PhD Parents' Stories: Menggapai Mimpi Bersama Pasangan Hidup

NEA Publishing
15
Free sample

Siapa bilang pernikahan menghambat perempuan menggapai mimpinya?

Bukankah bersama pasangan hidupmu meraih cita-cita terasa lebih indah?

Bukankah berjuang bersama belahan jiwamu terasa lebih mudah?

 

Siapa bilang muslimah dengan segala identitasnya tidak bisa melanglang buana di negeri barat dengan hiruk pikuk islamophobia-nya?

Bukankah berkelana dengan identitas jilbabnya akan menegaskan bahwa perempuan muslim tidaklah jumud lagi tertinggal?

Bukankah muslimah yang merasakan pendidkan di kampus-kampus terbaik di negeri barat adalah sarana untuk menjawab stigma negatif mereka terdapat islam?

 

Siapa bilang ibu rumah tangga yang punya tugas luar biasa sebagai istri, ibu, dan anak tidak bisa berpendidikan tinggi?

Bukankah darinyalah lahir generasi-generasi tangguh penakluk dunia?

Bukankah teladan para Ummul Mukminin, istri Rasulullah saw adalah penghulu ilmu yang kecerdasannya menguatkan perjuangan suaminya?

 

Buku ini hadir melukis perjuangan sepasang keluarga yang melanjutkan studi S3 (PhD) di Inggris raya. Berbagai hikmah dari memilih pasangan hidup, membangun cita-cita bersama pasangan hidup, dunia parenting, hingga cerita dari mendidik anak di Inggris ditulis dengan bernas di sini.

Bacalah dan nikmati keseruannya.

Read more
Collapse

About the author

Ario Muhammad adalah seorang pemerhati sastra dan puisi yang rutin menulis sejak tahun 2007. Penulis kelahiran Malifut (Halmahera Utara) 14 September 1987 ini, pernah dimuat tulisannya di beberapa situs online dan majalah seperti di situs www.dakwatuna.com dan beberapa majalah di Taiwan (INTAI dan SALAM). Penulis adalah salah satu penggiat FLP Taiwan (2011-2012). Penulis menamatkan sekolah SD di Malifut, Halmahera Utara dan sempat merasakan konflik SARA di tahun 1999-2000. Tahun 2002 penulis lulus dari SMP Negeri 4 Ternate, kemudian di tahun 2005 penulis menamatkan sekolah menengahnya di SMA Negeri 1 Ternate dan melanjutkan kuliahnya di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) jurusan Teknik Sipil. Selama SMA, penulis beberapa kali mewakili propinsi Maluku Utara di berbagai lomba tingkat nasional seperti Lomba Siwa Teladan dan Duta Anak Indonesia.

Lulusan terbaik Fakultas Teknik UMY ini, kemudian mendapatkan beasiswa S2 dari National Taiwan University of Science and Technology (NTUST) dan melanjutkan pendidikan masternya di Taiwan tahun 2009-2011 dan lulus dengan predikat Cumlaude. Ario kemudian berhasil menyelesaikan studi S3-nya (PhD) di University of Bristol, Inggris pada Januari 2018, setelah menempuhnya selama 3 tahun 2 bulan. Saat ini penulis adalah seorang peneliti postdoctoral di School of Earth Science, University of Bristol – UK. Penulis adalah peneliti yang aktif melakukan riset dalam bidang bencana tsunami dan gempa.

Selama menjadi mahasiswa PhD, penulis menerima beberapa penghargaan seperti Colston Research Society Award, Bristol Alumni Foundation Award, Arthur Holmes Travel Grant 2015 dari Geological Society of London dan International Strategic Fund 2015 serta STAREP travel grant dari JICA-Jepang untuk menjadi visiting scholar di Kyoto University (2015 dan 2016). Penulis juga sempat memenangkan sayembara menulis memperingati hari Kartini oleh Pro-U Media pada tahun 2012 dan rutin menuangkan idenya di blog pribadinya http://www.ariomuhammad.com. Saat ini penulis aktif berbagi tulisannya lewat FB  atas nama Ario Muhammad dan IG @ario_muhammad87.

Naskah buku ini adalah buku kelima penulis setelah Buku Notes From England (Elex Media Komputindo, 2017), Inspirasi dari tanah Eropa (Elex Media Komputindo, 2016), Novel Islammu adalah maharku (Elex Media Komputindo 2015), dan sebuah memoir perjalanan hidupnya di Taiwan dalam buku Notes of 1000 days in Taiwan (Diva Press 2013).
Read more
Collapse
4.9
15 total
Loading...

Additional Information

Publisher
NEA Publishing
Read more
Collapse
Published on
Aug 1, 2018
Read more
Collapse
Pages
306
Read more
Collapse
Read more
Collapse
Best For
Read more
Collapse
Language
Indonesian
Read more
Collapse
Content Protection
This content is DRM protected.
Read more
Collapse
Eligible for Family Library

Reading information

Smartphones and Tablets

Install the Google Play Books app for Android and iPad/iPhone. It syncs automatically with your account and allows you to read online or offline wherever you are.

Laptops and Computers

You can read books purchased on Google Play using your computer's web browser.

eReaders and other devices

To read on e-ink devices like the Sony eReader or Barnes & Noble Nook, you'll need to download a file and transfer it to your device. Please follow the detailed Help center instructions to transfer the files to supported eReaders.
Andalusia adalah negeri yang menyejarah, membentang dari selatan Portugal, melebar hingga daratan Spanyol dan meluas hampir 90,000 km persegi.


