Uraian dalam buku ini disajikan dalam Bahasa Indonesia baku yang mudah dipahami, yang diberikan mulai dari arti penting produk pascapanen bagi ketersediaan pangan dunia, arti penting penyakit pascapanen, peran factor prapanen, pengertian istilah infeksi tak-bergerak atau diam, tanda produk siap panen, mekanisme infeksi patogen pascapanen, factor yang berpengaruh, pengelolaan penyakit pascapanen secara umum baik secara kimia dan hayati, serta diberikan beberapa contoh penyakit pascapanen, baik pada buah, sayur, umbi atau rimpang, maupun bunga potong.
Bahasan dalam buku ini dilengkapi dengan gambar atau foto berwarna, yang dapat dipakai sebagai buku pegangan identifikasi penyakit di lapangan. Selain itu, buku ini juga dilengkapi dengan takarir (glosarium) dan indeks untuk mempermudah mengerti bahasan di dalam buku. Buku ini sangat penting dan berguna bagi mahasiswa, praktisi atau petani, dan pebisnis, serta pemerhati masalah pascapanen, sebagai sumber ilmu penyakit pascapanen dan sebagai bahan pertimbangan dalam mengambil keputusan untuk mencegah atau mengelola penyakit pascapanen pada buah, sayur, umbi dan rimpang, serta bunga potong di Indonesia.
Prof Ir. Loekas Soesanto, M.S., Ph.D., lahir di Pati, 26 Juni 1960, memperoleh pendidikan terakhirnya (Ph.D) dari University of Wageningen, Wageningen, Belanda dengan disertasinya berjudul “Ecology and Biological Control of Verticillium dahliae” pada tahun 2000. Jabatan akademik tertinggi (guru besar) di bidang Ilmu Penyakit Tanaman dianugerahkan kepada penulis di tahun 2008, dengan pidato ilmiahnya berjudul “Pengendalian Hayati Patogen Tanaman: Peluang dan Tantangan Dalam Menunjang Ketahanan Pangan Berkelanjutan”. Saat ini penulis menjabat sebagai Dosen Tetap Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Purwokerto, sejak tahun 1985. Selain itu, penulis juga menjabat sebagai Ketua PFI Komisariat Daerah wilayah Kedu, Pekalongan, dan Banyumas (dulunya Purwokerto), mantan Ketua Program Studi IHPT Fakultas Pertanian Unsoed, dan konsultan di berbagai lembaga swasta dan pemerintah di seluruh Indonesia. Penulis juga aktif mengikuti berbagai seminar, baik sebagai pemakalah maupun pembicara utama, seperti Pembicara Utama di Seminar Nasional II dan Workshop Fusarium, Universitas Andalas (2006), Simposium Nasional I tentang Fusarium, di Purwokerto (2004), Seminar Nasional Hasil Penelitian Hibah Kompetensi Tahun 2012, The 2nd International Conference on Multidisiplinary Approaches for Sustainable Rural Development (2019), dan Kongres dan Seminar ilmiah Perhimpunan Fitopatologi Indonesia setiap dua tahuan, serta sebagai dosen tamu di beberapa perguruan tinggi.