Melalui pengamatan penulis, buku ini berhasil mengidentifikasi 12 spesies, termasuk enam jenis burung seperti Rangkong Badak dan Raja Udang Api, serta enam mamalia darat seperti Orang Utan Kalimantan dan Owa-Owa.
Lebih dari sekadar daftar, buku ini juga menyoroti kondisi spesies yang terancam punah seperti Rangkong Gading dan Orang Utan Kalimantan. Temuan ini menjadi pengingat tentang pentingnya menjaga hutan dari deforestasi, perburuan, dan perdagangan ilegal.
Buku ini menegaskan bahwa ekowisata di Hutan Adat Wehea bukan hanya soal rekreasi, tetapi juga berperan vital sebagai benteng pertahanan bagi satwa liar dan sumber manfaat bagi masyarakat adat. Sebuah bacaan penting untuk memahami bagaimana kita bisa melestarikan alam sambil memberdayakan komunitas lokal.
Frengki Gunawan lahir pada tanggal 3 Februari 2001 di Dwipa Karya, Kec. Simpang Raya, Kab. Banggai, Prov. Sulawesi Tengah, merupakan anak ketiga dari tiga bersaudara pasangan suami istri Bapak Sungkowo dan Ibu Lasiah. Pendidikan dimulai pada tahun 2006 di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 02 Sumber Mulya, Kec. Simpang Raya, Kab. Banggai, Prov. Sulawesi Tengah (lulus tahun 2012), Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 01 Simpang Raya, Kab. Banggai, Prov. Sulawesi Tengah (lulus tahun 2015). Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 01 Bunta, Kab. Banggai, Prov. Sulawesi Tengah (lulus tahun 2018). Setelah itu, melanjutkan ke perguruan tinggi pada tahun 2018 di Politeknik Pertanian Negeri Samarinda Jurusan Manajemen Pertanian Program Studi Pengelolaan Hutan. Melaksanakan Orientasi Profesi (OP) di Makassar, Sulawesi Selatan pada tanggal 8 sampai 15 Januari 2020, Praktik Kerja Lapangan (PKL) di PT ITCI HUTANI MANUNGGAL sektor Terunen pada tanggal 8 Maret sampai 22 Mei 2021, dan mendapatkan gelar Ahli Madya Kehutanan (Amd.Hut)/D3 pada tahun 2021. Penulis melanjutkan alih jenjang pada tahun 2022 ke Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda di Fakultas Pertanian, Program Studi Kehutanan. Dan saat kuliah menjalankan tugas sebagai asisten staf laboratorium di bawah bimbingan bapak Dr. Ir. H. Ismail, M.P. Jalin kerja sama dengan penulis via surel frengkigunawan018@gmail.com.
Fikri Maulana lahir di Desa Batuah pada tanggal 2 Juli 2002. Penulis merupakan anak dari pasangan Haming dan Pidar. Penulis memulai pendidikan formal di SDN 006 Loa Janan dan lulus pada tahun 2014. Kemudian melanjutkan pendidikan di SMPN 002 Loa Janan (lulus tahun 2017), pendidikan menengah di SMK Kehutanan Negeri Samarinda, yang diselesaikan pada tahun 2020. Pada tahun 2021, penulis diterima sebagai mahasiswa Program Studi Kehutanan, Fakultas Pertanian, Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda. Selama masa perkuliahan, penulis aktif dalam berbagai kegiatan kemahasiswaan, baik di dalam maupun di luar kampus. Jalin kerja sama dengan penulis via surel fikrigen58@gmail.com.
Heni Emawati memperoleh pendidikan Sarjana S1 dari Fakultas Pertanian Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda, Prodi Manajemen Hutan dan Magister Ilmu Kehutanan di Universitas Mulawarman. Telah mempublikasikan buku dan artikel di sejumlah media massa, buletin, majalah ilmiah, jurnal nasional terindeks, Google Scholar, dan SINTA dengan fokus bidang ekologi. Penulis merupakan Kepala Bagian Pendidikan dan Kerjasama di BAAKPSI sejak tahun 2010 sampai saat ini. Jalin kerja sama dengan penulis via surel 4rum2012@gmail.com.
M. Taufan Tirkaamiana dilahirkan di Bogor, pendidikan dasarnya dimulai tahun 1968 di SD Negeri Pengadilan I Bogor dan lulus tahun 1974, kemudian melanjutkan ke SMP Negeri II Bogor dan lulus pada tahun 1977. Selanjutnya ke SMA Negeri II Bogor dan lulus pada tahun 1981. Pendidikan S1 dari Jurusan Manajemen Hutan Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor (IPB) diselesaikan pada tahun 1988 dan lulus (S2 dari Program Magister Ilmu Kehutanan Universitas Mulawarman (UNMUL) pada tahun 2001. Pendidikan doktornya pada Program Studi Ilmu Kehutanan Universitas Mulawarman dimulai tahun 2008. Sejak tahun 1988 bekerja pada perusahaan HPH PT Intracawood Manufacturing di Tarakan. Pada tahun 2001 diterima sebagai dosen Fakultas Pertanian Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Samarinda dan salah satunya mengajar mata kuliah Silvikultur. Saat ini penulis dipercaya sebagai Ketua Program Studi Kehutanan, Fakultas Pertanian UNTAG Samarinda, di samping itu aktif di organisasi antara lain sebagai Ketua Majelis Lingkungan Hidup, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalimantan Timur. Jalin kerja sama dengan penulis via surel taufan1409@gmail.com.