Ebooks

This book learns about developing web services based on REST architecture using Deno. Deno is the latest server runtime environment for typescript and javascript in addition to node.js which is well known to date. Yes, deno was created by Ryan Dahl who created node.js itself, will deno be the next node.js successor? Of course there are reasons behind developing a new runtime for executing typescript and javascript.


Architecturally, for deno runtime javascript it still uses Google Engine V8 just like the previous node.js, but this time the deno was built using Rust and TypeScript languages, while node.js was built with C ++ and JavaScript. For asynchronous runtime and event driven deno use the open source library, Tokio. Deno support typescript built-in or out of the box in the sense can be used directly without having to first configure settings, unlike node.js. The use of javascript is also supported in addition to typescript. Deno is more secure than node.js, because by default deno cannot access files, environment access, network, without explicit declaration.


What is discussed in this book? Here are the points:


- Introduction and installation of deno along with visual studio code as a code editor

- Use standard modules for http servers

- Use of third party modules such as oak to handle requests, responses, and routing

- Creating a controller and routing for CRUD functionality for the postgresql database

- Using Denon to automate the compilation and deno project running

- Implementation of middleware for authentication

- Implement bcrypt module for password hashing

- Implementation of authentication using JWT

- Implementation of https server

- Refactoring module

- Repository pattern

- Access user defined functions and stored procedures in postgresql

- Bundling project

- The use of PM2 as monitoring tools

- The use of denoDB ORM


Hopefully this book can be another alternative as a source of learning exercises, tutorials, or references for those who want to learn Deno programming.

This book discusses the development of API Services using GraphQL on top of the ASP.NET Core framework. GraphQL is a language for querying or manipulating resources or data against data sources such as databases. In addition, graphql also provides a runtime for processing queries and other graphql objects. The language and runtime were originally built by Facebook in 2012 to be used internally. In 2015 graphql began to be published in open source to the public. GraphQL provides another alternative for developing api services besides those based on REST. Several leading companies including Facebook itself already use graphql such as github, pinterest, airbnb, paypal, twitter, and others.


There are several things that distinguish graphql from rest services, including:

- GraphQL provides data according to your needs, nothing less and nothing more. Output data properties or columns can be determined dynamically, in contrast to rest services that have determined data from any column to be displayed.

- GraphQL provides one endpoint for all resources or all data provided, in contrast to rest api that provides resources or data through multiple endpoints or multiple controllers.

- The data response displayed from graphql will be structurally the same as the data structure requested by the client.

- GraphQL can provide multiple resources or data in one request. Rest services should provide it with multiple urls.

The topics described in this book start from the explanation of graphql & asp.net core architecture; installation of the necessary libraries; creation of asp.net core web in visual studio; use of ef core for database access sql server & postgresql; use of queries and mutations; use of tools for graphql access; use of logging and data loaders; real-time services with subscription; implementation of asp.net core identity; use of jwt authentication; deployment; and many more.


The discussion in this book is carried out in stages, so that it is hoped that after studying it, readers will have sufficient skills or abilities to build GraphQL-based services with ASP.NET Core according to the needs in the field.


Hopefully this book can be another alternative as a learning resource for exercises, tutorials, or a reference for those who want to learn the backend programming of GraphQL API Services with ASP.NET Core that is connected to SQL Server and PostgreSQL databases.

Buku ini membahas tentang pengembangan API Services menggunakan GraphQL di atas framework ASP.NET Core. GraphQL merupakan sebuah bahasa untuk melakukan query atau manipulasi resource atau data terhadap sumber data seperti database. Selain itu graphql juga menyediakan runtime untuk memproses query dan object graphql lainnya. Bahasa dan runtime ini awalnya dibangun oleh facebook pada tahun 2012 untuk digunakan secara internal. Pada tahun 2015 graphql mulai dipublikasikan secara open source untuk umum. GraphQL menyediakan alternatif lain untuk pengembangan api services selain yang berbasiskan REST. Beberapa perusahaan terkemuka termasuk facebook sendiri sudah banyak yang menggunakan graphql seperti github, pinterest, airbnb, paypal, twitter, dan lainnya.


