Finchickup 2: Financial Check Up for Investment Dummies

Bentang B first
17
Free sample

When people busy talking, you should be busy making your dreams come true. But how? Really.

Lah, ini aja masih stres melulu sama kondisi keuangan tiap akhir bulan. Pengin merapikan keuangan dan mulai investasi yang aman plus menguntungkan, tapi bingung harus mulai dari mana?

Let's cut the case. Buku ini akan mengupas dan menggali segala yang perlu kita tahu tentang dasar-dasar, sebelum dan selama berinvestasi. Kita akan sama-sama belajar dari nol tentang:

- Mengenali profil risiko dan kondisi kesehatan keuangan saat ini
- Memetakan tujuan keuangan dari segi prioritas sebagai fondasi awal sebelum berinvestasi.
- Action! Terjun sambil belajar dari pengalaman mereka yang sempat gagal.
- Mengetahui peluang berinvestasi lewat saham dan Obligasi Pemerintah
- Cara memilih jasa asuransi yang tepat guna.
- Disiplin dalam membayar pajak. Cek panduan lengkap pelaporan SPT di buku ini. No ribet, no drama!

[Mizan, Bentang Pustaka, Bfirst, Ekonomi, Finansial, Bisnis, Muda, Usaha, Indonesia]

Read more
Collapse

About the author

FARAH DINI NOVITA atau yang biasa dipanggil Dini adalah Vice CEO dan founding partner di Janus, perusahaan perencana keuangan independen.

Dini memulai kariernya sebagai perencana keuangan setelah lulus kuliah. Pada 2013, Dini bergabung dengan para partner-nya, yakni Aakar, Indah, dan Marlina untuk bersama-sama mengembangkan Janus.

Dini mulai sharing tentang perencanaan keuangan di blog pada Februari 2010. Sejak saat itu blog www.fin-chick-up.com mulai dilirik masyarakat dan pernah diulas di beberapa media cetak. Inspired by that blog, buku pertama Finchickup pun diterbitkan pada 2014.

Dini adalah lulusan dari The University of Nottingham, Malaysia, dengan Jurusan International Business Management. Setelah lulus, rasa penasarannya dengan dunia investasi membuatnya mengambil sertifikasi perencana keuangan dari International Association of Registered Financial Consultant (IARFC) pada 2009. Pada 2013, Dini mengambil sertifikasi Certified Financial Planner (CFP) dari Financial Planning Standard Board (FPSB).

Tidak hanya di blog, Dini juga sering dijadikan narasumber di berbagai media cetak, seperti Bisnis Indonesia, Kontan, Joy Magazine, Wanita Indonesia, Intisari, dan sebagainya. Dini juga merupakan kontributor tetap majalah Women’s Obsession.

Misinya dari awal tidak pernah berubah, yaitu meningkatkan financial literacy untuk masyarakat, terutama kaum perempuan.

Read more
Collapse
4.9
17 total
Loading...

Additional Information

Publisher
Bentang B first
Read more
Collapse
Published on
Mar 14, 2017
Read more
Collapse
Pages
204
Read more
Collapse
ISBN
9786024260255
Read more
Collapse
Read more
Collapse
Read more
Collapse
Language
Indonesian
Read more
Collapse
Genres
Business & Economics / Finance / General
Read more
Collapse
Content Protection
This content is DRM protected.
Read more
Collapse
Read Aloud
Available on Android devices
Read more
Collapse

Reading information

Smartphones and Tablets

Install the Google Play Books app for Android and iPad/iPhone. It syncs automatically with your account and allows you to read online or offline wherever you are.

Laptops and Computers

You can read books purchased on Google Play using your computer's web browser.

