Invasi Sekutu ke Jepang 1945 adalah permainan strategi berbasis giliran yang berlatar teater Pasifik, memodelkan operasi Perang Dunia II yang direncanakan tetapi tidak terlaksana. Dari Joni Nuutinen: oleh seorang pemain wargame untuk para pemain wargame sejak 2011. Versi terbaru dirilis pada Januari 2026.
Skenario ini mencakup Operasi Olympic (pendaratan di Kyushu), yang merupakan bagian pertama dari Operasi Downfall (invasi ke Jepang). Bagian kedua, Operasi Coronet, seharusnya berlangsung pada tahun 1946.
Dalam kampanye ini, Anda memimpin pasukan amfibi AS yang bertugas merebut Kyushu, pulau paling selatan dari kepulauan Jepang, untuk mempersiapkan tahap kedua Operasi Downfall.
Geografi Jepang telah memaksa Sekutu untuk memilih strategi yang dapat diprediksi, dan Jepang telah mempersiapkan pasukannya dengan baik untuk menghadapi serangan Amerika. Untuk mempertahankan Kyushu, Jepang berencana untuk mengerahkan sebagian besar pasukannya, serta sejumlah besar unit tempur lokal dan sisa kekuatan angkatan lautnya. Fakta bahwa Jepang mulai kekurangan persediaan diimbangi oleh jarak pasokan yang luar biasa jauh yang harus dihadapi sekutu, belum lagi pesawat kamikaze dan kapal selam mini.
FITUR:
+ Berkat variasi bawaan yang sangat banyak dan AI unik game ini, setiap permainan memberikan pengalaman bermain perang yang berbeda.
+ Pengaturan: Banyak pilihan tersedia untuk mengubah nuansa pengalaman bermain game: Ubah tingkat kesulitan, ukuran heksagon, kecepatan animasi, pilih set ikon untuk unit (NATO atau ASLI) dan kota (Bulat, Perisai, Persegi, blok rumah), tentukan apa yang digambar di peta, cuaca dan badai, dan masih banyak lagi.
"Prajurit Jepang adalah prajurit yang hebat. Ia terlatih dengan baik, dilengkapi dengan baik, dan sangat mahir bertempur di hutan dan pegunungan. Ia juga disiplin dan fanatik, dan ia akan bertempur sampai akhir. Tentara Jepang juga sangat terorganisir dan dipimpin dengan baik. Mereka memiliki pemahaman yang jelas tentang tujuan mereka dan selalu siap untuk menyesuaikan taktik mereka untuk menghadapi situasi yang berubah." -- Jenderal William Slim dalam bukunya "Kekalahan Menjadi Kemenangan"
--