Someday

GagasMedia
42
Free sample

Kepada pembaca,

Cerita ini tentang seorang perempuan muda yang sederhana, dengan mimpi besar dan harapan yang besar pula. Berperawakan tomboi, dengan penampilan yang biasa saja. Dengan kehadirannya dia membawa kesepian, dan meskipun bersikeras tidak percaya pada cinta, ia menyimpan keinginan yang besar untuk menemukan sesuatu, atau seseorang, yang membuktikan sebaliknya.

I find a little bit of everyone of us in her. Ini adalah kisahnya dalam mencari, menemukan, juga merasakan kehilangan. Namun lebih dari itu semua, ini adalah ceritanya dalam menemukan jati diri, serta apa yang benar-benar diinginkannya. Bahwa tidak semua yang kita harapkan dapat berjalan sesuai keinginan. Bahwa terkadang, kita jatuh dan terluka. Terkadang kita menempatkan hati pada orang yang salah.

But it's okay; maybe not today, but someday.

Lewat sekeping ceritanya, saya ingin percaya bahwa suatu hari semuanya akan baik-baik saja.

Salam,

Winna Efendy



-GagasMedia-

#PromoHariKartiniGagasMedia2018

Read more
4.2
42 total
Loading...

Additional Information

Publisher
GagasMedia
Read more
Published on
Apr 1, 2017
Read more
Pages
408
Read more
ISBN
9789797808877
Read more
Read more
Best For
Read more
Language
Indonesian
Read more
Genres
Fiction / General
Read more
Content Protection
This content is DRM protected.
Read more

Reading information

Smartphones and Tablets

Install the Google Play Books app for Android and iPad/iPhone. It syncs automatically with your account and allows you to read online or offline wherever you are.

Laptops and Computers

You can read books purchased on Google Play using your computer's web browser.

eReaders and other devices

To read on e-ink devices like the Sony eReader or Barnes & Noble Nook, you'll need to download a file and transfer it to your device. Please follow the detailed Help center instructions to transfer the files to supported eReaders.
ÒDekat Bandar Udara Boven Digoel, patung Bung Hatta itu berdiri tegak dengan telunjuk tangan kanannya menuding tanah. Dia seperti ingin mengatakan: ÔSaya pernah di sini!Õ Patung itu membelakangi kompleks bangunan lama yang kini menjadi tangsi polisi, bersebelahan dengan bekas Penjara Digoel.Ó
ÑFarid Gaban, Berziarah ke Digul, Penjara Tak Bertepi

ÒKalau kita tanya ke pembatik, apa makna sepasang sayap di sehelai kain Batik Indonesia asal Solo, maka kita akan menerima jawaban seperti ini, ÔOh, ini adalah motif Sawat, dan sayap-sayap itu adalah sayap garu, alias garuda. Garuda ini adalah burung dalam mitologi Hindu-Jawa yang menjadi kendaraan buat Dewa Wisnu ke khayangan. Kenapa bisa muncul di kain Batik Indonesia asal Solo? Karena dulu Pulau Jawa itu dikuasai kerajaan Hindu, dan (seterusnya) (seterusnya) (seterusnya).Õ Tiba-tiba saja dari sehelai kain itu kita bisa belajar banyak hal tentang Indonesia.Ó
ĞVe Handojo, Berburu Gajah, Garuda, dan Naga ke Trusmin

ÒSetengah menahan napas, rasanya waktu berhenti berdetik. Ikan kok gede amaaaat... mana mulutnya manyun unyu, pikir saya dalam hati. Seorang rekan penyelam yang sudah beberapa kali bertemu mola ini juga tak bisa menutupi wajah kagumnya. Matanya terlihat terbelalak. Ah, siapa yang nggak akan takjub dengan perjumpaan jarak sedekat itu.Ó
ÑRiyanni Djangkaru, Mola Fiesta

*****

Temukan beragam kisah perjalanan dari dua belas orang yang berbeda latar belakang dalam The Journeys 2: Cerita dari Tanah Air Beta. Menghadirkan Indonesia dari banyak sisiÑtentang budaya, alam, masyarakat, hingga sejarah kita. Cerita-cerita yang dikabarkan untuk menyemai kisah lainnya tentang tanah air kita, Indonesia.

