Mencari Sila Kelima

Bentang Pustaka
14
Free sample

Sejak berusia enam tahun, ada begitu banyak pertanyaan yang tumpang-tindih di kepalaku. 

Mengapa orang-orang kerap bersikap manis kepada mereka yang dianggap berkedudukan dan kaya, tapi bersikap dingin kepada mereka yang berpakaian lusuh dan tak punya apa-apa? Mengapa banyak pemuka agama yang menyebarkan kebencian kepada golongan yang berbeda, padahal mereka pula yang menyuarakan bahwa agama adalah perwujudan kasih kepada sesama? Mengapa manusia suka sekali mengotakkan sesamanya ke dalam label tertentu: si Hitam, si Putih, si Miskin, si Kaya, si Pandai, si Bodoh, si Jawa, atau si Tionghoa?

Gelembung-gelembung pertanyaan itu terus mengimpitku. Ketidakadilan yang kurasakan rupanya dianggap sebagai sebuah kewajaran. Aku tak mau menjadi anak yang digadang-gadang sebagai bintang tapi pendidikannya justru menjauhkannya dari kebenaran.

Dan kini, kucari makna pada sila kelima Pancasila: di manakah keadilan yang dijanjikan kepada seluruh rakyat Indonesia?

[Mizan, Bentang Pustaka, Pancasila, Negara, Bangsa, Masyarakat, Rakyat, Indonesia]

Read more
Collapse

About the author

Audrey Yu Jia Hui merupakan gadis genius keturunan Tionghoa-Indonesia yang menyelesaikan pendidikan S-1 pada usia 16 tahun dengan gelar summa cum laude, di The College of William and Mary, Virginia, Amerika Serikat.
Pada usia 10 tahun, Audrey pernah memecahkan rekor MURI untuk ujian TOEFL dengan skor 573. Dia juga menjadi anggota Phi Beta Kappa, sebuah organisasi yang mengakomodasi orang-orang berprestasi di bdiang ilmu pengetahuan.
Read more
Collapse
5.0
14 total
Loading...

Additional Information

Publisher
Bentang Pustaka
Read more
Collapse
Published on
Oct 28, 2015
Read more
Collapse
Pages
192
Read more
Collapse
ISBN
9786022911197
Read more
Collapse
Read more
Collapse
Read more
Collapse
Language
Indonesian
Read more
Collapse
Genres
Philosophy / Ethics & Moral Philosophy
Read more
Collapse
Content Protection
This content is DRM protected.
Read more
Collapse
Read Aloud
Available on Android devices
Read more
Collapse

Reading information

Smartphones and Tablets

Install the Google Play Books app for Android and iPad/iPhone. It syncs automatically with your account and allows you to read online or offline wherever you are.

Laptops and Computers

You can read books purchased on Google Play using your computer's web browser.

eReaders and other devices

To read on e-ink devices like the Sony eReader or Barnes & Noble Nook, you'll need to download a file and transfer it to your device. Please follow the detailed Help center instructions to transfer the files to supported eReaders.
Mizan Gold Edition adalah spesial dari karya-karya terbaik penulis dunia. Hadir dalam kualitas teks prima serta kemasan dan bahan eksklusif, seri ini layak menjadi koleksi para pencinta sejati buku. Sophie, seorang pelajar sekolah menengah berusia empat belas tahu. Suatu hari sepulang sekolah, dia mendapat sebuah surat misterius yang hanya berisikan satu pertanyaan: ?Siapa kamu?? Belum habis keheranannya, pada hari yang sama dia mendapat surat lain yang bertanya: ?Dari manakah datangnya dunia?? Seakan tersentak dari rutinitas hidup sehari-hari, surat-surat itu mempuat Sophie mulai mempertanyakan soal-soal mendasar yang tak pernah dipikirkannya selama ini. Dia mulai belajar filsafat.

Anda sudah lama ingin tahu apa filsafat, tetapi selalu tidak sempat, terlalu kabur, terlalu abstrak, terlalu susah, terlalu bertele-tele? Bacalah buku manis ini di mana Sophie, anak putri 14 tahun, menjadi terpesona karenanya.?

Prof. Franz Magnis-Suseno

Kata banyak orang, filsafat itu sulit. Siapa bilang? Bacalah buku Dunia Sophie ini, dan Anda akan tahu, filsafat itu amat mudah dipahami. Makin Anda membaca buku ini, makin Anda ketagihan untuk berfilsafat. Anda tak perlu lagi mengerutkan dahi karena filsafat ternyata juga bisa dinikmati sebagai novel yang enak dibaca.?

Dr. Sindhunataÿ

Menikmati filsafat seasyik membaca cerita detektif, itulah yang ditawarkan Gaarder dalam buku ini. Sejarah filsafat selama dua setengah milenium menjadi bahan perbincangan dengan seorang anak. Saat Anda menemukan pelakunya bersama anak ini, Anda sudah banyak mencicipi filsafat.?

