Sintesis Senyawa Osimertinib Teriodinasi Terkonjugasi Peptida (PDC) sebagai Kandidat Agen Terapi Kanker Paru Tipe NSCLC

· · · ·
· Penerbit NEM
Ebook
95
Pages

About this ebook

Kanker paru sampai saat ini tetap menjadi penyebab kematian terbanyak bagi penderitanya bukan hanya di Indonesia bahkan di dunia berdasarkan data daya yang di-release Globocon 2020. Penyebab utama dari besarnya angka kematian akibat kanker paru adalah karena seringnya pasien terdeteksi pada stadium akhir di mana sel kanker sudah mengalami metastatis sehingga pengobatan menjadi kurang efektif dan efisien dan tentunya akan lebih kompleks. Hal lainnya adalah terbatasnya jenis terapi dan mahalnya biaya diagnosa biomarker dan pengobatan kanker paru utamanya di Indonesia.

Kami mengembangkan PDC (peptide-drug conjugate) yang uraian mendetail tentang sintesisnya dijabarkan dalam monograf ini. PDC terbukti dapat memperbaiki farmakokinetik dari senyawa sitotoksik (obat) dan meminimalkan efek sampingnya sehingga dapat menjadi sebagai agen terapi baru bagi penderita kanker paru. PDC saat ini sedang berkembang di dunia kesehatan terutama untuk tujuan diagnosa dan terapi penyakit, yang diadopsi dari ADC (antibody-drug conjugate) yang beberapa di antaranya telah mendapatkan approval dari FDA (Food and Drug Administration) sebagai lembaga resmi di Amerika Serikat. Dalam monograf ini kami menguraikan metode sintesis cRGD-Osimertinib conjugate sebagai bentuk PDC. Osimertinib sebagai drug generasi ketiga yang telah mendapatkan approval dari FDA sejak 2022 untuk mengobati kanker paru tipe NSCLC dan cRGD merupakan salah satu homing peptide yang dapat menjadi pembawa beberapa molekul obat maupun radionuklida dan sudah terbukti mampu terakumulasi di kanker sebagai organ target diagnosa maupun terapi. Buku ini tersaji dalam lima bab, yaitu pendahuluan (bab 1), diikuti tentang uraian kanker paru di bab 2, penjelasan tentang peptide-drug conjugate (PDC) terurai di bab 3, sedangkan metode sintesis Osimertinib teriodinasi, linker, dan cRGDfK dijelaskan secara terperinci di bab 4 termasuk hasil analisisnya dengan menggunakan ESI-MS dan H-NMR, dan terakhir bab 5 berisi kesimpulan.

Minimnya monograf ataupun buku ajar yang menjelaskan tentang metode sintesis senyawa kimia obat maupun non-obat yang ditulis oleh peneliti Indonesia mendorong kami menulis monograf ini. Sehingga dengan diterbitkannya monograf ini diharapkan dapat menjadi motivasi positif bagi mahasiswa maupun insan peneliti Indonesia dalam mengembangkan senyawa-senyawa kandidat agen diagnosa dan terapi penyakit dalam rangka membantu program pemerintah mewujudkan kemandirian industri obat dan alat kesehatan di Indonesia. Semoga monograf ini bermanfaat untuk kemaslahatan kita semua.

About the author

apt. Nurmaya Effendi, S.Si., M.Sc., Ph.D., lahir di Sabah, Malaysia pada 4 September 1982. Sejak 2006 penulis bergabung sebagai dosen di Fakultas Farmasi, Universitas Muslim Indonesia, salah satu Universitas terakreditasi unggul di Kota Makassar. Penulis menempuh pendidikan tinggi mulai dari S-1 di Program Studi Ilmu Farmasi (2000-2004) dan Profesi Apoteker (2004-2005) di Universitas Hasanuddin, pascasarjana di Universitas Gadjah Mada (UGM) dengan Konsentrasi Penjaminan Kualitas Obat dan Makanan (2009-2011), dan meraih gelar Ph.D. dari Kanazawa University dalam bidang Pengembangan dan Pengujian Sediaan Radiofarmaka untuk diagnosa dan terapi kanker (2014-2017). Penulis menjabat sebagai asisten profesor di Institute for Frontier Science Initiative, Kanazawa University, Japan (2018-2021). Penulis mendapatkan hibah penelitian baik nasional maupun internasional di antaranya Hibah Kakenhi dari Pemerintah Jepang skim Grant-in-Aid for Early-Career Scientists dan hibah PDKN-DRTPM sebagai Principal Investigator (PI). Beberapa karya tulis ilmiah penulis telah dimuat dalam berbagai jurnal internasional bereputasi maupun jurnal nasional terakreditasi SINTA. Jalin kerja sama dengan penulis via surel nurmaya82@gmail.com.

