Bella

Mizan Kaifa
5
Free sample

Barisan angka dan huruf x atau y, simbol =, +, dan lain-lain tiba-tiba berdiri semua. Lalu, berjalan pelan-pelan menuju baju Bella, mencoba meraih kancing baju Bella. Dan, satu per satu, memanjat sampai ke leher. Jumlahnya bertambah banyak, memaksa membuka mulut Bella. Bella mencoba menutup mulutnya dengan tangannya. Terlambat! Satu angka berhasil lolos .... Akhirnya, Bella tersungkur di mejanya, tak kuat lagi ....

Itulah yang terjadi setiap kali Bella menghadapi lembar soal matematika.
Mungkinkah Alwan dan Salma membawa Bella, sang putri tercinta, keluar dari derita disleksia dan diskalkulia? Menyembuhkan luka hati terdalam?

Sebuah novel edukasi, karya pelopor Sekolahnya Manusia: Munif Chatib.

[Mizan Publishing, Kaifa, Fiksi, Indonesia]

Read more
Collapse

About the author

Munif Chatib memang sosok yang tidak basi dilepaskan dari dunia pendidikan. Setelah sukses menulis buku Sekolahnya Manusia (2009), Gurunya Manusia (2010), Orangtuanya Manusia (2012), Sekolah Anak-Anak Juara (2012), dan Kelasnya Manusia (2013), karya barunya adalah sebuah novel pendidikan yang berjudul Bella: Sekolah Tak Perlu Air Mata. Novel ini adalah racikan fakta-fakta yang terjadi dalam dunia pendidikan anak-anak kita yang dilapisi dengan konsep-konsep pendidikan yang humanis.

Sebagai konsultan pendidikan, Munif Chatib dengan Next Edu Indonesia sudah banyak membantu berbagai sekolah, mulai dari kelompok bermain, TK, SD, SMP, hingga SMA di seluruh Indonesia. Lewat perkuliahan uniknya Guardian Angel, konsep Sekolahnya Manusia dikenal seantero Indonesia, mulai dari Wamena sampai Aceh.

Pada 2015, Munif Chatib membangun SMA School of Human (SMA SOH) di Cibubur sebagai sekolah model dari konsep Sekolahnya Manusia.

Munif Chatib dapat dihubungi lewat:

e-mail: munif.chatib@gmail.com

web: www.munifchatib.com

FB: munifchatib

Twitter: @munifchatib 

Read more
Collapse
5.0
5 total
Loading...

Additional Information

Publisher
Mizan Kaifa
Read more
Collapse
Published on
Oct 10, 2016
Read more
Collapse
Pages
216
Read more
Collapse
ISBN
9786020851150
Read more
Collapse
Read more
Collapse
Read more
Collapse
Language
Indonesian
Read more
Collapse
Genres
Fiction / General
Read more
Collapse
Content Protection
This content is DRM protected.
Read more
Collapse
Read Aloud
Available on Android devices
Read more
Collapse

Reading information

Smartphones and Tablets

Install the Google Play Books app for Android and iPad/iPhone. It syncs automatically with your account and allows you to read online or offline wherever you are.

Laptops and Computers

You can read books purchased on Google Play using your computer's web browser.

eReaders and other devices

To read on e-ink devices like the Sony eReader or Barnes & Noble Nook, you'll need to download a file and transfer it to your device. Please follow the detailed Help center instructions to transfer the files to supported eReaders.
Hernowo Hasim terus mengembangkan konsep membaca dan menulis yang tidak standar dan tidak membosankan. Dalam buku ini, dia mengaitkan membaca-menulis dengan cara-cara: memperbaiki kemampuan berkomunikasi, menulis untuk mengalirkan diri, serta bergelut dengan literasi secara nyaman-menyenangkan dan memberdayakan.
Sebuah buku penting untuk mendukung gerakan literasi.
--Haidar Bagir, penulis, pakar pendidikan, dan Presiden Direktur Mizan

Komunikasi memiliki berbagai wajah di era maraknya media sosial seperti saat ini. Komunikasi muncul dalam bentuk visual di Instagram, tayangan bergerak di YouTube, status di Facebook, informasi sangat ringkas yang berseliweran tak kenal henti di Twitter, dan di berbagai bentuk medsos yang lain. Setiap orang ingin menjadi penyampai pesan atau pemberi kabar. Ada kabar yang disampaikan dengan jelas dan ada yang tidak jelas. Ada yang terbata-bata dan ada yang mengalir lancar. Bagaimana menyampaikan pesan yang mengalir di media sosial?

Lewat buku ini, Hernowo Hasim memanfaatkan mengikat makna (sebuah model sinergi empat pilar komunikasi-reading, writing, speaking, listening-dalam satu paket kegiatan) untuk memperbaiki dan meningkatkan kemampuan mengalirkan pesan secara tertulis.

Selain itu, didemonstrasikan pula efek-dahsyat mengikat makna lewat praktik membaca lantang (read aloud) dan membaca ngemil, kemudian menyimak secara aktif (active listening), serta menulis mengalir bebas (free writing) untuk menyirnakan tekanan pikiran dan membuang berbagai emosi negatif.

[Mizan Publishing, Kaifa, Hernowo, Mengikat Makna, Media Sosial, Internet, Indonesia]

©2020 GoogleSite Terms of ServicePrivacyDevelopersArtistsAbout Google|Location: United StatesLanguage: English (United States)
By purchasing this item, you are transacting with Google Payments and agreeing to the Google Payments Terms of Service and Privacy Notice.