Domba yang lelah dan terlantar membutuhkan gembala.
Dunia yang gelap menantikan terang.
Dunia yang membusuk memerlukan garam.
Gereja yang sehat menghasilkan murid Kristus yang dewasa dan misioner.
Gereja yang melipatgandakan pekerja adalah harapan dunia.
Pemikiran-pemikiran tentang pemuridan dalam buku ini disusun dengan alur dari yang konseptual menuju praktikal. Setiap bagian berusaha memberikan respons atas pertanyaan-pertanyaan yang mendasar.
VISI: Mengapa pemuridan harus dilakukan? Mengapa pemuridan menjadikebutuhan yang penting dan genting, khususnya di konteks Indonesia?
FORMASI: Ke mana arah pemuridan? Apa tujuan akhirnya, dan aspek-aspek keserupaan dengan Kristus apa saja yang menjadi sasaran pertumbuhan?
ESENSI: Apa yang tidak boleh tidak ada dalam pemuridan? Apa yang membedakan kelompok kecil biasa dengan kelompok kecil yang menumbuhkan murid Kristus?
RITME: Bagaimana cara membimbing pemuridan dalam kelompok kecil? Bagaimana menerapkan esensi pemuridan secara praktis dalam dinamika kehidupan bersama?
Buku ini tidak hanya menawarkan kerangka berpikir, tetapi juga langkah praktis untuk menolong gereja dan orang percaya menghidupi panggilan pemuridan secara utuh.
Johan Setiawan saat ini melayani di Sekolah Tinggi Teologi Bandung (STTB) sebagai Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan, Ketua L.E.A.D. Center, dan dosen Hermeneutika, Pemuridan, serta Misi. Panggilannya adalah untuk menggerakkan dan memperlengkapi seluruh umat untuk terlibat secara intensional dan strategis dalam pelayanan dan misi bagi tujuan dan kemuliaan Tuhan.
Penggagas kurikulum pemuridan KAMBIUM dan media literatur KATALIS.