BERSAHABAT DENGAN NYAMUK: Jurus Jitu Atasi Penyakit Bersumber Nyamuk

Arda Publishing House
1
Free sample

RAHASIA apa di balik penciptaan seekor nyamuk? Secara biologi, nyamuk itu tergolong serangga yang memiliki sifat spesifik dan adaktif tinggal bersama manusia. Nyamuk ini menjadi sorotan manusia, manakala ia telah membikin ulah. Sekali berulah, misalnya menyebarnya kasus demam berdarah dengue (DBD), malaria, filariasis dan chikungunya di suatu daerah, maka semua orang dibuat takut dan gelisah.

Ibarat seorang sahabat, nyamuk hidup begitu dekat dan berdampingan dengan manusia. Mereka siap kapan saja berkunjung dan bertamu ke rumah manusia. Bedanya dengan manusia, bila sahabat kita yang berkunjung biasanya membawa makanan, nyamuk bila bertamu justru akan mengganggu kita melalui bunyi kepakan sayapnya dan gigitan saat mengisap darah.

Atas dasar itulah, sesungguhnya kita dapat mencegah kehadiran nyamuk. Caranya? Dengan memahami (bersahabat) kebiasaan dan perilaku nyamuk itu sendiri. Misalnya, bagaimana cara nyamuk bertelur, berubah dari telur ke jentik, pupa, dan menjadi dewasa. Termasuk di dalamnya, bagaimana kebiasaan nyamuk-nyamuk itu menggigit dan mengisap darah manusia.

Nyamuk ini sebagai perantara penyebaran penyakit. Misalnya, penyakit DBD disebabkan virus dengue; malaria oleh Plasmodium spp.; filariasis penyebabnya cacing filaria; dan chikungunya penyebabnya adalah virus chikungunya.

Fakta tersebut mengajarkan agar kita tidak boleh meremehkan nyamuk. Ia merupakan bahasa kehidupan. Keberadaannya akan memberi banyak arti bagi mereka yang mau belajar darinya.

Untuk itu, semakin kita bersahabat dengan nyamuk, maka paling tidak kita mampu memahami habitat dan kebiasaannya, sehingga kita dapat menghindari penyakit yang dibawanya. Seputar dunia nyamuk, inilah isi yang ditawarkan dari buku ”BERSAHABAT DENGAN NYAMUK: Jurus Jitu Atasi Penyakit Bersumber Nyamuk.”

Read more
Collapse

About the author

Arda Dinata, lahir di Indramayu, 28 Oktober 1973. Untuk memenuhi rasa haus akan ilmu pengetahuan, ia ini terus mengasah kebiasaan hobi hariannya dengan kegiatan membaca dan menulis sampai sekarang. Kegiatan hobinya dalam tulis-menulis, ia tekuni sejak duduk di bangku SMA Negeri 3 Indramayu.

Berkat kebiasaannya dalam dunia tulis-menulis itu, telah mengantarkannya menjadi: Dosen di Akademi Kesehatan Lingkungan (AKL) Kutamaya Bandung (1996 s.d. 2004); Reporter Majalah Bina Diknakes Jakarta (1997 s.d. 2001); Kontributor Jurnal MQ dan Tabloid MQ Bandung (2001-2003); Redaksi Majalah INDAGO Bandung (2003 s.d. 2004); Pemimpin Redaksi Majalah Kesehatan INSIDE (2006 s.d. 2013); Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Peneliti di Loka Litbang Pemberantasan Penyakit Bersumber Binatang (P2B2), Balitbangkes Kementerian Kesehatan R.I. (2005 s.d. sekarang); Penulis Lepas, Pendiri dan Pengelola Majelis Inspirasi Al-Quran dan Realitas Alam (MIQRA), Indonesia.

Arda Dinata telah menulis beberapa buku, diantaranya:

·         Pernikahan Berkalung Pahala: Referensi Perkawinan Berkah & Pilar-Pilar Menggapai Rumah Tangga Menuju Surga Perkawinan;

·         Menghampiri Cinta Allah: 6 Langkah Membangkitkan Pola Pikir Sukses dan Solutif Hidup Anda;

·         Bahagia Menjadi Orang Biasa: 10 Langkah Membangkitkan Nikmat dan Perilaku Bahagia Hidup Anda;

·         Bermesraan dengan Kebaikan: Rahasia Membangun Kebaikan, Kesuksesan, Kebahagiaan, dan Perilaku Bijak Menuju Kehidupan Yang Lebih Baik;

·         Bersahabat dengan Nyamuk: Jurus Jitu Terhindar dari Penyakit Nyamuk;

·         Rahasia Daya Tahan Hidup Nyamuk Demam Berdarah: Cara Cerdas Mengenal Aedes aegypti dan Kiat Sukses Pengendalian Vektor DBD;

·         Rumah Sehat Jubata: Radakng;

·         Randei, Petala Manusia Barus: Afirmasi Kesehatan Ibu dan Anak;

·         Teknik Penulisan Artikel Kesehatan: Kiat Menulis Artikel Kesehatan Yang Dimuat di Koran dan Majalah;

·         Strategi Sukses Produktif Menulis: Lautan Inspirasi Yang Memotivasi Anda Menjadi Penulis Kreatif, Produktif dan Sukses;

·         Menciptakan Mesin Uang dengan Menulis: Tips Menjadi Kaya dengan Menulis Artikel


Read more
Collapse
5.0
1 total
Loading...