eReaders and other devices

To read on e-ink devices like the Sony eReader or Barnes & Noble Nook, you'll need to download a file and transfer it to your device. Please follow the detailed Help center instructions to transfer the files to supported eReaders.
Restrukturisasi dan penghapusan kredit macet telah lazim dilakukan di dunia perbankan. Akan tetapi, dalam praktiknya masih ada diskriminasi karena fasilitas semacam ini lebih banyak diberikan kepada debitur besar. Debitur mikro dan debitur kecil yang kebanyakan nilai agunannya jauh lebih besar dibandingkan nilai kreditnya justru sering kali tidak diberi fasilitas tersebut. Mereka lebih sering dipaksa melunasi kredit yang macet secara tunai atau melalui pelelangan agunan yang dipaksakan. Hal tersebut seharusnya tidak boleh terjadi. Dalam penjelasan Pasal 8 Ayat (2) huruf e UU 10/ 1998 tentang Perbankan, secara jelas diatur tentang larangan diskriminasi dalam pemberian kredit perbankan. Restrukturisasi kredit-sesuai PBI 7/ 2005 Pasal 1 angka 25-merupakan upaya perbaikan yang dilakukan bank dalam kegiatan perkreditan terhadap debitur yang mengalami kesulitan untuk memenuhi kewajibannya, yang dilakukan antara lain melalui: (a) penurunan suku bunga kredit, (b) perpanjangan jangka waktu kredit, (c) pengurangan tunggakan bunga kredit, (d) pengurangan tunggakan pokok kredit, (e) penambahan fasilitas kredit, dan (f) konversi kredit menjadi penyertaan modal sementara. Restrukturisasi kredit umumnya diarahkan untuk menyelamatkan kredit bermasalah (kredit kurang lancar, kredit diragukan, dan kredit macet). Kebanyakan nasabah debitur, khususnya debitur mikro dan debitur kecil, tidak tahu tentang seluk-beluk pemberian fasilitas restrukturisasi dan penghapusan kredit macet di perbankan. Akibatnya mereka memiliki kedudukan yang lebih lemah dan sering kali kesulitan mengakses fasilitas tersebut. Padahal, kedua fasilitas tersebut telah diatur dalam Peraturan Bank Indonesia atau PBI 7/ 2005. Di samping itu, Pemerintah juga telah mengeluarkan PP 14/ 2005 dan PP 33/ 2006 yang antara lain mengatur program penghapusan kredit macet di bank BUMN. Melalui PP 14/ 2005 dan PMK 31/ 2005, debitur UMKM di bank BUMN mendapatkan fasilitas hapus tagih disertai pemberian potongan pokok utang hingga 50%% (jika masih punya jaminan kebendaan) dan 15%% (jika sudah tidak punya jaminan kebendaan). Pimpinan bank BUMN juga menjanjikan potongan pokok hutang 25%% bagi debitor kredit macet yang harus diselesaikan melalui PP 33/ 2006. Penyelesaian kredit macet di bank BUMN melalui PP 14/ 2005 menggunakan ?mekanisme negara? sehingga masih melibatkan PUPN. Di lain pihak, PP 33/ 2006 sudah menggunakan ?mekanisme korporasi? sehingga bank BUMN dapat menyelesaikan kredit macet secara mandiri tanpa melibatkan PUPN. Restrukturisasi dan penghapusan kredit macet merupakan tindakan yang sudah lazim dilakukan di kalangan perbankan untuk menurunkan rasio kredit bermasalah (non- performing loan) agar tingkat kesehatan bank tetap terjaga dengan baik. Meskipun demikian, program restrukturisasi dan penghapusan kredit macet harus dilaksanakan secara benar sesuai aturan hukum yang berlaku agar tidak sampai menimbulkan moral hazard yang dapat merugikan pihak bank, debitor, dan masyarakat. Di masa kini, restrukturisasi dan penghapusan kredit macet secara umum telah diatur secara jelas dalam UU Perbankan (UU 10/1998), Peraturan Bank Indonesia (PBI 7/2005), dan dalam pedoman perkreditan di masing-masing bank. Penghapusan (write-off) terhadap kredit macet adalah bagian tak terpisahkan dari manajemen risiko penyaluran kredit perbankan. Penghapusan kredit macet terdiri atas dua tahap, yaitu : (a) Hapus buku atau penghapusan secara bersyarat atau conditional write-off, dan (b) Hapus tagih atau penghapusan secara mutlak atau absolute write-off. Dalam program hapus buku, portofolio kredit macet dikeluarkan dari pembukuan bank, namun pihak bank masih tetap melakukan penagihan atas kredit macet tersebut. Jika program hapus buku tidak berhasil dan proses penagihan sulit dilakukan, maka manajemen bank dapat membuat program hapus tagih sehingga portofolio kredit macet tersebut tidak perlu ditagih lagi. Hapus buku dan hapus tagih terhadap kredit macet baru boleh dilaksanakan jika pihak bank telah berupaya keras
©2019 GoogleSite Terms of ServicePrivacyDevelopersArtistsAbout Google|Location: United StatesLanguage: English (United States)
By purchasing this item, you are transacting with Google Payments and agreeing to the Google Payments Terms of Service and Privacy Notice.