Ada beberapa hal yang membedakan graphql dengan rest services diantaranya yaitu:

· GraphQL menyediakan data sesuai dengan kebutuhan, tidak kurang dan tidak lebih. Output data properti atau kolom dapat ditentukan secara dinamis, berbeda halnya dengan rest services yang sudah ditentukan data dari kolom apa saja yang akan ditampilkan.

· GraphQL menyediakan satu endpoint untuk semua resource atau semua data yang disediakan, berbeda halnya dengan rest api yang menyediakan resource atau data melalui beberapa endpoint atau beberapa controller.

· Respon data yang ditampilkan dari graphql secara struktur akan sama dengan struktur data yang direquest oleh client.

· GraphQL dapat menyediakan beberapa resource atau data sekaligus dalam satu request. Rest services harus menyediakannya dengan beberapa url.


Topik-topik yang dijelaskan dalam buku ini mulai dari penjelasan arsitektur graphql & asp.net core; instalasi library-library yang diperlukan; pembuatan asp.net core web di visual studio; penggunaan ef core untuk akses database sql server & postgresql; penggunaan query dan mutation; penggunaan tools untuk akses graphql; penggunaan logging dan data loader; real-time services dengan subscription; implementasi asp.net core identity; penggunaan jwt authentication; deployment; dan masih banyak lagi yang lainnya.


Pembahasan pada buku ini dilakukan secara bertahap, sehingga diharapkan setelah mempelajarinya pembaca akan memiliki skill atau kemampuan yang cukup untuk membangun layanan berbasiskan GraphQL dengan ASP.NET Core sesuai dengan kebutuhan di lapangan.


Semoga buku ini dapat menjadi alternatif lainnya sebagai sumber pembelajaran latihan, tutorial, atau referensi bagi mereka yang ingin mempelajari pemrograman backend GraphQL API Services dengan ASP.NET Core yang terhubung ke database SQL Server dan PostgreSQL.

Buku ini mempelajari tentang pengembangan web services berbasiskan arsitektur REST dengan menggunakan Deno. Deno merupakan server runtime environment terbaru untuk typescript dan javascript selain node.js yang sudah cukup dikenal sampai saat ini. Ya, deno diciptakan oleh Ryan Dahl yang menciptakan node.js itu sendiri, akankah deno akan menjadi suksesor node.js selanjutnya? Tentunya ada alasan-alasan dibalik pengembangan runtime baru untuk eksekusi typescript dan javascript ini.


Secara arsitektur, untuk javascript runtime deno masih menggunakan V8 Google Engine sama seperti node.js sebelumnya, namun kali ini deno dibangun dengan menggunakan bahasa Rust dan TypeScript, sedangkan node.js dibangun dengan C++ dan JavaScript. Untuk runtime asynchronous dan event driven deno menggunakan open source library yaitu Tokio. Deno support typescript secara built-in atau out of the box dalam artian dapat langsung digunakan tanpa harus setting konfigurasi terlebih dahulu, tidak seperti node.js. Penggunaan javascript juga disupport selain typescript. Deno lebih secured dibandingkan dengan node.js, karena secara default deno tidak dapat mengakses file, environtment access, network, tanpa dideklarasikan secara eksplisit.


Apa yang dibahas dalam buku ini? Berikut point-pointnya:

- Pengenalan dan instalasi deno beserta visual studio code sebagai code editor

- Penggunaan standar modul untuk http server

- Penggunaan third party modul seperti oak untuk handle request, response, dan routing

- Membuat controller dan routing untuk fungsionalitas CRUD terhadap database postgresql

- Menggunakan Denon untuk automatisasi kompilasi dan running project deno

- Implementasi middleware untuk autentikasi

- Implementasi bcrypt modul untuk hashing password

- Implementasi autentikasi menggunakan JWT

- Implementasi https server

- Refactoring modul

- Repository pattern

- Akses user defined function dan stored procedure di postgresql

- Bundling project

- Penggunaan PM2 sebagai monitoring tools

- Penggunaan denoDB ORM


Semoga buku ini dapat menjadi alternatif lainnya sebagai sumber pembelajaran latihan, tutorial, atau referensi bagi mereka yang ingin mempelajari pemrograman Deno.

©2021 GoogleSite Terms of ServicePrivacyDevelopersAbout Google|Location: United StatesLanguage: English (United States)
By purchasing this item, you are transacting with Google Payments and agreeing to the Google Payments Terms of Service and Privacy Notice.