Hadirnya COVID-19 telah mendekontruksi semua tatanan tanpa teriakan revolusi. Ruang kosong di level gagasan yang tercipta oleh terdekontruksinya tatanan adalah kesempatan. Kongres Kebudayaan Desa lahir untuk merebut ruang kosong tersebut. Dengan membaca pengalaman kehidupan berdesa yang lahir dan tumbuh dalam gugusan masyarakat desa dan adat nusantara, lahirlah ragam pengetahuan yang akan dijadikan pedoman bagi desa-desa untuk merangkai ulang imajinasi atas INDONESIA. Ragam pengetahuan dan Imajinasi kehidupan berdesa, berbangsa, dan bernegara akan dideklarasikan sebagai Tatanan Indonesia Baru Dari Desa sebagai visi bersama, Visi Indonesia Baru.