Sokrates Dalam Tetralogi Plato

Gramedia Pustaka Utama
1
Free sample

"Sokrates dilahirkan tahun 469 (atau 470) SM, dan dihukum mati dalam sebuah penjara negara di Atena pada 399 ketika Lakhes menjadi Raja ""Arkhon"" (400-399 SM). Sokrates tidak meninggalkan tulisan apa pun buah tangannya sendiri. Meskipun demikian, gagasan-gagasan Sokrates memberi dampak intelektual besar pada pemikiran Barat melalui karya-karya Plato (dilahirkan di Atena sekitar 428 atau 427 SM, dan wafat 347 SM) dan penulis-penulis lainnya. Bukan hanya gagasan-gagasan Sokrates, tetapi juga nasib Sokrates menarik perhatian Plato. Bagi Plato, Sokrates adalah wakil dari orang besar di dunia Yunani kuno yang telah dengan tidak adil dijatuhi hukuman mati. Melalui empat karya ""dialog""-nya yang termasyur, yang biasa disebut tetralogi dan terdiri dari Euthyfro, Apologi, Krito, dan Faedo---dan kini untuk pertama kalinya diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan judul Sokrates dalam Tetralogi Plato---Plato mengetengahkan dialog Sokrates sebelum dia diadili, pembelaan dirinya ketika dia diadili, percakapannya dengan seorang sahabatnya dalam penjara, dan percakapan terakhirnya dengan beberapa murid dan temannya sebelum dia meminum racun yang merenggut nyawanya. Dalam tetralogi ini, kematian Sokrates digambarkan sebagai kematian seorang ksatria yang gagah berani. Dengan demikian, tulisan-tulisan Plato ini dapat dipandang sebagai martirologi Yunani yang disajikan dari perspektif filosofis. Â"
Read more
Collapse
5.0
1 total
Loading...

Additional Information

Publisher
Gramedia Pustaka Utama
Read more
Collapse
Published on
Apr 26, 2013
Read more
Collapse
Pages
336
Read more
Collapse
ISBN
9786020369747
Read more
Collapse
Read more
Collapse
Best For
Read more
Collapse
Language
Indonesian
Read more
Collapse
Genres
History / General
Read more
Collapse
Content Protection
This content is DRM protected.
Read more
Collapse

Reading information

Smartphones and Tablets

Install the Google Play Books app for Android and iPad/iPhone. It syncs automatically with your account and allows you to read online or offline wherever you are.

Laptops and Computers

You can read books purchased on Google Play using your computer's web browser.

eReaders and other devices

To read on e-ink devices like the Sony eReader or Barnes & Noble Nook, you'll need to download a file and transfer it to your device. Please follow the detailed Help center instructions to transfer the files to supported eReaders.
Antropologi Budaya merupakan salah satu cabang ilmu-ilmu sosial, yang berupaya untuk memberi jawaban atas berbagai pertanyaan yang berkaitan dengan manusia dalam posisi atau kedudukannya sebagai makhluk sosial. Jawaban yang diberikan tersebut menguraikan seluk-beluk realitas fundamental tentang manusia yang dikonstruksikan sebagai intersubjektivitas atau ketentuan dunia nyata, yang merupakan dasar kebudayaan manusia.

Garis besar pembahasan yang disajikan dalam buku ini dibatasi pada tiga kajian utama, yang dieksposisikan dalam beberapa bab. Pertama, orientasi umum tentang Antropologi Budaya yang tergambar dalam teori-teori yang terdapat dalam dunia Antropologi, baik berupa konsep dasar, metode-metode yang khas, hubungannya dengan ilmu lain, sejarah dan manfaat pengkajian, maupun berbagai permasalahan yang terkait dengan penerapannya.

Kedua, gejala-gejala elementer atau esensial yang diamati dalam Antropologi Budaya, semisal evolusi manusia dan kebudayaannya, organisasi atau kehidupan kolektif dalam struktur masyarakat yang kemudian melahirkan pranata sosial, penelitian kepribadian, norma atau hukum, serta adat istiadat dalam budaya tertentu. Di mana hal tersebut dikaji dengan memanfaatkan pendekatan hukum serta psikologi dalam penelitian kepribadian manusia.

