The Read Aloud Handbook

Noura Books
5
Free sample

Jika hanya diberikan 30 menit untuk berhadapan dengan anak-anak, hal terbaik apa yang bisa Anda lakukan? Tanyakan pada Jim Trelease dan pasti dia akan menjawab, "Membacakan buku dengan nyaring."

Membacakan buku, selain sebagai sumber informasi dan imajinasi, juga mampu mempererat ikatan antara orangtua dan anak. Teknik membaca nyaring (read loud) juga terbukti meningkatkan kemampuan dalam membaca, menulis, berbicara, dan mendengar, serta menambah kegairahan anak-anak dalam belajar apa pun.

Selama lebih dari tiga dekade, buku ini telah membantu jutaan orangtua, guru, dan anak-anak, membuat anak-anak menemukan kenikmatan membaca dan menajdikan mereka seorang pembaca seumur hidupnya.

Kini, buku edisi revisinya dilengkapi dengan hasil penelitian terbaru, termasuk pembelajaran digital yang sesuai dengan perkembangan teknologi saat ini.


[Mizan, Noura Books, Literatur,  Parenting, Hobby, Relationship, Insoirated, Indonesia ]

Read more
Collapse

About the author

Sebelum pensiun pada 2008, Jim Trelease menghabiskan tigap puluh tahun mengarahkan para orangtua, guru, dan pustakawan tentang berbagai subjek baik anak, literatur, dan tantangan multimedia. Sebagai seorang lulusan dari University of Massachusetts, dia seorang seniman yang pernah mendapat penghargaan dan penulis untuk Springfi eld (MA) Daily News dari tahun 1963 sampai 1983.

Awalnya The Read-Aloud Handbook diterbitkan indie pada 1979, hingga kemudian memiliki tujuh edisi AS dan juga edisi UK, Australia, Jepang, Cina, Indonesia, dan Spanyol. Trelease juga editor dari dua antologi read-aloud popular terbitan Penguin: Hey! Listen to This, untuk kelompok usia kelas 4, dan Read All About It! untuk praremaja dan remaja. Pada 2010, penerbit Penguin Books menganugerahkan Read Aloud Handbooks sebagai satu dari 75 buku paling penting yang pernah diterbitkan dalam sejarah 75 tahun penerbit Penguin. Sebagai ayah dari dua orang anak yang telah dewasa, dia tinggal di Enfi eld, Connecticut, bersama istrinya, Susan. Meskipun Trelease acapkali menegur para ayah di AS karena terlalu terobsesi terhadap olahraga, ternyata, belum lama ini, secara tidak sengaja diketemukan bahwa dialah satu-satunya yang memiliki rekaman pertandingan bola basket NBA tahun 1961 ketika Wilt Chamberlain mencetak 100 angka.

Kunjungi lamannya di www.trelease-on-reading.com, untuk cerita lengkapnya.

Berbagai kuliah yang diberikan Jim Trelease tersedia baik dalam bentuk DVD atau CD. Untuk informasi kunjungi laman Internetnya.



Read more
Collapse
4.0
5 total
Loading...

Additional Information

Publisher
Noura Books
Read more
Collapse
Published on
Oct 6, 2017
Read more
Collapse
Pages
380
Read more
Collapse
ISBN
9786023852765
Read more
Collapse
Read more
Collapse
Read more
Collapse
Language
Indonesian
Read more
Collapse
Genres
Family & Relationships / Parenting / Parent & Adult Child
Read more
Collapse
Content Protection
This content is DRM protected.
Read more
Collapse
Read Aloud
Available on Android devices
Read more
Collapse

Reading information

Smartphones and Tablets

Install the Google Play Books app for Android and iPad/iPhone. It syncs automatically with your account and allows you to read online or offline wherever you are.

