Kehidupan glamor, dugem, pergaulan bebas yang biasa dilakoni, kenikmatannya tak mudah untuk ditinggalkan. Belum lagi harus mengubah cara berpakaian yang serba terbuka menjadi tertutup rapi, bukanlah persoalan gampang. Tobat memang membutuhkan kesungguhan dan perjuangan yang luar biasa. Sering hal itu berarti keharusan mengubah kebiasaan, juga terus-menerus menjaga diri agar tetap dalam kebaikan. Untuk melakukannya dibutuhkan kesadaran, keberanian dan kesabaran yang tinggi-sikap yang istiqamah. Tak heran jika Nabi Saw. mengatakan bahwa orang yang bertobat bagaikan orang yang tak pernah berbuat dosa.
Peggy Melati Sukma berbagi pengalaman hijrahnya yang penuh lika-liku dan pasang surut. Membaca buku ini, memberi motivasi kita untuk selalu memperjuangkan kebaikan dalam hidup sebagai bekal pulang kepada Ilahi Rabbi.
[Mizan, Noura Books, Noura Publishing, Agama, Islam, Hijrah, Hidup, Muslim, Indonesia]
Peggy Melati Sukma lahir sebagai anak pertama dari dua bersaudara, pada 13 Juni 1976, di kota Cirebon, Jawa Barat. Ayahnya asli dari Bandung, dan ibunya keturunan Arab. Ketika mulai bersekolah, sampai saat buku ini di tulis, Peggy menetap di Jakarta, dan dalam tiga tahun terakhir sejak hijrahnya, ia juga ''berdomisili'' di berbagai wilayah Indonesia dan dunia, untuk berbagai misi dakwah dan kemanusiaan yang ia kelola dalam naungan gerakannya yang ia sebut, URBAN SYIAR.
Pendidikannya diselesaikan selalu dengan prestasi yang baik, termasuk S1 dari Komunikasi Massa-Universitas Indonesia dan S2 dari Hukum Bisnis-Universitas Djuanda Bertauhid, keduanya selesai dengan gelar cumlaude.
Peggy dikenal di dunia hiburan Indonesia sejak 25 tahun terakhir; juga seorang aktivis sosial dan kemanusiaan; aktivis dakwah yaitu pembicara motivasi Islami di dalam dan luar negeri; aktif di bidang usaha, yang saat ini berkonsep socio-business; dan berpengalaman serta berjejaring dengan aktivis serta lembaga internasional di berbagai belahan dunia, dalamberbagai kegiatannya.
Ia pernah menjabat berbagai gelar duta didalam dan luar negeri, bekerja dengan dan untuk lembaga-lembaga dunia seperti PBB, World Bank, di KTT ASEAN, dan lainnya. Ia juga mendapat banyak certificate of appreciation atau penghargaan dalam perjalanan karirnya, baik di dunia keartisan, maupun di bidang sosial kemanusiaan.
Sampai Maret 2017, ia sudah menulis empat buku, My Life My Hijab; Luapan Cinta di Air Tenang; My Amazing Hijab Journey; Kujemput Engkau di Sepertiga Malam, serta terlibat supervisi dan penulis tamu di dua buku lain yaitu Hijab Stories dan Bidadari Bersayap Pelangi.
Peggy bisa di kontak melalui.
Twitter @peggymelatis
Instagram @peggymelatisukma
Email. pmstwit@gmail.com atau timpmstwit@gmail.com
Atau melalui Penerbit Noura