Di tempat inilah Thariq bin Ziyad menaklukkan pasukan Roderic, sang Penguasa Spanyol dan menancapkan panji-panji Allah hingga tersebar ke penjuru-penjuru Eropa.


Lebih dari 700 tahun lamanya Islam mengukuhkan kekuasaannya di tanah dua negera ini. Melebarkan wilayahnya hingga mencapai Cadiz dan Sevilla di bagian timur, Cordoba di sudut utara, Malaga di sisi selatan, hingga Granada di ujung barat.


Lima abad setelahnya, Dr. Daniel Amastan, seorang sejarahwan dan dosen dari University of Oxford, Inggris memulai ekspedisinya membuka rekaman sejarah Andalusia lewat dukungan dana dari British Academy.


Pria keturunan Barbar-Spanyol dan Oxfrod, Inggris ini adalah titisan lelaki Barbar yang tangguh dan perkasa, penguasa tanah maghribhi (Maroko dan Algeria) ribuan tahun silam.


Ketika menginjakkan kaki di tanah Tangier, Maroko, tempat Musa bin Nusayr --sang Pemimpin Magribhi-- menyiapkan armada kapal untuk perluasan Islam, Dr. Daniel Amastan terbawa kembali ke awal abad 8 masehi setelah bertemu dengan gadis misterius bermata hazel asal Maroko. Namanya, Zaynab an-Nafzawiyyah, titisan Ratu Maroko, istri dari Yusuf ibn Tashfin.


Saat berada di Tangier ribuan tahun yang lalu, Dr. Amastan bertemu dengan tokoh-tokoh penting dalam penaklukkan Andalusia, ada Musa bin Nusayr pemimpinin Ifriqiya dan Maghribhi juga pencetus ide merebut Andalusia, ada Julian si Gubernur Ceuta, Roderic penguasa zalim tanah Spanyol, hingga tentu saja Thariq bin Ziyad Sang Jenderal penakluk Andalusia yang menjadi titisan Dr. Amastan di masa lampau.


Perjalanan sejarahnya terlempar ke masa lalu kemudian berlanjut hingga ke tanah Cordoba dan membelah sejarah menakjubkan Marakesh.


Nikmati keseruan ceritanya dalam novel ini. Anda akan dibawa menikmati lekukan kota Oxford di Inggris, Tangier, Fez dan Marakesh di Maroko, hingga Sevilla, Cordoba, & Granada di Spanyol & bergumul bersama kejayaan Islam di masa lampau.

ISLAMMU ADALAH MAHARKU


Apa jadinya jika cinta harus dibenturkan dengan iman di dada? Saat pesona sang lelaki pujaan menderu hebat di dada seorang wanita, sedangkan dia tak pernah meyakini bahwa Tuhan benar-benar ada.


Bagaimana perjuangan menemukan Tuhan atas nama cinta? Saat syarat untuk bersama dengan wanita yang dicintainya adalah lewat meyakini Tuhan-nya.


Novel ini mengursai kisah perjuangan seorang pemuda Taiwan. Namanya Prof. Chen. Lelaki yang belum genap 30 tahun ini adalah seorang profesor muda di Taiwan Tech. Dikenal jenius, terbukti dengan gelar Doktor-nya di usia yang sangat muda dari MIT, Amerika. Ketampanannya menjadi buah bibir para mahasiswi. Namun iya yakin, TANPA TUHANpun HIDUPNYA BAIK-BAIK SAJA.


Lalu hadirlah Syakila, seorang muslimah asal Indonesia. Perempuan cerdas keturunan ningrat yang menjadi mahasiswa S2 bimbingannya di Taiwan Tech. Perangainya yang santun, akhlaknya yang indah & kecantikannya yang memikat membuat Prof. Chen bertekuk lutut.


Pertemuan mereka yang dimulai dari proses pembimbingan ini ternyata melahirkan perasaan yg tak biasa. Prof Chen tertawan dengan kebaikan Syakila. Mencintai kopi Indonesia buatannya setiap pagi. Juga merindukan senyum Syakila saat kesepian melanda.


Syakila pun merasakan hal yang sama. Pesona seorang prof. Chen merontokkan imannya. Ia terpedaya dengan kecerdasan & ketampanannya.


Namun, masalah utama sedang menghadang penyatuan cinta kedua insan ini. Yaitu IMAN. Bagi Syakila, MEMPERCAYAI ALLAH SEBAGAI TUHAN SEMESTA ALAM adalah SYARAT MUTLAK untuk memilikinya. Sayang, bagi Prof. Chen, TUHAN BUKANLAH ZAT TERPENTING DALAM HIDUPNYA.


Bagaimana perjalanan cinta kedua insan ini? Apakah Syakila rela mempertaruhkan imannya untuk seorang lelaki yang tak percaya dengan Tuhan-nya?


Atau, mungkinkah Prof. Chen mengubur egonya dan mencari keberadaan Tuhan yang tak pernah hadir dalam hidupnya?


Dengan latar belakang negeri Formosa (Taiwan) yang indah, kisah ini terangkum dlm NOVEL IAM.

©2019 GoogleSite Terms of ServicePrivacyDevelopersArtistsAbout Google|Location: United StatesLanguage: English (United States)
By purchasing this item, you are transacting with Google Payments and agreeing to the Google Payments Terms of Service and Privacy Notice.