Sempurna Dalam Keterbatasan

Yayasan Pelayanan Media Antiokhia (YAPAMA)
1
Free sample

Christian perspectives on human rights in Indonesia.
Read more

About the author

Bigman Sirait lahir di P. Siantar, 11 Desember 1961, Bigman Sirait bertumbuh sebagai anak yang terbilang nakal, sekalipun aktif ke gereja. Pertobatan, adalah kata penting bagi seorang Kristen, dan Juli 1981, menjadi tahun perubahan. Kemurahan Tuhan di nyatakan, pelayanan dipercayakan.

Sukacita menjadi sempurna dengan hadir nya keluarga. Menikah 3 Oktober 1987, dengan kekasih yang bersama melayani sekolah minggu, yaitu Greta Mulyati DS. Diberkati dengan 3 anak yang menyenangkan: Kezhia Bianta (13-08-88), telah menyelesaikan S1 Musik komposisi. Mengaransemen dan mencipta beberapa lagu Kristen. Akan menikah pada bulan Desember 2014. Lalu Keithy Dorothy (23-04-90), telah menjadi Dokter karena terinspirasi ingin melayani orang susah di pedesaan. Dan si bungsu Kennan Jonathan (04-07-94), saat ini kuliah di Swiss German University (SGU), dan bulan Januari tahun depan akan ke Jerman, sebagai bagian dari program studi. Rindu menjadi hamba Tuhan, itu pergumulannya. Akan kuliah teknik, bekerja, sebagai persiapan kelengkapan mengenal kehidupan, dan memasuki dunia pelayanan.

“Bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan.” Ini adalah moto pelayanan, dan gairah melayani Tuhan.


 

 

Read more
4.0
1 total
Loading...

Additional Information

Publisher
Yayasan Pelayanan Media Antiokhia (YAPAMA)
Read more
Published on
Jan 1, 2009
Read more
Pages
74
Read more
ISBN
9789792593556
Read more
Read more
Best For
Read more
Language
Indonesian
Read more
Content Protection
This content is DRM protected.
Read more

Reading information

Smartphones and Tablets

Install the Google Play Books app for Android and iPad/iPhone. It syncs automatically with your account and allows you to read online or offline wherever you are.

Laptops and Computers

You can read books purchased on Google Play using your computer's web browser.

eReaders and other devices

To read on e-ink devices like the Sony eReader or Barnes & Noble Nook, you'll need to download a file and transfer it to your device. Please follow the detailed Help center instructions to transfer the files to supported eReaders.
 Gereja adalah tubuh Kristus yang seutuhnya. Di mana Kristus sebagai kepalanya yang selalu memperhatikan, sekaligus menuntut gereja agar hidup dan berkarya sesuai ketetapan-Nya. Ya, itulah idealnya gereja.  Tapi sayang, realita tak selalu menampakkan gambar serupa.  Tidak jarang gambar yang mengemuka justru tak sedap dipandang mata dunia. Gambaran gereja yang kerap merasa terlalu tinggi untuk menjejakkan kaki di bumi.  Gambar gereja yang seringkali berteduh di puncak ketinggian menara gading.  Atau gereja yang hanyut dalam kesejukan ruang nyaman diri. Ya, tak dapat dipungkiri, itulah kondisi Gereja dewasa ini yang kian hari makin terdegradasi. 

Untuk itulah buku ini ada.  Hadir ke hadapan Anda untuk mengingatkan kembali tentang panggilan sebagai gereja sejati. Tidak sekadar gereja yang mau turun ke “bumi,” tapi juga gereja yang lantang menyuarakan kebenaran sejati.  Gereja yang tak terperangkap dalam jebakan denominasi, atau syahwat membangun mercusuar tertinggi, demi romantika bagi nama dan pribadi.  “Gereja yang Membumi,” datang untuk menyuguhkan sarana, atawa alat  untuk bercermin dan instrospeksi, dalam bahasan yang menginspirasi:

-          Gereja dan Penginjilan

-          Gereja dan Panggilan Pelayanan

-          Gereja dalam Kemajemukan

-          Menyikapi Teror Atas Gereja, dan

-          Permasalahan Hukum dan Teologis sekitar Gereja

Buku ini niscaya dapat membantu kita untuk kembali membuka selaput yang membatasi relasi antar pribadi gerejawi.  Membukakan mata dan nurani, untuk memiliki kesadaran sebagai satu tubuh, yaitu tubuh Kristus, demi mewujudkan harapan bersama.

 Gereja adalah tubuh Kristus yang seutuhnya. Di mana Kristus sebagai kepalanya yang selalu memperhatikan, sekaligus menuntut gereja agar hidup dan berkarya sesuai ketetapan-Nya. Ya, itulah idealnya gereja.  Tapi sayang, realita tak selalu menampakkan gambar serupa.  Tidak jarang gambar yang mengemuka justru tak sedap dipandang mata dunia. Gambaran gereja yang kerap merasa terlalu tinggi untuk menjejakkan kaki di bumi.  Gambar gereja yang seringkali berteduh di puncak ketinggian menara gading.  Atau gereja yang hanyut dalam kesejukan ruang nyaman diri. Ya, tak dapat dipungkiri, itulah kondisi Gereja dewasa ini yang kian hari makin terdegradasi. 

Untuk itulah buku ini ada.  Hadir ke hadapan Anda untuk mengingatkan kembali tentang panggilan sebagai gereja sejati. Tidak sekadar gereja yang mau turun ke “bumi,” tapi juga gereja yang lantang menyuarakan kebenaran sejati.  Gereja yang tak terperangkap dalam jebakan denominasi, atau syahwat membangun mercusuar tertinggi, demi romantika bagi nama dan pribadi.  “Gereja yang Membumi,” datang untuk menyuguhkan sarana, atawa alat  untuk bercermin dan instrospeksi, dalam bahasan yang menginspirasi:

-          Gereja dan Penginjilan

-          Gereja dan Panggilan Pelayanan

-          Gereja dalam Kemajemukan

-          Menyikapi Teror Atas Gereja, dan

-          Permasalahan Hukum dan Teologis sekitar Gereja

Buku ini niscaya dapat membantu kita untuk kembali membuka selaput yang membatasi relasi antar pribadi gerejawi.  Membukakan mata dan nurani, untuk memiliki kesadaran sebagai satu tubuh, yaitu tubuh Kristus, demi mewujudkan harapan bersama.

©2018 GoogleSite Terms of ServicePrivacyDevelopersArtistsAbout Google|Location: United StatesLanguage: English (United States)
By purchasing this item, you are transacting with Google Payments and agreeing to the Google Payments Terms of Service and Privacy Notice.