Dalam investigasi demi menemukan keberadaan sang istri, Galip mencoba menguak identitas Celal. Galip merasa, dengan mencoba berpikir sebagai Celal, memakai pakaian Celal, dan menjadi Celal, ia bisa menemukan petunjuk akan keberadaan istrinya. Namun, Galip melangkah terlalu jauh. Yang ia temukan justru misteri mengerikan yang dapat membahayakan nyawanya sendiri.
The Black Book adalah sebuah novel brilian yang tak hanya menyuguhkan misteri, tetapi juga pemikiran provokatif tentang eksistensi, identitas, dan jati diri. Ditulis dengan sangat ahli oleh pemenang penghargaan Nobel bidang Sastra 2006, inilah karya Orhan Pamuk di mana ia menemukan gaya sejatinya dalam bercerita.
[Mizan, Bentang Pustaka, Novel, Sastra, Filsafat, Indonesia]
Orhan Pamuk adalah penulis asal Turki yang memenangkan penghargaan Nobel bidang Sastra di tahun 2006. Dianggap sebagai salah satu penulis dunia terbaik saat ini. Novel-novelnya yang paling dikenal antara lain My Name is Red, Snow, The Museum of Innocence, dan The Black Book dianggap sebagai salah satu karyanya yang paling kelam, dalam, sekaligus tajam dalam mengkritisi politik, sosial, dan budaya di Turki.