The Haunting of Hill House

Mizan Qanita
6
Free sample

Hill House adalah rumah terpencil yang ganjil nan angker. Ukiran dan lukisan di dalamnya seolah-olah mengamatimu ke mana pun kau pergi, pintu-pintu selalu tertutup sendiri, dan kau selalu merasakan dingin yang menggigit meski duduk di dekat perapian. Setiap malam, terdengar suara langkah kaki di koridor, dan ketukan-ketukan kasar di pintu, padahal ketika diperiksa, tidak ada siapa-siapa. Tidak ada orang waras yang sudi tinggal di sana… Namun rumor-rumor seram Hill House malah menarik perhatian Dr. Montague, seorang akademisi yang ingin melakukan penelitian tentang aktifitas-aktifitas supernatural. Dia pun mengundang tiga orang asisten, Eleanor, Theodora, dan Luke, untuk tinggal di Hill House selama musim panas. Awalnya gangguan-gangguan makhluk halus yang mereka alami masih bisa ditolerir, tapi ketika Eleanor mulai mendengar suara-suara tanpa wujud yang membisikkan namanya, dan coretan cat merah di dinding yang memintanya pulang, keadaan mulai di luar kendali. Dr. Montague harus bertindak cepat jika tidak ingin jatuh korban nyawa. The Haunting of Hill House dianggap sebagai salah satu kisah horor terbaik abad ke-20. Novel ini telah dua kali diadaptasi menjadi film layar lebar, yakni tahun 1963 dan 1999. Versi tahun 1999 dibintangi oleh Liam Neeson, Catherine Zeta-Jones, Owen Wilson, dan Lili Taylor.


[Mizan, Qanita, Novel, Horor, Misteri, Thriller, Dewasa, Indonesia]

Read more
Collapse

About the author

Shirley Jackson adalah penulis berkebangsaan Amerika yang lahir tahun 1916 dan gemar menulis sejak kecil. Dia mengenyam pendidikan di Universitas Syracuse, di mana dia bertemu dengan calon suaminya, Stanley Edgar Hyman, seorang kritikus sastra. Shirley meninggal karena serangan jantung di usia 48 tahun. Karya Shirley yang paling terkenal adalah cerpen berjudul The Lottery, terbit tahun 1948 dalam surat kabar The New Yorker. Karya lainnya yang tak kalah terkenal adalah The Haunting of Hill House, terbit tahun 1959 dan dianggap sebagai salah satu kisah horor terbaik abad ke-20. Novel ini telah dua kali diadaptasi menjadi film layar lebar, yakni tahun 1963 dan 1999. Karya-karya Shirley Jackson banyak mempengaruhi para penulis besar saat ini, di antaranya Stephen King dan Neil Gaiman.

Read more
Collapse
2.3
6 total
Loading...

Additional Information

Publisher
Mizan Qanita
Read more
Collapse
Published on
Aug 24, 2018
Read more
Collapse
Pages
376
Read more
Collapse
ISBN
9786024020569
Read more
Collapse
Read more
Collapse
Read more
Collapse
Language
Indonesian
Read more
Collapse
Genres
Fiction / Classics
Read more
Collapse
Content Protection
This content is DRM protected.
Read more
Collapse
Read Aloud
Available on Android devices
Read more
Collapse

Reading information

Smartphones and Tablets

Install the Google Play Books app for Android and iPad/iPhone. It syncs automatically with your account and allows you to read online or offline wherever you are.

Laptops and Computers

You can read books purchased on Google Play using your computer's web browser.

eReaders and other devices

To read on e-ink devices like the Sony eReader or Barnes & Noble Nook, you'll need to download a file and transfer it to your device. Please follow the detailed Help center instructions to transfer the files to supported eReaders.
Enam tahun lalu, semangkuk gula yang dibubuhi racun arsenik menewaskan seluruh anggota keluarga Blackwood kecuali dua orang putri, Constance dan Merricat, serta paman mereka, Julian. Constance, sang putri tertua, lolos dari tuduhan pembunuhan, tapi para penduduk desa tak percaya dan mengucilkan keluarga ini. Dua bersaudari dan sang paman pun hidup dalam isolasi dan kesendirian.


