Markesot Bertutur tentang Jabatan (Snackbook)

Mizan Publishing
32
Free sample

Markesot adalah sosok lugu nan cerdas, mbeling, terkadang misterius. Dalam kesehariannya dengan sahabat-sahabatnya, Markembloh, Markasan, Markemon, dan lain-lain yang tergabung dalam Konsorsium Para Mbambung (KPMb), Markesot memperbincangkan seabrek problem masyarakat kita. Dari konflik politik internasional sampai soal celana. Dari tasawuf hingga filosofi urap. Dalam gaya bertutur khas Jawa Timuran yang penuh canda dan sindiran, Markesot mengajak kita meneropong kehidupan secara arif dan menemukan hakikat di balik nilai-nilai semu yang merajalela.

Markesot Bertutur adalah salah satu karya emas dalam perjalanan kepengarangan Emha Ainun Nadjib. Setelah lama ?absen?, buku ini hadir kembali menyapa pembaca. Dan terbukti, apa yang diperbincangkannya masih terus relevan dengan kondisi Indonesia.

?Markesot Bertutur menggugat kemapanan berbagai hal, yang selama ini jarang disadari bahwa di baliknya terdapat persoalan-persoalan yang prinsipil.?

?Republika

?Gaya penulisan Emha di sini mengajak orang telaten mencari ?mutiara? yang dia sampaikan dengan aneka bungkus.?

?Mohamad Sobary, budayawan, Peneliti LIPI
Read more
Collapse

About the author

Emha Ainun Nadjib
Read more
Collapse
4.7
32 total
Loading...

Additional Information

Publisher
Mizan Publishing
Read more
Collapse
Published on
May 5, 2017
Read more
Collapse
Pages
55
Read more
Collapse
Read more
Collapse
Read more
Collapse
Language
Indonesian
Read more
Collapse
Genres
Juvenile Nonfiction / Social Science / Sociology
Literary Collections / General
Social Science / General
Read more
Collapse
Content Protection
This content is DRM protected.
Read more
Collapse
Read Aloud
Available on Android devices
Read more
Collapse

Reading information

Smartphones and Tablets

Install the Google Play Books app for Android and iPad/iPhone. It syncs automatically with your account and allows you to read online or offline wherever you are.

Laptops and Computers

You can read books purchased on Google Play using your computer's web browser.

eReaders and other devices

To read on e-ink devices like the Sony eReader or Barnes & Noble Nook, you'll need to download a file and transfer it to your device. Please follow the detailed Help center instructions to transfer the files to supported eReaders.
Semua orang di Indonesia tahu dan pasti pernah mendengar tentang organisasi keagamaan Muhammadiyah. Mungkin beberapa juga tahu bahwa pendirinya adalah Kyai Haji Ahmad Dahlan, yang merupakan salah satu Pahlawan Nasional Indonesia.

Namun, tak banyak yang mengikuti jejak perjalanannya. Tak banyak yang paham idealismenya, perjuangannya, dan suka duka kehidupannya. Apa yang membuat dia mendirikan Muhammadiyah? Apa visi dan misi yang ada dalam pemikirannya?

Mungkin ada beberapa buku biografi atau sejarah mengenai sosok kontroversial yang mengagumkan ini, bahkan nama dan kiprahnya pasti merupakan salah satu yang harus dihafalkan oleh anak sekolah. Namun, seberapa banyak yang bisa ikut menyelami kehidupan seorang tokoh yang dikisahkan dalam buku sejarah?

Yang ada hanya tahun-tahun dan nama-nama, dan peristiwa yang disingkat sedemikian rupa. Padahal, memahami sepak terjang KH Ahmad Dahlan sungguh menarik jika dilakukan dengan cair, luwes, dan penuh muatan emosi.

Dan semua ini terjawab sudah di novel teranyar tentang KH Ahmad Dahlan ini. Dimulai dari keinginan membuat film mengenai tokoh ini, novelnya yang berjudul sama, SANG PENCERAH, pun digarap serentak, secara maksimal. Hanung Bramantyo sebagai sutradara dan penulis skenario serta Akmal Nasery Basral sebagai novelisnya.

Setiap kejadian yang berpengaruh dalam hidup KH Ahmad Dahlan diteliti secara saksama dan menyeluruh, kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa yang asyik dibaca. Hasilnya adalah sosok KH Ahmad Dahlan yang dikisahkan dengan begitu cerdas, begitu nyata, seolah-olah kita diajak langsung mengenal sosok pemuda yang bernama asli Muhammad Darwis ini. Gejolak batin dan jiwanya, pertanyaan-pertanyaan yang pernah hinggap di benaknya, semua diungkap dengan begitu simpatik.

Sejarah tak pernah sama jika dikisahkan dari kacamata seorang novelis. Ini bukan sekadar novel biasa, karena topiknya yang unik dan karena penerbitannya yang bersamaan dengan 100 Tahun Muhammadiyah. Di kesempatan yang terjadi hanya sekali ini, alangkah idealnya jika kita menilik kembali perjalanan dan perjuangan KH Ahmad Dahlan dengan cara yang berbeda.

Novel ini sungguh wajib dibaca semua orang, khususnya umat Muslim, karena saat menelusuri jejak tokoh fenomenal ini, begitu banyak hal yang akan kita dapatkan, begitu banyak pemikiran yang bisa kita selami, juga ada begitu luas hamparan ilmu yang patut kita renungi bersama, mengenai makna Islam yang sesungguhnya. [Mizan, Pustaka, Novel, Memoar, Indonesia]
©2020 GoogleSite Terms of ServicePrivacyDevelopersArtistsAbout Google|Location: United StatesLanguage: English (United States)
By purchasing this item, you are transacting with Google Payments and agreeing to the Google Payments Terms of Service and Privacy Notice.