Menuju Kebangkitan Islam dengan Pendidikan

Pondok Pesantren Al-Khoirot

Dulu, sebuah bangsa dapat berjaya dan menguasai bangsa lain dengan kemampuan militer yang kuat, kejeniusan jenderal perangnya dan spirit tinggi pasukannya. Sekarang, keunggulan sains dan ekonomi menjadi faktor penentu agar sebuah bangsa disebut maju dan berpengaruh. Negara Barat plus Jepang, China dan Korea Selatan adalah negara-negara yang unggul di kedua bidang tersebut.
Read more
Collapse

About the author

A. Fatih Syuhud adalah penulis buku-buku Islam, pendidikan dan pengasuh Pondok Pesantren Al-Khoirot Malang.

Read more
Collapse
Loading...

Additional Information

Publisher
Pondok Pesantren Al-Khoirot
Read more
Collapse
Published on
Jan 1, 2012
Read more
Collapse
Pages
221
Read more
Collapse
ISBN
9781469983875
Read more
Collapse
Read more
Collapse
Best For
Read more
Collapse
Language
Indonesian
Read more
Collapse
Genres
Education / Philosophy, Theory & Social Aspects
Read more
Collapse
Content Protection
This content is DRM free.
Read more
Collapse

Reading information

Smartphones and Tablets

Install the Google Play Books app for Android and iPad/iPhone. It syncs automatically with your account and allows you to read online or offline wherever you are.

Laptops and Computers

You can read books purchased on Google Play using your computer's web browser.

eReaders and other devices

To read on e-ink devices like the Sony eReader or Barnes & Noble Nook, you'll need to download a file and transfer it to your device. Please follow the detailed Help center instructions to transfer the files to supported eReaders.
Segera setelah kata ''filsafat'' disebut, terbayanglah permainan kata-kata sulit yang ruwet--kadang-kadang absurd dan mengada-ada--hanya untuk berbicara tentang soal-soal yang tidak jelas kegunaannya. Paling bagus, orang akan menganggapnya sebagai ''ilmu tinggi'' yang hanya dipahami oleh segelintir orang yang memiliki selera agak aneh. Padahal, kenyataannya, filsafat adalah ibu kandung perkembangan paradigma atau pandangan dunia yang -- disadari atau tidak--selalu mendasari perkembangan ilmu-ilmu. Di dalam filsafatlah konsep-konsep seperti Tuhan, keadilan, kebebasan, kebahagiaan, dan berbagai konsep lain yang sentral bagi kehidupan manusia diperbincangkan dan dirumuskan.

Tidak terkecuali dalam peradaban Islam. Pernah ada masa ketika para ahli fiqih, tafsir, ilmu kalam, dan ilmuwan Muslim adalah sekaligus filosof. Dan perkembangan ilmu-ilmu Islam memiliki basis yang kuat dalam filsafat. Tapi, bukan hanya terasingkan, filsafat sempat dianggap sebagai ''anak haram'' yang menjadi sasaran sumpah serapah. Maka, terkesan bahwa peradaban Islam mengalami kemandekan.

Buku ini berusaha menyampaikan berbagai aspek filsafat Islam secara proporsional, ringkas, populer, dan mudah dipahami, tetapi sedapat mungkin juga cukup komprehensif dan tidak dangkal. Pembaca juga akan mendapati pandangan-pandangan segar yang tak segera bisa didapat dari buku-buku sejenis yang jauh lebih berat.

Dengan membaca buku ini, Anda diharapkan dapat mengetahui: 
- Apa itu filsafat Islam 
- Kegunaan filsafat Islam 
- Sejarah dan aliran-aliran dalam filsafat Islam 
- Konsep-konsep kunci dalam filsafat Islam 
- Filsafat politik dan filsafat etika.

[Mizan, Filsafat, Islam, Indonesia, Haidar Bagir, Indonesia]

Buku ini dilatarbelakangi oleh keprihatinan terhadap berbagai macam patologi sosial dan degradasi moral yang terjadi pada anak Bangsa akhir-akhir ini. Dengan cara memperlihatkan berbagai bentuk praktik terbaik (best practices) pendidikan karakter berbasis nilai dan tradisi pesantren, buku ini merupakan sumbangsih nyata untuk menyehatkan kehidupan sosial-keagamaan di Negeri ini. 

