Tidak satu pun dari
bab per bab yang disebutkan dalam buku ini, mulai dari bagian pertama Bab I –
III memuat pengantar, pendekatan, dan kajian fiksi; bagian kedua Bab IV – VIII
berisi struktur intrinsik : tema, alur, tokoh, latar, sudut pandang, stilistika
(untuk subbab ini dibahas pada buku yang berbeda); hingga bagian ketiga buku
ini atau yang terakhir Bab IX berisi unsur ekstrinsik fiksi yang terbatas pada
Nilai Pendidikan (religius, moral, budaya); yang benar-benar berurusan dengan
tulisan ‘teori fiksi’ saja.
Buku ini dicoba
disusun dengan menggunakan bahasa yang lugas, pengertian dan sintesis dari
teori-teori yang “terbaca dan terjangkau”, disertai contoh aplikatif dari
beberapa karya yang barangkali fenomenal dan penting pada masanya. Kata yang
tercetak dari teori untuk menjadi jenis bahasa ‘biasa’ yang selalu tersedia
secara alamiah bagi semua orang, pun merupakan teori fiksi tertentu.
Sepa-tutnya dipahami, teori apresiasi fiksi terbentuk lebih oleh impuls
demokratis (bebas, manasuka-arbitrer) ketimbang elitis, sangkil. Pada titik ini, semoga ada dalam tingkat keterbacaan yang
tidak membosankan bagi pembaca.
Andri Wicaksono, lahir di Metro, 14 Oktober 1983. Alumni Sarjana Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Negeri Yogyakarta dan Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dari Universitas Negeri Sebelas Maret Surakarta. Saat ini ia mengajar di Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia STKIP PGRI Bandar Lampung.