Kedepan rancangan ini diharapkan dapat didisain dengan dengan model lainnya dan strategi yang berbeda serta aplikasi lainnya tergan- tung dari apa yang akan dikembangkan dengan model pembelajaran blended learning.
Dr. Drs. Achmad Noor Fatirul, ST., M.Pd.
Dilahirkan di Madura, Kota Bangkalan, 9 Agustus 1961. Anak ke. 2 dari 9 bersaudara, menyelesaikan Studinya di SD Negeri Saksak Bangkalan (1983), SMP Negeri 1 Bangkalan (1986), dan SMA Negeri 1 Bangkalan (1989). Melanjutkan S-1 di IKIP Negeri
Surabaya Program Studi Pendidikan Teknik Listrik, S-1 di Universitas PGRI Adi Buana Surabaya di Program Studi Teknik Elektro (2001), S- 2 Universitas PGRI Adi Buana Surabaya di Program Studi Teknologi Pembelajaran (2002), dan S-3 Universitas Negeri Malang di Program Studi Teknologi Pembelajaran (2012). Menjadi Tenaga Pengajar di IKIP PGRI Surabaya (sekarang Universitas PGRI Adi Buana Surabaya) sejak tahun 1985- Sekarang. Menjadi ketua jurusan Pendidikan Teknik Listrik (FPTK-IKIP PGRI Surabaya) dan Ketua Program Studi Teknik Elektro (Fakultas Teknik Industri-Universittas PGRI Adi Buana Surabaya). Alih tugas unit kerja dari Pengajar S-1 menjadi pengajar S-2 Program Studi Teknologi Pembelajaran Pascasarjana Universitas PGRI Adi Buana Surabaya tahun 2004-sekarang dan pernah menjabat Ketua Program Studi Teknologi Pembelajaran dan Kepala Perpustakaan Pascasarjana Univeristas PGRI Adi Buana Surabaya.
Pada tahun 2009-2010 mendapat kesempatan mengikuti studi Sandwich Program di University of Queendsland Brisbane Australia. Pada tahun 2006-sekarang dipercaya menjadi Asesor BAN-SM (SMK) Jawa Timur. Dan diberi kesempatan kerjasama antara Universitas PGRI Adi Buana Surabaya dan PUSTEKKOM Diknas Jakarta untuk menjadi duta dan nara sumber dalam memperkenalkan televisi pendidikan, edukasi-net pada tahun 2006-2007 di Makassar, Lombok, dan Atambua serta nara sumber pembuatan media pembelajaran SD di Bogor dan Jakarta untuk Guru-guru se Indonesia.
Berbagai penelitian baik mandiri maupun hibah, artikel, dan makalah dalam seminar nasional dan internasional (Malaysia) pernah diikuti dan dilakukan. Beberapa Buku yang pernah dihasilkan adalah Pengantar Pendidikan, Profesi Kependidikan, Model Desain Pembela- jaran Autentik, Teori Belajar dan Konsep Mengajar, Produksi Media Pembelajaran, Karakteristik Pebelajar, Teknologi Pendidikan dan Pro- blematika Pendidikan, Disain Pengembangan Instruksional, Evaluasi dan Pengukuran, Disain Blended Learning, Metodologi Penelitian dan Pengembangan, dan Belajar dan Pembelajaran. Menjadi Guru dan Dosen Profesioal, Difusi dan Inovasi Teknologi Pendidikan dan Pembelajaran, Menguak Model Pendidikan dan Pembelajaran.
Drs. H. Djoko Adi Walujo, ST., MM., DBA.
Dilahirkan di Malang, 07 Juni 1959. SD Malang, STN Malang, STM Malang. Sarjana Pendidikan Teknik Mesin (Drs) di IKIP Negeri Surabaya, berlanjut di Universitas Putra Bangsa, yang seka- rang menjadi Universitas Pelita Harapan Surabaya
untuk sarjana teknik industry. Magister Manajemen bidang Production diselesaikan di Pascasarjana Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya. Kemudian Gelar Doktor (DBA) di Bidang Bisnis Administrasi diram- pungkan di Jose Rizal University Philippine.Sebelum menjabat sebagai Rektor Universitas PGRI Adi Buana pernah mengikuti Short Cource Leadership in Higer Education Training Program di University of Technology Sydney. Sangat aktif berorganisasi dilingkungan pendi- dikan, kini dipercaya sebagai Gugus Pemikir PB PGRI, sekaligus juga sebagai Dewan Pakar PGRI Propinsi Jawa Timur.
Banyak buku-buku yang dikreasi antara lain: 1. Penulis Paket Belajar Bidang Matematika “Selogisme”, 2. Pneumatic System, 3. Preventive Maintenace; 4. Compactor; 5. Modul Informasi dan Komunikasi Industri; 6. ISO 9000, ISO 14.000 dan SR; 7. Pengantar Ekonomi; 8. Ekonomi Teknik; 9. Pengendalian Kualitas; 10. Mana- jemen Strategi; 11. Analisa Keputusan; 12. Modul Filsafat Ilmu; 13. Modul Manajemen Kepelatihan; 14. Menggapai Cita di Philippine; 15. Bukan Kampus Seperti Kamus; 16. Preventive Maintenance; 17. Metode Penelitian Kualitatif; 18. Kompendium Paud; 19. Pendidikan Bela Negara Melalui Kecerdasan Jamak; dan 20. Pendidikan Kewarga- negaraan.