengan menerbitkan karya Brontë lainnya, yakni Wuthering Heights oleh Emily dan Agnes Grey oleh Anne. Setahun setelah penerbitan tersebut, Emily meninggal dunia pada 19 Desember 1848 pada usia 30 tahun.