Di tengah kehangatan rumah orang tua dan sunyi sawah yang tak banyak berubah, Kamal dipaksa menghadapi masa lalu yang ia tinggalkan demi mimpi. Kenangan tentang surau kecil, kebersamaan dalam mengaji, serta cinta yang tumbuh tanpa banyak kata perlahan bangkit, menantangnya untuk memilih. Mempertahankan perasaan yang masih tersisa, atau belajar mengikhlaskan dengan cara yang lebih dewasa.
Cintaku di Ujung Persimpangan adalah novel tentang cinta pertama yang tak lekang oleh waktu, tentang pulang yang tak selalu berarti kembali memiliki, dan tentang keberanian berdamai dengan kenangan. Dituturkan dengan bahasa yang hangat, puitis, dan menyentuh, novel ini mengajak pembaca menyusuri jalan sunyi antara harapan dan keikhlasan. Tempat cinta diuji, dan hati belajar menerima.