Cara inilah yang dilakukan Toshihiko Izutsu melalui pendekatan semantik dalam berinteraksi dengan al-Qur’an. Ia membiarkan al-Qur’an untuk berbicara mengenai dirinya serta makna-makna dalam ayat, bukan di luar ayat, dan kemudian menemukan pandangan dunia al-Qur’an.
Ahmad Sahidah, dalam bukunya ini, mengkaji pendekatan semantik Toshihiko Izutsu dan sekaligus menganalisisnya untuk menggambarkan mengenai relasi manusia, Tuhan, dan alam. Dari tangan Ahmad Sahidah, kita menjadi paham bahwa sesuatu yang dilakukan oleh Toshihiko Izutsu telah memberikan pijakan yang teguh mengenai pandangan dunia al-Qur’an.
—Prof. Dr. Islah Gusmian, M.Ag. (Dosen Ilmu al-Qur’an dan Tafsir IAIN Surakarta)