Kolantas: Koplak Berlalu Lintas

VisiMedia
86
Free sample

Visimedia untuk mengadakan Kompetisi Komik Visimedia 2013 bertema lalu lintas dengan tujuan menjaring komikus-komikus berbakat. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya komik yang kami terima.

Akhirnya, terpilihlah 25 karya komik yang kami himpun dalam sebuah antologi berjudul KOLANTAS (Koplak Berlalu Lintas) yang memvisualisasikan potret realitas berlalu lintas yang koplak atau kritis dalam bentuk humor bergambar dengan harapan dapat memberikan inspirasi dan introspeksi bagi kita sesama pengguna jalan.

#DukungPahlawanKreatif

Read more

About the author

22 komikus yang ada dalam buku Kolantas: Koplak Berlalu Lintas adalah pemenang yang terpilih dalam Kompetisi Komik 

Read more
4.1
86 total
Loading...

Additional Information

Publisher
VisiMedia
Read more
Published on
Mar 1, 2014
Read more
Pages
106
Read more
ISBN
9789790652057
Read more
Read more
Best For
Read more
Language
Indonesian
Read more
Genres
Comics & Graphic Novels / General
Humor / General
Read more
Content Protection
This content is DRM protected.
Read more

Reading information

Smartphones and Tablets

Install the Google Play Books app for Android and iPad/iPhone. It syncs automatically with your account and allows you to read online or offline wherever you are.

Laptops and Computers

You can read books purchased on Google Play using your computer's web browser.

eReaders and other devices

To read on e-ink devices like the Sony eReader or Barnes & Noble Nook, you'll need to download a file and transfer it to your device. Please follow the detailed Help center instructions to transfer the files to supported eReaders.
Kenalin, gue Clairine, seorang mahasiswi DKV (Desain Komunikasi Visual) yang nggak hobi-hobi banget ngegambar.

Awalnya sih, iseng-iseng bikin meme di medsos gara-gara gue nggak punya tempat curhat. Pas gue posting di medsos, kok, malah orang-orang ikutan numpang curhat lewat meme yang gue bikin. Jadilah, gue dilabeli sebagai “Miss Meme”.

Oke, mungkin sebagian dari kalian ada yang nggak tau, gue itu siapa. Ya, karena emang gue bukan siapa-siapa. Gue sama kok, sama kayak kalian, dan gue tentu beda sama Jessica Mila, apalagi Jessica Alba. Dia artis, gue bukan. Dia cantik, gue…??? nggak secantik dia. Gue itu awalnya bener-bener cuma iseng ikutin tren meme yang “Jadi kamu putusin aku gara-gara bla bla bla…”.

Dan, ternyata yang suka meme bikinan gue banyak banget sampai nggak kehitung pake jari tangan, apalagi jari kaki.

Sebagai Miss Meme yang bertanggung jawab dengan predikatnya, akhirnya gue bikin buku ini. Miss Meme kan, nggak boleh pelit, ya? Gue pengin berbagi tentang hidup ala gue, lebih tepatnya kegialaan gue dalam menjalani hidup. Dan, gue pastiin setelah lo baca buku gue, dan ngelakuin hal-hal gila lainnya yang ada dalam buku ini, gue yakin hidup lo pasti berubah. Percaya, deh!

Akhir kata, gue cuma pesan jangan takut untuk ngejalanin hidup. Meski gue bukan siapa-siapa lo, semoga dengan buku gue ini setidaknya gue bisa memberi hiburan buat lo semua. Amin.

Selamat membaca buku gue dan mampirlah ke personal IG gue @clairineclay



-EnterMedia-

#PromoHariKartiniEnterMedia2018

Cerita-cerita dalam buku ini memperlihatkan bagaimana para penulis bersepakat dan memilih dengan sadar warisan literasi masa lalu, tapi tak serta-merta menerimanya begitu saja. Para penulis melakukan upaya menafsir ulang, mengolah, dan mengembangkan kisah masa silam, juga menyesuaikan dan menyejajarkan dengan masa sekarang — yang lebih aktual dan relevan. Setidaknya, membaca cerita-cerita dalam buku ini, kita tak terlalu cemas dengan banyaknya kritikan seputar generasi hari ini yang tercerabut dari akar tradisinya, dari sejarah panjang literasi yang dimiliki bangsa ini. Agus Noor
***
“Apa kamu pernah merasakan kehilangan keberanian?” suara Ekalaya terdengar sangat dekat. Aku sedikit tersentak. Ujung telingaku sekilas menyentuh bibirnya. Napasnya berkesiur lembut. Kereta Para Pahlawan
Ketika lidah mengenang, liurmu mengombak serupa samudra. Gejolaknya meminta pulang pada rasa yang menumbuhkanmu di antara langit dan tanah itu. Woku
Suara peluit kapal yang mendekati dermaga Banda Neira terdengar sayup-sayup hingga Benteng Belgica di atas bukit. Anne tersentak dari tidur panjangnya. Desau angin seakan-akan telah mengirimnya berita bahagia. Sola kembali ke Banda. Cinta Anne Kepada Sola
Konon, kicau burung tadah asih mengandung maut. Satu rangkaian kicauan, yang kira-kira sepuluh kali kicau itu, dibalas dengan satu nyawa manusia. Di Kampung Bayuratri, tadah asih bebas bernyanyi menyelesaikan satu rangkaian kicauan. Takdir kematian disambut baik. Janma Tan KenaIngina - Jentera Pustaka
©2018 GoogleSite Terms of ServicePrivacyDevelopersArtistsAbout Google|Location: United StatesLanguage: English (United States)
By purchasing this item, you are transacting with Google Payments and agreeing to the Google Payments Terms of Service and Privacy Notice.