-----------------------

Chapter 7 dari 10 buku The Journeys 2

-GagasMedia-

ÒDekat Bandar Udara Boven Digoel, patung Bung Hatta itu berdiri tegak dengan telunjuk tangan kanannya menuding tanah. Dia seperti ingin mengatakan: ÔSaya pernah di sini!Õ Patung itu membelakangi kompleks bangunan lama yang kini menjadi tangsi polisi, bersebelahan dengan bekas Penjara Digoel.Ó
ÑFarid Gaban, Berziarah ke Digul, Penjara Tak Bertepi

ÒKalau kita tanya ke pembatik, apa makna sepasang sayap di sehelai kain Batik Indonesia asal Solo, maka kita akan menerima jawaban seperti ini, ÔOh, ini adalah motif Sawat, dan sayap-sayap itu adalah sayap garu, alias garuda. Garuda ini adalah burung dalam mitologi Hindu-Jawa yang menjadi kendaraan buat Dewa Wisnu ke khayangan. Kenapa bisa muncul di kain Batik Indonesia asal Solo? Karena dulu Pulau Jawa itu dikuasai kerajaan Hindu, dan (seterusnya) (seterusnya) (seterusnya).Õ Tiba-tiba saja dari sehelai kain itu kita bisa belajar banyak hal tentang Indonesia.Ó
ĞVe Handojo, Berburu Gajah, Garuda, dan Naga ke Trusmin

ÒSetengah menahan napas, rasanya waktu berhenti berdetik. Ikan kok gede amaaaat... mana mulutnya manyun unyu, pikir saya dalam hati. Seorang rekan penyelam yang sudah beberapa kali bertemu mola ini juga tak bisa menutupi wajah kagumnya. Matanya terlihat terbelalak. Ah, siapa yang nggak akan takjub dengan perjumpaan jarak sedekat itu.Ó
ÑRiyanni Djangkaru, Mola Fiesta

*****

Temukan beragam kisah perjalanan dari dua belas orang yang berbeda latar belakang dalam The Journeys 2: Cerita dari Tanah Air Beta. Menghadirkan Indonesia dari banyak sisiÑtentang budaya, alam, masyarakat, hingga sejarah kita. Cerita-cerita yang dikabarkan untuk menyemai kisah lainnya tentang tanah air kita, Indonesia.

-----------------------

Chapter 5 dari 10 buku The Journeys 2

-GagasMedia-

ÒDekat Bandar Udara Boven Digoel, patung Bung Hatta itu berdiri tegak dengan telunjuk tangan kanannya menuding tanah. Dia seperti ingin mengatakan: ÔSaya pernah di sini!Õ Patung itu membelakangi kompleks bangunan lama yang kini menjadi tangsi polisi, bersebelahan dengan bekas Penjara Digoel.Ó
ÑFarid Gaban, Berziarah ke Digul, Penjara Tak Bertepi

ÒKalau kita tanya ke pembatik, apa makna sepasang sayap di sehelai kain Batik Indonesia asal Solo, maka kita akan menerima jawaban seperti ini, ÔOh, ini adalah motif Sawat, dan sayap-sayap itu adalah sayap garu, alias garuda. Garuda ini adalah burung dalam mitologi Hindu-Jawa yang menjadi kendaraan buat Dewa Wisnu ke khayangan. Kenapa bisa muncul di kain Batik Indonesia asal Solo? Karena dulu Pulau Jawa itu dikuasai kerajaan Hindu, dan (seterusnya) (seterusnya) (seterusnya).Õ Tiba-tiba saja dari sehelai kain itu kita bisa belajar banyak hal tentang Indonesia.Ó
ĞVe Handojo, Berburu Gajah, Garuda, dan Naga ke Trusmin

ÒSetengah menahan napas, rasanya waktu berhenti berdetik. Ikan kok gede amaaaat... mana mulutnya manyun unyu, pikir saya dalam hati. Seorang rekan penyelam yang sudah beberapa kali bertemu mola ini juga tak bisa menutupi wajah kagumnya. Matanya terlihat terbelalak. Ah, siapa yang nggak akan takjub dengan perjumpaan jarak sedekat itu.Ó
ÑRiyanni Djangkaru, Mola Fiesta

*****

Temukan beragam kisah perjalanan dari dua belas orang yang berbeda latar belakang dalam The Journeys 2: Cerita dari Tanah Air Beta. Menghadirkan Indonesia dari banyak sisiÑtentang budaya, alam, masyarakat, hingga sejarah kita. Cerita-cerita yang dikabarkan untuk menyemai kisah lainnya tentang tanah air kita, Indonesia.

-----------------------

Chapter 3 dari 10 buku The Journeys 2

-GagasMedia-

©2018 GoogleSite Terms of ServicePrivacyDevelopersArtistsAbout Google|Location: United StatesLanguage: English
By purchasing this item, you are transacting with Google Payments and agreeing to the Google Payments Terms of Service and Privacy Notice.