Pembuatan & Otomatisasi Jadwal Kerja Cerdas Aplikasi kami mendukung proses penjadwalan Anda dari awal hingga akhir. Anda dapat menetapkan jadwal kerja tertentu secara manual dan membiarkan sistem secara otomatis mengisi kekosongan yang tersisa. Mesin penugasan otomatis menciptakan jadwal yang paling seimbang dan adil, dengan mengikuti aturan khusus Anda secara ketat.
Aturan Penugasan yang Dapat Disesuaikan:
1. Persyaratan Staf
Tetapkan jumlah staf yang dibutuhkan untuk setiap tanggal, jenis jadwal kerja, dan tugas/peran tertentu.
2. Pengaturan Staf Individual
Ketersediaan Dasar: Tetapkan hari libur berulang atau jadwal kerja yang tidak tersedia berdasarkan hari dalam seminggu.
Permintaan Khusus: Blokir atau prioritaskan jadwal kerja untuk tanggal tertentu.
Batas Beban Kerja: Tentukan jumlah maksimum hari kerja per bulan atau per minggu.
Batas Khusus Jadwal Kerja: Tetapkan jumlah maksimum kali jadwal kerja tertentu (misalnya, Jadwal Kerja Malam) dapat ditugaskan.
Penugasan Prioritas: Tetapkan jadwal kerja yang diutamakan untuk anggota staf tertentu.
Batas Jam Kerja Bulanan: Tetapkan jam kerja maksimum per bulan.
3. Logika & Aturan Penjadwalan Tingkat Lanjut
Batasan Kerja Berurutan: Cegah kelelahan dengan membatasi hari kerja berurutan (misalnya, tidak lebih dari 6 hari berturut-turut).
Batasan Shift Berurutan: Batasi shift tertentu yang berurutan (misalnya, tidak ada shift malam ganda).
Periode Istirahat Wajib: Tentukan hari libur yang dibutuhkan setelah shift tertentu (misalnya, 2 hari libur setelah shift malam).
Urutan Shift: Larang urutan shift tertentu untuk kesehatan dan keselamatan (misalnya, tidak ada "Shift Pagi" segera setelah "Shift Malam").
Aturan Setelah Hari Istirahat: Blokir shift tertentu pada hari setelah hari istirahat setelah shift malam.
Hari Libur yang Dioptimalkan: Logika untuk meminimalkan hari kerja "terisolasi" dan mendorong hari libur berurutan.
Aturan Pergantian Shift: Cegah transisi "Shift Sore ke Shift Pagi" untuk memastikan istirahat yang cukup.
Aturan Suksesi Wajib: Tetapkan jadwal kerja yang harus berurutan (misalnya, "Shift Malam Hari" harus mengikuti "Shift Setengah Malam").
Penyeimbangan Keterampilan: Cegah jadwal kerja yang hanya terdiri dari staf yang membutuhkan dukungan tambahan.
Aturan Kompatibilitas (Pemasangan): Blokir kombinasi staf tertentu agar tidak ditugaskan pada jadwal kerja yang sama (misalnya, Staf A dan Staf B tidak dapat bekerja bersama).