Terakhir, merupakan kajian yang tidak kalah penting adalah mengenai perubahan kepribadian masyarakat dan budayanya. Karena pada dasarnya perubahan kebudayaan atau culture change selalu dapat terjadi, meskipun masa perubahan tersebut memakan waktu yang cukup lama, bahkan bisa ribuan tahun. Sumber penyebab perubahan tersebut bisa berasal dari dalam masyarakat itu sendiri, bisa pula berasal dari luar masyarakat yang bersangkutan. Secara umum, hal yang memengaruhi proses perubahan kebudayaan tersebut ada empat, yaitu discovery, invention, evolusi, dan difusi. Namun, pada era teknologi informasi seperti saat ini, telah banyak ditemukan perubahan budaya yang terjadi dalam masa yang relatif cepat. Hal ini biasanya karena ditemukan atau dikenalkannya teknologi baru yang semakin canggih yang dapat memicu proses perubahan kebudayaan.

Semua uraian dalam buku ini merupakan kajian yang sangat penting, mengingat kita¾sebagai manusia abad ini¾akan terus dan harus mengalami proses pergeseran sikap dan mentalitas sebagai warga masyarakat untuk dapat hidup sesuai dengan tuntutan masa kini, atau yang lebih kita kenal dengan istilah modernisasi. Sementara modernisasi sendiri pasti akan selalu terkait dengan Antropologi, karena di dalamnya terdapat berbagai kajian yang memengaruhi manusia modern, seperti asal-usul, adat istiadat, norma dan hukum, kepercayaan pada masa lampau, dan sebagainya. Pemahaman atas berbagai peristiwa yang terjadi pada masa lampau dan terus mengalami perubahan tersebut, tentu saja akan memiliki manfaat yang besar bagi manusia modern yang hidup di zaman ini.

Adapun informasi atau pembahasan yang disajikan dalam buku ini, pertama-tama dimaksudkan bagi mahasiswa dalam melengkapi referensi mata kuliah Pengantar Antropologi Budaya atau mata kuliah lainnya yang diarahkan untuk menumbuhkan pemahaman tentang kemanfaatan kajian Antropologi terhadap hukum.

Selain itu, buku ini juga sangat bermanfaat bagi mereka yang berminat dan/atau memiliki keterkaitan dengan bidang studi ini. Misalnya, para petugas yang berurusan dengan pelaksanaan proyek-proyek pembangunan kualitas kemanusiaan, semisal bimbingan masyarakat (BIMAS) atau keamanan dan ketertiban masyarakat (KAMTIBNAS), yang notabene memiliki tugas pokok dalam menjamin kondisi keamanan, ketertiban, dan tegaknya hukum di masyarakat.

Buku yang membahas kebudayaan serta kaitannya dengan hukum ini, akan memberikan gambaran yang jelas dan mampu membekali para pembacanya mengenai fungsi dan peranan hukum yang dikaji berdasarkan pendekatan Antropologi. Selanjutnya, pembaca akan menyadari betapa pentingnya mengetahui dan memahami budaya masyarakat dalam kaitannya dengan hukum positif yang berlaku dalam suatu negara.

Tiap kali mendengar kata “PKI”, asosiasi rakyat Indonesia pada umumnya niscaya terpaut pada aksi biadab kaum komunis yang diluar batas perikemanusiaan. Pernahkah Anda membayangkan seorang anggota PKI membantai ayah kandungnya sendiri yang tidak sepaham dengan golongan komunis?

Buku ini mencoba merekonstruksi tragedi nasional di madiun ketika PKI di bawah pimpinan Muso, Amir Sjarifuddin dan kawan-kawan berusaha mendirikan Negara Republik Soviet Indonesia tahun 1948 yang silam. Lebih dari sekedar melukiskan kekejian PKI yang mendirikan bulu roma, buku ini pun mendiskripsikan latar belakang politik berikut keterangan saksi hidup, yakni para korban yang luput dan sejumlah pejabat militer yang terlibat dalam operasi penumpasan.

Ada suatu pertanyaan menggelitik: mengapa dalam tempo yang relatif singkat pemberontakan PKI di Madiun itu gagal? Uraian yang disajikan dalam buku ini menyediakan semua jawabannya.

