Compunerds: HELP! Lagi jomblo, nyaris expired!

GagasMedia
4

Saya jomblo. That's true.

Tapi, bukan berarti saya nggak laku. Saya mau sendiri dulu. Ini cuma soal pilihan aja, kok. Jadi jomblo itu pilihan. Punya pacar juga pilihan.

Nggak ada yang salah, kan? Dan nggak perlu digembar-gemborkan sampai harus dijodoh-jodohin segala.

Ketahuan jomblo nggak bikin saya malu, tapi dijodohin itu yang nggak seru! Basi, tahu. Kayak saya nggak bisa cari sendiri aja. Saya ini lumayan memesona—sekedip mata bisalah kesabet satu-dua perempuan. Tapi—sekali lagi saya tekankan—saya memilih menunggu yang cocok. Terlalu gampang jadian, biasanya gampang juga putusnya.

Saya menunggu orang dan waktu yang tepat. Kalau tiba waktunya, pasti akhirnya pacaran juga. Ehem, mumpung lagi buka ‘lowongan’ jadi pacar, situ berminat nggak?



-GagasMedia-

Read more
4.2
4 total
Loading...

Additional Information

Publisher
GagasMedia
Read more
Published on
Jul 1, 2009
Read more
Pages
208
Read more
ISBN
9789797803544
Read more
Read more
Best For
Read more
Language
Indonesian
Read more
Genres
Fiction / General
Read more
Content Protection
This content is DRM protected.
Read more

Reading information

Smartphones and Tablets

Install the Google Play Books app for Android and iPad/iPhone. It syncs automatically with your account and allows you to read online or offline wherever you are.

Laptops and Computers

You can read books purchased on Google Play using your computer's web browser.

eReaders and other devices

To read on e-ink devices like the Sony eReader or Barnes & Noble Nook, you'll need to download a file and transfer it to your device. Please follow the detailed Help center instructions to transfer the files to supported eReaders.
Perjalanan menemukan 1/2 Jiwa

Dalam akte kelahiran Bob Travolta, tertulis ia dilahirkan di Jakarta. Namun, suatu malam Bob bermimpi bertemu kakeknya—yang ternyata mirip Aming. Di dalam mimpinya, si kakek berpesan : “Melangkah ke Barat, ke arah matahari terbenam. Jejakkan kakimu di negeri Banten. Lalu berpalinglah ke Selatan, kunjungi Tanah Baduy di pegunungan Kendeng. Temukan Sasaka Domas, sebab di situ letak kubur ari-arimu!”

Kalau memang ia dilahirkan di Jakarta, kenapa ari-arinya, saudara yang terlahir bersamanya, harus dikubur di sejauh itu? Sayangnya, Bobi tidak memiliki tempat untuk bertanya lagi. Ibunya sudah lama meninggal. Dan ayahnya yang seorang jurnalis, dinyatakan hilang di Papua. Oleh karena itu, Bob terpaksa menulusuri buku harian papanya.

Kakek Tua Gaib, yang mirip Aming itu, juga berpesan, bahwa di Selatan, Bob akan menemukan 1/2 jiwanya. Padahal, walaupun bukan orang yang setia, Bobi sudah memiliki pacar. Monda.

Teka-teki dari si kakek yang memenuhi kepala Bob, akhirnya mendorong Bob untuk memulai “Ekspedisi Pencarian Ari-Ari Bob”. Menurut si kakek lagi, sebagai syarat untuk memulainya, Bob harus mencukur habis rambutnya. Bob pun membulatkan tekad. Bagi Bob, perjalanan ini adalah sebuah proses pencarian jati diri. Ari-ari Bobi yang dikuburkan di Baduy adalah sebagian darinya yang tercecer; setengah jiwanya yang belum ia temukan.

Namun pada saat yang sama, Bobi dihadapkan pada pertanyaan Monda, gebetannya: “Apa sih yang LEBIH BERARTI dari GUE? Harta karun Fir’aun? Berlian peninggalan Cleopatra? Harta rampasan perang Napoleon?!”

Dalam perjalanannya ini, yang seolah tak lebih dari gairah berlebih seorang remaja eksentrik, Bobi bersama tokoh-tokoh lainnya mengalami berbagai peristiwa seru, termasuk persoalan cinta lokasi. Lantas, apakah perjalanan Bobi memang bermakna sebagai pencarian setengah jiwanya, a half of soul, atau seperti kata Monda: “A HALF OF YOUR FOOLISHNESS, Bob!”



  -GagasMedia-
©2018 GoogleSite Terms of ServicePrivacyDevelopersArtistsAbout Google|Location: United StatesLanguage: English (United States)
By purchasing this item, you are transacting with Google Payments and agreeing to the Google Payments Terms of Service and Privacy Notice.