We Have Always Lived in the Castle

Mizan Qanita
1
Free sample

Enam tahun lalu, semangkuk gula yang dibubuhi racun arsenik menewaskan seluruh anggota keluarga Blackwood kecuali dua orang putri, Constance dan Merricat, serta paman mereka, Julian. Constance, sang putri tertua, lolos dari tuduhan pembunuhan, tapi para penduduk desa tak percaya dan mengucilkan keluarga ini. Dua bersaudari dan sang paman pun hidup dalam isolasi dan kesendirian.


Suatu hari datanglah seorang pria bernama Charles yang mengaku sebagai sepupu jauh. Dengan pesona dan karismanya, Charles menjalin keakraban dengan Constance dan Paman Julian. Hanya Merricat yang tetap menjaga jarak dan curiga bahwa dibalik senyum manisnya, Charles hanya ingin menguasai harta keluarga Blackwood. Tapi bagaimana Merricat bisa menyadarkan kakak dan pamannya yang sudah terpesona oleh Charles? Merricat bertekad untuk mengusir Charles meski risikonya adalah Merricat sendiri yang akan tersingkir dari kediaman Blackwood.


Setelah The Haunting of Hill House, Qanita mempersembahkan We Have Always Live in the Castle, satu lagi horror thriller dari penulis klasik Shirley Jackson, Ratu Horor Gothik Amerika yang telah memengaruhi banyak penulis modern Amerika, termasuk Neil Gaiman dan Stephen King. Membawa pembaca dalam labirin gelap jiwa, We Have Always Lived in the Castle mengisahkan tentang penyimpangan, isolasi, niat membunuh dan perjuangan untuk keluar dari lingkaran setan tak berkesudahan, tak heran apabila buku ini  terpilih sebagai salah satu dari sepuluh novel terbaik versi majalah Time. Setelah diadaptasi menjadi pertunjukan drama pada 1966, kini novel ini akan diangkat ke layar lebar dan dibintangi oleh Sebastian Stan, Taissa Farmiga, Alexandra Daddario, dan  Crispin Glover.


[Mizan, Mizan Publishing, Qanita, Novel, Fiksi, Horor, Misteri, Remaja, Dewasa, Indonesia]


Read more
Collapse

About the author

Shirley Jackson lahir di San Francisco pada 1916. Dia pertama kali dikenal secara luas dan mendapat pengakuan untuk cerpennya The Lottery yang terbit pada 1949. Novel-novelnya—termasuk The Sundial, The Bird’s Nest, Hangsaman, The Road through the Wall, The Haunting of Hill House (terjemahan Indonesianya diterbitkan oleh Penerbit Qanita pada 2017), dan We Have Always Lived in The Castle—memiliki ciri khas berupa seting yang realistis untuk kisah-kisah yang sering kali mengandung unsur-unsur horor dan mistik. Dia meninggal pada 1965.

Read more
Collapse
5.0
1 total
Loading...

Additional Information

Publisher
Mizan Qanita
Read more
Collapse
Published on
Jun 29, 2018
Read more
Collapse
Pages
272
Read more
Collapse
ISBN
9786024021177
Read more
Collapse
Read more
Collapse
Read more
Collapse
Language
Indonesian
Read more
Collapse
Genres
Fiction / Horror
Read more
Collapse
Content Protection
This content is DRM protected.
Read more
Collapse
Read Aloud
Available on Android devices
Read more
Collapse

Reading information

Smartphones and Tablets

Install the Google Play Books app for Android and iPad/iPhone. It syncs automatically with your account and allows you to read online or offline wherever you are.

Laptops and Computers

You can read books purchased on Google Play using your computer's web browser.

eReaders and other devices

To read on e-ink devices like the Sony eReader or Barnes & Noble Nook, you'll need to download a file and transfer it to your device. Please follow the detailed Help center instructions to transfer the files to supported eReaders.
©2019 GoogleSite Terms of ServicePrivacyDevelopersArtistsAbout Google|Location: United StatesLanguage: English (United States)
By purchasing this item, you are transacting with Google Payments and agreeing to the Google Payments Terms of Service and Privacy Notice.