Dr. F. Budi Hardiman, Penulis buku Filsafat Modern

ÿ?Novel ini berkisah tentang pergulatan para filsuf dalam bertanya, berdebat, dan merenung pelbagai jawaban kehidupan. Cara berkisah novel ini sungguh memikat dan pasti membuat pembaca awam semakin ?kepincut? untuk membacanya tanpa jeda.?

Donny Gahral Adian, M.Hum., Ketua Jurusan Filsafat Universitas Indonesiaÿ

"Dunia Sophie adalah pengantar ke dunia filsafat yang paling menarik karena disajikan dalam bentuk cerita setengah detektif. Seru, tegang, mendebarkan, namun mencerahkan! Jangan lewatkan buku ini!?

Jansen H. Sinamo, Guru Etos Indonesiaÿ

Pengungkapan alur pikir filsafat menggunakan bahasa sederhana sehingga mudah untuk dipahami masyarakat awam filsafat. Uraian filsafat dalam buku ini tidak menghilangkan substansi pendapat masing-masing filsuf.?

Dr. Abbas Hamami Mintaredja, Dekan Fakultas Filsafat UGM

ÿ?Pertama-tama, bayangkan sebuah buku pengantar filsafat untuk pemula, ditulis oleh seorang guru SMA. Kemudian bayangkan sebuah novel fantasi?semacam versi modern Through the Looking Glass. Padukan dua genre yang sangat berbeda ini, dan apa yang Anda peroleh? Ternyata sebuah best-seller internasional.?

Time

Cerita yang sangat menghibur dan imajinatif, membungkus sebuah pesan filosofis yang menantang pikiran.?

Daily Mail

Luar biasa ? Jostein Gaarder berhasil meringkas 3.000 tahun sejarah pemikiran; menyederhanakan argument-argumen yang sangat rumie tanpa merusaknya. Benar-benar prestasi hebat!?

The Sunday Times

Mengagumkan. Sebuah novel misteri yang cerdas dan menggemaskan, yang kebetulan juga merupakan sebuah sejarah filsafat".

The Washington Post Book Worldÿ

"Dunia Sophie benar-benar menyenangkan. Andai saja ada buku semacam ini ketika saya belajar filsafat di perguruan tinggi!?

Madeleine L'Engle, penulis Wringkle in Time [ Mizan, Pustaka, Novel, Filsafat, Indonesia]

?Nilai kamu berapa, Rizki?? tanya Pak Guru.
?Ini Pak, tidak terlalu tinggi,? ujarku singkat sambil memperlihatkan ijazahku.
?Kok, bisa segini, sih? Harusnya kamu SMS saya dulu sebelum UN Matematika.Padahal, malam sebelumnya saya sudah kasih anak-anak kunci jawaban lewat SMS. Yang saya kasih itu umumnya dapat nilai 9,67, lho.?

***

Rizki yang awalnya menaruh harapan besar pada sekolah yang mampu mengajarkan banyak hal, seketika patah hati. Hanya karena menolak lembar contekan jawaban ujian yang beredar di kalangan para siswa, Rizky dianggap aneh. Belum lagi gara-gara keterlambatannya membayar SPP setiap bulan, Rizki nyaris menjadi sasaran sindiran para guru tiap pengambilan raport tiba.

Diskriminasi yang terjadi berulang kali membuat Rizki mengambil keputusan besar: berhenti dari sekolah. Ia memilih belajar dengan caranya sendiri. Menciptakan sistemnya sendiri.

Rizki berlaku layaknya Tarzan, mendobrak pakem dan menemukan cara-cara liar dalam belajar di dunia sesungguhnya!

?Wahyu Aditya, creativepreneur dan penulis Sila ke-6: Kreatif Sampai Mati


Benar-benar menciptakan kotak baru (new box): mengubah sekolah yang membelenggu menjadi membebaskan.

?J. Sumardianta, pendidik dan penulis Guru Gokil Murid Unyuÿ


Sebuah oasis jika anda mencari contoh nyata mengenai kemurnian niat, kekukuhan integritas, dan semangat melayani dalam memberikan akses pendidikan terbaik bagi teman-teman kita yang kurang mampu dan putus sekolah.

?Widharmika Agung, founder Indorelawan.org


Sekolah bukan sekadar bangunan mewah, melainkan apa yang dapat dipelajari kemudian diaplikasikan untuk berbagai kebaikan.

?Sanny Djohan, CEO PT Kuark Internasional

©2019 GoogleSite Terms of ServicePrivacyDevelopersArtistsAbout Google|Location: United StatesLanguage: English (United States)
By purchasing this item, you are transacting with Google Payments and agreeing to the Google Payments Terms of Service and Privacy Notice.