Suatu hari datanglah seorang pria bernama Charles yang mengaku sebagai sepupu jauh. Dengan pesona dan karismanya, Charles menjalin keakraban dengan Constance dan Paman Julian. Hanya Merricat yang tetap menjaga jarak dan curiga bahwa dibalik senyum manisnya, Charles hanya ingin menguasai harta keluarga Blackwood. Tapi bagaimana Merricat bisa menyadarkan kakak dan pamannya yang sudah terpesona oleh Charles? Merricat bertekad untuk mengusir Charles meski risikonya adalah Merricat sendiri yang akan tersingkir dari kediaman Blackwood.


Setelah The Haunting of Hill House, Qanita mempersembahkan We Have Always Live in the Castle, satu lagi horror thriller dari penulis klasik Shirley Jackson, Ratu Horor Gothik Amerika yang telah memengaruhi banyak penulis modern Amerika, termasuk Neil Gaiman dan Stephen King. Membawa pembaca dalam labirin gelap jiwa, We Have Always Lived in the Castle mengisahkan tentang penyimpangan, isolasi, niat membunuh dan perjuangan untuk keluar dari lingkaran setan tak berkesudahan, tak heran apabila buku ini  terpilih sebagai salah satu dari sepuluh novel terbaik versi majalah Time. Setelah diadaptasi menjadi pertunjukan drama pada 1966, kini novel ini akan diangkat ke layar lebar dan dibintangi oleh Sebastian Stan, Taissa Farmiga, Alexandra Daddario, dan  Crispin Glover.


[Mizan, Mizan Publishing, Qanita, Novel, Fiksi, Horor, Misteri, Remaja, Dewasa, Indonesia]


Dua puluh tahun lalu, Jean Louise menyaksikan Atticus, sang Ayah, membela Negro di pengadilan Maycomb County. Kini, Jean Louise menyadari bahwa Maycomb dan sang Ayah, ternyata tak seperti yang dia kira selama ini dan dia pun bukan Scout yang polos lagi.

Go Set a Watchman adalah naskah pertama yang diajukan Harper Lee kepada penerbit sebelum To Kill a Mockingbird, yang memenangi Pulitzer. Setelah 60 tahun dianggap hilang, naskah berharga ini ditemukan pada akhir 2014. Terbitnya Go Set a Watchman disambut animo luar biasa. Buku ini terjual lebih dari 1,1 juta kopi di minggu pertama, memuncaki daftar bestseller di Amerika selama 5 minggu berturut-turut dalam 1,5 bulan, dan mengalahkan penjualan Harry Potter serta 50 Shades of Grey. Go Set a Watchman, warisan berharga Harper Lee, penulis Amerika paling berpengaruh pada abad ke-20. 

"Go Set a Watchman mempertanyakan beberapa hal penting
yang justru disamarkan dalam To Kill a Mockingbird.
Menghibur, lucu, tapi lugas dan jujur."-Ursula K. Le Guin, penulis The Earthsea Cycle

"Aset terbesar Go Set a Watchman ialah perannya dalam memicu diskusi jujur tentang sejarah gelap Amerika mengenai persamaan ras."-San Francisco Chronicle

"Luar biasa, sebuah novel yang ditulis lebih dari 50 tahun lalu ternyata masih kontekstual dengan masalah yang kita hadapi sekarang, tentang ras dan ketidakadilan."-Chicago Tribune

"Go Set a Watchman lebih kompleks daripada To Kill a Mockingbird,
karya klasik Harper Lee. Sebuah novel yang lengkap …
sebuah karya sastra baru yang memuaskan dan autentik." -The Guardian

"Go Set a Watchman memberikan pencerahan tentang kompleksitas
dan kecerdasan salah satu penulis Amerika yang paling penting."-USA Today

"Seperti yang dikemukakan Faulkner, kisah yang bagus adalah kisah manusia yang berkonflik dengan nuraninya. Dan itu adalah ringkasan yang tepat tentang Go Set a Watchman."-Daily Beast

"Kompleksitas karakter Atticus membuat Go Set a Watchman pantas dibaca. Dengan Mockingbird, Harper Lee membuat kita mempertanyakan
siapa sebenarnya diri kita dan apa yang sebenarnya kita tahu. Go Set a Watchman meneruskan tradisi mulia ini." -New York Post

[Mizan, Mizan Publishing, Novel, Terjemahan, Legendaris, Indonesia]

©2019 GoogleSite Terms of ServicePrivacyDevelopersArtistsAbout Google|Location: United StatesLanguage: English (United States)
By purchasing this item, you are transacting with Google Payments and agreeing to the Google Payments Terms of Service and Privacy Notice.