Additional Information

Publisher
Arda Publishing House
Read more
Collapse
Pages
218
Read more
Collapse
Read more
Collapse
Best For
Read more
Collapse
Language
Indonesian
Read more
Collapse
Genres
Medical / Public Health
Political Science / Public Policy / Environmental Policy
Science / Environmental Science
Science / Life Sciences / Biological Diversity
Technology & Engineering / Pest Control
Read more
Collapse
Content Protection
This content is DRM protected.
Read more
Collapse

Reading information

Smartphones and Tablets

Install the Google Play Books app for Android and iPad/iPhone. It syncs automatically with your account and allows you to read online or offline wherever you are.

Laptops and Computers

You can read books purchased on Google Play using your computer's web browser.

eReaders and other devices

To read on e-ink devices like the Sony eReader or Barnes & Noble Nook, you'll need to download a file and transfer it to your device. Please follow the detailed Help center instructions to transfer the files to supported eReaders.
Pemerintah Indonesia sudah dengan tanggap memberikan respon kebijakan terhadap perubahan iklim/skema REDD, baik di dalam rencana pembangunan berupa program pembangunan maupun pelaksananan kebijakannya: membuat aturan khusus, membentuk lembaga baru dan memberikan alokasi

Tapi respon cepat itu tidak dibarengi dengan pelaksanaan di lapangan. Kesenjangan antara apa yang direncanakan dengan apa yang akan dilaksanakan memang terlihat. Kesenjangan itu tidak hanya hadir ketika dibandingkan antara perencanaan dengan implementasi kebijakan, tetapi juga muncul di dalam masing-masing bentuk 3 kebijakan di atas, terutam dalam hal kebijakan alokasi anggaran. Masalah utamanya tetap klasik: lemahnya koordinasi antar sektor, manajemen dana yang tidak efesien, kompetisi antar instansi dan antar pemerintahan (pusat – daerah).anggaran.Respon hadir dalam tiga bentuk: pertama, Pemerintah Indonesia mengalokasikan sumber daya untuk menciptakan kebijakan yang sama sekali belum dikenal sebelumnya yang semata-mata ditujukan untuk mengatur hal baru sebagaimana tampak dalam pembuatan aturan dan kelembagaan terkait CDM atau REDD. Kedua, menyelaraskan kebijakan yang sudah ada dengan prioritas baru pengendalian perubahan iklim/REDD (misal, penanggulangan kebakaran hutan/lahan). Ketiga, pemerintah tidak mengatur tegas soal itu, yang bisa ditelusuri dari tidak adanya peraturan perundangan yang mengaturnya, namun kenyataannya tetap dilaksanakan, seperti dalam soal penerimaan hutang luar negeri.

Masalah klasik tersebut dapat menjadi penghalang besar tanggung jawab negara dalam memenuhi dan melindungi hak-hak masyarakat adat/lokal, yang menjadi penerima dampak terbesar baik dalam skema REDD. Halangan itu hadir dalam bentuk pengakuan masyarakat adat masih minim yang terkait dengan soal tenurial masyarakat adat, pemberian akses yang tidak disertai dengan perubahan kebijakan yang lebih berorientasi kepada masyarakat adat, termasuk dalam alokasi pemanfaatan hutan, serta pembagian keuntungan dalam skema REDD yang ditentukan oleh pihak lain dan merugikan.

Surga Perkawinan

SURGA dan perkawinan merupakan dua kata yang membahagiakan. Surga yang seluas langit dan bumi itu akan diwariskan kepada orang-orang yang bertakwa, beriman dan beramal kebaikan. Untuk itu, menghadirkan surga dalam perkawinan tentu bukan merupakan suatu cita-cita yang berlebihan. Pasalnya, perkawinan itu sendiri merupakan amal kebaikan, karena didalamnya bernilai ibadah kepada Allah SWT.

Dengan kata lain, surga itu merupakan negeri impian bagi orang-orang beriman. Keberadaan surga telah melahirkan motivasi bagi manusia untuk mencapai keindahan, kedamaian dan keagungan yang sejati. Kehadirannya membuat kehidupan manusia lebih bergairah. Untuk itu, mari hadirkan nuansa surgawi ini dalam membangun ikatan perkawinan.

Menghadirkan surga perkawinan berarti tiap-tiap pasangan harus mampu untuk menciptakan kehidupan perkawinannya dengan balutan perilaku pernikahan yang diselimuti keindahan, kedamaian dan keagungan. Untuk mencapai kondisi ini, maka kita diharuskan untuk membangun budaya cinta kasih dalam kehidupan rumah tangga. Jadikanlah setiap hari ada cinta. Mengapa? Karena menurut Kahlil Gibran, “Hidup tanpa cinta bagaikan sebatang pohon yang kokoh berdiri namun dahannya kering, tanpa dihiasi buah ataupun bunga.”

Menghadirkan atmosfir surga perkawinan dalam rumah tangga ini merupakan tugas dari tiap-tiap pasangan perkawinan. Dalam bahasa lain, kondisi keindahan, kedamaian dan kenyamanan dalam keluarga ini hanya dapat dibangun secara bersama-sama. Yaitu melalui proses panjang untuk saling menemukan kekurangan dan kelebihan masing-masing. Sehingga diharapkan tiap anggota keluarga akan menemukan ruang kehidupan yang mungkin sebelumnya tidak pernah dibayangkan. Itulah sebabnya, mengapa dalam membangun ikatan keluarga itu pada dasarnya adalah proses pembelajaran untuk menemukan formula yang lebih tepat bagi kedua belah pihak, baik suami dengan istri, maupun anak-anak dan orang tua.

©2019 GoogleSite Terms of ServicePrivacyDevelopersArtistsAbout Google|Location: United StatesLanguage: English (United States)
By purchasing this item, you are transacting with Google Payments and agreeing to the Google Payments Terms of Service and Privacy Notice.