
Muh. Ridzky Yudhistira
Sebenernya ini buku ke-3 yg gw baca setelah kuartet laskar pelangi, buku pertama kak dydie dan ini. Dibuku ini, jika dibaca dengan kondisi yg memungkinkan kak dydie membawa semua perasaan didalam cerita ini. Haru, lucu hingga sedih. Twisted banget. Kayak permen nano2 dimana semua rasa bisa dikecap dalam sebutir permen dan rasa ini cukup kental. Beberapa kejadian terasa suspend banget. Suka.