Laptops and Computers

You can read books purchased on Google Play using your computer's web browser.

eReaders and other devices

To read on e-ink devices like the Sony eReader or Barnes & Noble Nook, you'll need to download a file and transfer it to your device. Please follow the detailed Help center instructions to transfer the files to supported eReaders.
Ketika melahirkan putra keduanya, Izzan, Yanti menyadari bahwa jalan hidupnya akan berbeda. Anak ini nyaris kehilangan nyawa saat lahir akibat alergi parah yang diderita ibunya. Ketika berusia 4 minggu, dokter menemukan bahwa katup lambung Izzan tak mau menutup. Izzan pun harus menghabiskan masa batitanya dari satu terapi pengobatan ke terapi lainnya.
Ketabahan Yanti rupanya terus diuji. Seiring tumbuh kembangnya, Izzan menunjukkan bahwa dirinya adalah anak yang hanya mau berkomunikasi atas keinginannya sendiri, selalu menghancurkan permainan edukatif, merusak hampir seluruh peralatan elektronika, serta tidak pernah mau diam jika dibacakan sebuah cerita. Oleh psikolog, Izzan mendapat berbagai diagnosis psikologis, mulai dari hiperaktif, autism spektrum disorder, aspeger syndrom, gangguan sensori integrasi, dan gangguan mobilitas.
Di sisi lain, kecerdasan Izzan meningkat pesat. Pada usia 6 tahun 8 bulan ia telah mampu mengerjakan materi matematika yang setara untuk anak usia 15 tahun. Izzan bahkan berhasil menemukan rumus-rumus matematika lewat observasinya sendiri, tanpa sedikit pun pernah mengakses buku teks tentang petunjuk-petunjuk rumus tersebut.

Di tengah anggapan masyarakat umum yang cenderung menilai negatif anak hiperaktif, Yanti mencoba melakukan pendekatan berbeda. Alih-alih memaksakan Izzan mengikuti kurikulum sekolah formal, Yanti mencoba menerapkan metode discovery dan experiental learning. Dengan detail, Yanti menstimulus kecerdasan Izzan dengan melakukan observasi dan fokus pada pembelajaran-pembelajaran yang paling menarik minatnya. Yanti percaya bahwa cara Izzan "melihat dunia" tidaklah sama dengan kebanyakan orang. Izzan melihat dengan cara yang luar biasa.

[Mizan, Bentang Pustaka, Parenting, Anak, Orangtua, Keluarga, Indonesia]

Seri Parenting Bentang

Parenting adalah (salah satu) ?profesi? terpenting di planet bumi! Anehnya, banyak orang menganggapnya sebagai sesuatu yang bisa dikerjakan secara sambil lalu, alamiah, tanpa merasa perlu belajar. Seakan-akan ini semacam pekerjaan remeh-temeh yang bisa dilakukan sekadarnya dan tanpa memerlukan pemikiran dan tindakan yang serius. Tidak mengherankan apabila sekarang kita menghadapi berbagai persoalan yang serius tentang anak-anak kita. Bukankah saban hari kita disodori berita-berita ?menyeramkan?seputar anak-anak di sekitar kita-dari perkelahian antar-pelajar, kekurangajaran sikap, permesuman, hingga tindak kriminalitas.

Padahal, seperti halnya ?profesi? penting lainnya----sebutlah dokter, bankir, insinyur, manajer, petani, dll---menjadi orangtua memerlukan pengetahuan, bahkan pengetahuan yang serba ada dan serba bisa. Betapa tidak, orangtua kadang-kadang mesti berperan sebagai manajer, psikolog, guru, teman curhat, juga asisten serbabisa dan juru bayar! Maka, tentu saja, menjadi orangtua tidak sesederhana yang dibayangkan oleh kebanyakan orang.

Penulis buku ini ingin berbagi pengalaman dan pengetahuan tentang bagaimana menghadapi anak, bukan hanya sebagai objek yang hendak diarahkan sesuai dengan cita-cita dan keinginan orangtua, melainkan sebagai subjek yang memiliki perasaan, pemikiran, dan kesadaran yang unik dan berpotensi luar biasa. Yang dikehendaki, tentunya, adalah anak-anak yang dapat mengeksplorasi kemampuan dan potensinya secara optimal; anak yang bahagia dan membahagiakan bagi dirinya sendiri, orangtua, sesama insan, sesama makhluk, dan Penciptanya. [Mizan, Kaifa, Family, Inspirasi, Indonesia]
©2019 GoogleSite Terms of ServicePrivacyDevelopersArtistsAbout Google|Location: United StatesLanguage: English (United States)
By purchasing this item, you are transacting with Google Payments and agreeing to the Google Payments Terms of Service and Privacy Notice.