Aminah, S.Farm., M.Sc., lahir di Sorong, 27 Oktober 1987. Saat ini penulis tinggal di Moncongloe, Kabuaten Maros, Sulawesi Selatan. Pendidikan tinggi ditempuh mulai dari S-1 di Fakultas Farmasi Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar (lulus 2009), pascasarjana di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta dengan magister sains dan teknologi (lulus 2015). Aktivitas penulis saat ini selain mengajar pada jenjang sarjana di Fakultas Farmasi UMI, juga aktif di pengurusan KAHMI Rayon UMI Periode 2022-2026, serta pengurus di MASIKA ICMI Provinsi Sulawesi Selatan periode 2022-2026. Jalin kerja sama dengan penulis via surel aminah.aminah@umi.ac.id.

Dr.rer.nat. Rien Ritawidya, S.Si., M.Farm., lahir di Jakarta, 29 Desember 1982. Sejak 2006 penulis bergabung sebagai salah satu peneliti aktif di BATAN, saat ini bernama Pusat Riset Teknologi Radioisotop, Radiofarmaka, dan Biodosimetri (PRTRRB-BRIN). Penulis menyelesaikan pendidikan S-1 di Jurusan Kimia (2005) di Universitas Indonesia, pascasarjana di Universitas yang sama di Fakultas Farmasi (2012), dan pendidikan doktoral penulis selesaikan di Universität Leipzig, Jerman (2020). Pengembangan radiofarmaka sebagai agen diagnosa dan terapi kanker adalah bidang yang digeluti penulis saat ini. Di tahun 2022, penulis dipercayakan sebagai salah satu penerima dana RIIM-BRIN-LPDP dan PDKN-DRTPM. Beberapa hasil penelitian penulis telah dipatenkan dan karya tulis ilmiah penulis telah dimuat dalam berbagai jurnal internasional bereputasi maupun jurnal nasional terakreditasi SINTA. Jalin kerja sama dengan penulis via surel rien001@brin.go.id.

apt. Faradiba, S.Si., M.Si., Ph.D., lahir di Makassar, 31 Juli 1976. Saat ini penulis tinggal di Makassar, Sulawesi Selatan. Pendidikan tinggi ditempuh mulai dari S-1 dan Apoteker serta Magister Farrmasi di Universitas Hasanuddin dengan tahun kelulusan berturut-turut 1999, 2000, dan 2007. Penulis meraih gelar Ph.D di Universitas Kanazawa Jepang Bidang Farmasi Bahan alam (lulus 2017). Aktivitas penulis sebagai dosen aktif di bidang pengembangan dan isolasi senyawa bahan alam yang potensial dalam pengobatan. Saat ini menjabat sebagai Wakil Dekan 1 (2022-2026) di Fakultas Farmasi UMI. Jalin kerja sama dengan penulis via surel faradiba.faradiba@umi.ac.id.

apt. Dewi Yuliana, S.Si., M.Farm., Ph.D., lahir di Watansoppeng, 27 Juli 1981. Saat ini penulis tinggal di Makassar, Sulawesi Selatan. Sebagai salah satu staf pengajar di Universitas Muslim Indonesia (2006-sekarang). Menempuh jenjang Pendidikan Studi Ilmu Farmasi (2000-2004) dan Profesi Apoteker (2004-2005) di Universitas Hasanuddin, pascasarjana di Universitas Airlangga (UNAIR) dengan Konsentrasi Biomedik (2009-2011), dan meraih gelar Ph.D. di dalam bidang cancer medicine di Laboratorium Molecular Cell Signaling Cancer Research Institute Kanazawa University (2014-2021). Penulis saat ini menjabat sebagai Ketua Program Studi S1 FF-UMI. Selain mengajar pada jenjang sarjana di Fakultas Farmasi dan program Pascasarjana Farmasi Universitas Muslim Indonesia (UMI), penulis juga aktif dalam melakukan kajian di bidang pemodelan molekul, dan kajian farmasi klinik. Jalin kerja sama dengan penulis via surel dewi.yuliana@umi.ac.id.

Rate this ebook

Tell us what you think.

Reading information

Smartphones and tablets
Install the Google Play Books app for Android and iPad/iPhone. It syncs automatically with your account and allows you to read online or offline wherever you are.
Laptops and computers
You can listen to audiobooks purchased on Google Play using your computer's web browser.
eReaders and other devices
To read on e-ink devices like Kobo eReaders, you'll need to download a file and transfer it to your device. Follow the detailed Help Center instructions to transfer the files to supported eReaders.