Batas akan tetap menjadi batas, saat tak ada yang benar-benar berani menyeberanginya.
Seperti halnya kita menamai utara sebagai utara, karena tak ada yang pernah bertanya kenapa.

Jarak akan tetap menjadi jarak, saat tak ada yang memulai langkah untuk menyudahinya.
Kita hanya menduga-duga, sebelah langit mana yang berwarna lebih merah.

Dan, perjalanan hanya akan menjadi perjalanan, saat tak ada yang sudi menceritakan kisah yang menyertanya.
Maka, temuilah, lewati batas, tuntaskan jarak.
Ceritakan—setidaknya kepada diri sendiri, tentang jawaban yang kita temui.

***
Inilah kisah perjalanan yang akan membuat kita kembali kepada sesuatu yang paling dekat, sejauh apa pun kita melangkah pergi.
Sebuah perjalanan ‘ziarah’; mengunjungi diri sendiri.

-GagasMedia-

Read more
3.8
22 total
Loading...

Additional Information

Publisher
GagasMedia
Read more
Published on
Dec 1, 2013
Read more
Pages
392
Read more
ISBN
9789797806910
Read more
Read more
Best For
Read more
Language
Indonesian
Read more
Genres
Travel / Essays & Travelogues
Read more
Content Protection
This content is DRM protected.
Read more

Reading information

Smartphones and Tablets

Install the Google Play Books app for Android and iPad/iPhone. It syncs automatically with your account and allows you to read online or offline wherever you are.

Laptops and Computers

You can read books purchased on Google Play using your computer's web browser.

eReaders and other devices

To read on e-ink devices like the Sony eReader or Barnes & Noble Nook, you'll need to download a file and transfer it to your device. Please follow the detailed Help center instructions to transfer the files to supported eReaders.
" Gol A Gong lebih senang disebut pengelana (traveler) karena sebutan itu terdengar maco. Begitu banyak pengelana atau pun backpacker yang melakukan perjalanan, tapi sedikit yang menuliskan perjalanannya. Gol A Gong pernah mengelilingi nusantara secara lifting (1986-88) dan dikenal sebagai penulis novel petualangan Balada si Roy. Pernah jadi wartawan HAI (1989), Warta Pramuka (1990), Gong juga bertualang di dunia layar kaca sebagai Creative di Indosiar (1995) dan RCTI (1996-2008). Bukunya Perjalanan Asia (1993) hasil perjalanannya di Asia (1990-1992) dan The Journey (2008) menjadi rujukan para petualang masa kini. Sudah 90 novel ditulisnya, dan TE-WE (Travel Writer) adalah buku yang mengupas tuntas cara mudah menulis catatan perjalanan yang layak terbit. Jalan-jalan sambil nulis dan dapat duit, bukankah itu keren, Kawan? Inilah cara berbagi pengalaman, lewat sebuah buku. “Ada banyak buku traveling di Indonesia, tapi hanya satu yang mengulas cara menjadi travel writer. Karya Gol A Gong ini dapat memberi kontribusi signifikan bagi perbaikan kualitas tulisan pada buku-buku yang terbit kemudian, sekaligus menyediakan panduan bagi mereka yang hendak menekuni bisnis paling menyenangkan di Indonesia saat ini: berjalan-jalan sembari memanen uang.” Cristian Rahadiansyah, Editor in Chief Jalan-jalan dan Garuda inflight magazine Buku Te-We karya Gol A Gong ini mengajak pembacanya yang gemar ber-traveling/backpacking/jalan-jalan untuk mulai menuliskan pengalaman perjalanan mereka. Gol A Gong memberi contoh sederhana perjalanannya dan kerja kerasnya memaparkan kisahnya. Tulisan-tulisan tersebut bisa berupa feature yang non-fiksi dan dimuat di berbagai majalah dan koran, ataupun berbentuk fiksi yang ia kemas menjadi sebuah buku. Intinya, bertualang sembari menulis akan memberi warna yang berbeda pada perjalanan Anda, karena Anda dituntut untuk lebih jeli terhadap lingkungan sekitar guna mendapatkan sudut pandang yang tepat untuk disajikan ke hadapan pembaca. Elok Dyah Messwati, Wartawan Harian Kompas/Penulis buku Backpacking Hemat ke Australia, Pendiri Komunitas Backpacker Dunia"
©2018 GoogleSite Terms of ServicePrivacyDevelopersArtistsAbout Google|Location: United StatesLanguage: English (United States)
By purchasing this item, you are transacting with Google Payments and agreeing to the Google Payments Terms of Service and Privacy Notice.