"Kau ini apa? Bagaimana kau bisa masuk?"
"Tentu saja aku masuk lewat cerobong asap. Aku Sinterklas!"
Suatu hari, Sinterklas tiba-tiba muncul di hadapan sang tokoh utama, yang sedang bersantai di sudut kamarnya.
Melalui pertemuan yang aneh namun mengharukan ini, sang tokoh utama menghadapi emosi-emosi yang terlupakan.
Waktu yang dihabiskan untuk bertahan sendirian,
hati yang beku,
keberanian untuk memulai lagi.
Sebuah novel visual emosional tentang mendapatkan kembali barang-barang yang hilang, satu per satu.
Jika Kau Masih Memiliki Sinterklas.