 

History of the Indonesian Communist Party's revolt, Peristiwa Madiun or Madiun Affair, in East and Central Java, Sept.-Dec. 1948; previously serialized in Jawa Pos.

 

Pengantar Penerbit

DALAM SEJARAH PERJALANAN Bangsa Indonesia, kaum komunis sudah berulang kali mencoba melakukan perebutan kekuasaan melalui pemberontakan berdarah. Salah satu di antaranya adalah peristiwa yang bergolak di Madiun tahun 1948. Saat peristiwa tersebut meletus, konsentrasi segenap pemimpin dan bangsa Indonesia sedang tertumpah untuk menghadapi Agresi II Belanda. Dengan kata lain, pemberontakan PKI itu telah menikam Republik dari belakang.

Isi buku ini semula dimuat sebagai seri tulisan dalam Jawa Pos sejak 18 September sampai dengan 18 Oktober 1989. Secara keseluruhan, isinya mencoba merekonstruksi tragedi nasional tersebut, yang melibatkan serangkaian wawancara dengan para saksi hidup, baik tokoh-tokoh yang turut dalam operasi penumpasan maupun para korban yang luput dari aksi pembantaian oleh kaum komunis.

Sebagai suatu rekonstruksi sejarah, boleh jadi di sana-sini terlihat beberapa kekurangan. Namun begitu, buku ini paling kurang memberi sumbangan bahan yang cukup berharga mengenai sepenggal babak yang penting dalam sejarah bangsa Indonesia. Sejauh ini, buku berbahasa Indonesia yang cukup menyeluruh mengenai pemberontakan
tersebut, Pertstiwa Madiun 1948 karangan Pinardi ( Jakarta: Inkopak Hazera, 1966), sekarang sudah sukar didapat

Jakarta, September 1990

 

Filsafat Sejarah merupakan salah satu mata kuliah wajib di Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada. Filsafat Sejarah merupakan cabang filsafat khusus sebagaimana Filsafat Manusia, Filsafat Sosial, Filsafat Bahasa, Filsafat Seni, Filsafat Kebudayaan dan yang lainnya.

Filsafat sejarah terutama meneliti azas-azas paling fundamental ataupun hakiki dalam proses historik sebagai keseluruhan dalam keanekaan peristiwa. Filsafat Sejarah juga disebut dengan istilah “metahistory”, mencoba memahami berbagai pola dan hukum dalam berbagai peristiwa. Filsafat Sejarah mengandaikan dan memperkembangkan dan meruncingkan bidang-bidang filsafat sistematik lainnya, seperti filsafat manusia, filsafat moral, filsafat sosial, dan filsafat kebudayaan.

Filsafat sejarah meneliti dasar, azas-azas paling umum dan mutlak; artinya mengatasi pemahaman seperti dalam studi sejarah biasa. Filsafat Sejarah mencari “insight” yang lebih mutlak. Filsafat Sejarah kurang memperhatikan fakta-fakta, lebih memperhatikan relasi-relasi dan sebab-sebab yang hakiki dalam berbagai peristiwa historis. Fakta dari ilmu sejarah, oleh filsafat sejarah dipakai sebagai contoh atau ilustrasi belaka, bukan sebagai bukti.

Ilmu sejarah dan filsafat sejarah saling melengkapi dan saling membutuhkan, namun tidak dapat disatukan secara logic, bukti dalam ilmu sejarah tidak dapat dipakai sebagai bukti bagi filsafat sejarah.; atau sebaliknya. Masing-masing mempunyai metode dan logikanya sendiri, dan hanya mempengaruhi satu sama lain secara psikologik. Ilmu sejarah juga bersandarkan ilmu-ilmu empirik lainnya, yang bersifat serupa dan yang bertaraf kurang lebih sama seperti; sosiologi, psikologi, antropologi budaya.

©2019 GoogleSite Terms of ServicePrivacyDevelopersArtistsAbout Google|Location: United StatesLanguage: English (United States)
By purchasing this item, you are transacting with Google Payments and agreeing to the Google Payments Terms of Service and Privacy Notice.