Tentu saja, pesantren di sini tak hanya berfungsi sebagai perspektif, namun juga sebagai mozaik yang memiliki daya tariknya sendiri, baik dari kehidupan sehari-harinya, isi pendidikannya, hingga sistem dan metode pengajarannya. Dengan tata nilai dan tradisi yang telah terpelihara selama ratusan tahun, tak bisa dipungkiri, institusi pesantren merupakan rujukan terpenting pendidikan karakter di Negeri ini yang sangat kontributif terhadap lahirnya kader-kader Bangsa.

Sebut saja nama-nama berikut ini: KH. Hasyim Asyari, KH. Wahid Hasyim, Kiai Wahab Chasbullah, KH. Masykur, KH. Idham Chalid, Gus Dur, Cak Nur, Emha Ainun Najib, KH. Hasyim Muzadi, Din Syamsuddin, Hidayat Nurwahid, dan lain-lain. Mereka ini adalah sekelumit contoh “kaum sarungan” yang lahir dari rahim pendidikan pesantren. Dengan keteguhan nilai dan tradisi pesantren yang dianutnya, mereka berperan secara langsung dan strategis mewujudkan dan mengisi kemerdekaan Indonesia.  

Intinya, sejarah telah membuktikan bahwa di dalam pendidikan pesantren terkandung nilai-nilai yang dibutuhkan Bangsa ini untuk menjadi Bangsa yang besar dan berdaulat. Dan buku berisi Kumpulan Bahan Ajar ini membawa kita untuk mewujudan semua itu. Sebuah referensi praktis yang lengkap dan inspiratif bagi para pendidik dan pembelajar guna menapaki kehidupan berbangsa dan bernegara yang lebih baik.

Berbeda dengan sekolahan yang fokusnya keilmuan, pendidikan pesantren merupakan pendidikan kehidupan yang tentu di dalamnya juga ada keilmuan. Oleh karenanya, pesantren sarat dengan tata nilai.                               Buku ini perlu dibaca, agar ada gambaran nilai. 

—KH. Hasyim Muzadi, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Hikam Malang, 

Sekjen ICIS (International Conference of Islamic Scholars)

Buku ini dapat memperkuat upaya pembangunan karakter bangsa. Tradisi pesantren memiliki kekuatan pembentukan nilai-nilai karakter yang sangat diperlukan bagi bangsa. Buku ini dapat dijadikan referensi substansi nilai, proses dan metodologi pendekatan pembentukan karakter dan mungkin evaluasi yang dapat diterapkan bukan hanya di rumah, tapi juga di masyarakat dan di sekolah formal. Buku ini berharga bagi orang tua dan guru, anak dan siswa, serta bagi pendidikan formal, nonformal dan informal. Sangat diperlukan untuk melengkapi perpustakaan di sekolah maupun masyarakat.

—Prof. Dr. H. Arief Rachman, M.Pd, Tokoh Pendidikan Indonesia

Buku ini menggambarkan dengan tepat nilai-nilai luhur yang diajarkan dan dipraktikkan dan dihidupkan di pesantren, dengan basis teladan para Kiai/Nyai dan doktrin kitab kuning yang telah membentuk karakter para santri. Kehadirannya dibutuhkan dalam kondisi Indonesia sekarang ini yang sedang dilanda multi-krisis dan persoalan degradasi moral, seperti korupsi dan kekerasan atas nama agama.  

—Prof. Dr. KH. Said Aqil Siradj, MA., Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU)

Saya lahir, besar dan bergumul sepanjang hidup bersama pesantren. Ia memiliki sejumlah nilai kemanusiaan profetik dan khazanah intelektual yang kaya. Maka, pesantren memiliki potensi besar untuk menjadi sumber inspirasi bagi masa depan bangsa-negara ini. Buku ini penting bagi kaum intelektual dan masyarakat luas. 

—KH. Husein Muhammad, Pengasuh Pondok Pesantren Dar al-Tauhid, Arjawinangun Cirebon, Komisioner Komnas Perempuan

©2018 GoogleSite Terms of ServicePrivacyDevelopersArtistsAbout Google|Location: United StatesLanguage: English (United States)
By purchasing this item, you are transacting with Google Payments and agreeing to the Google Payments Terms of Service and Privacy Notice.