Islamic Hypnoparenting: Mendidik Anak Masa Kini ala Rasulullah

42
Free sample

Mungkin selama ini kita sering membentak, memaksa, membohongi, atau memarahi anak dengan alasan sayang anak. Namun, parahnya justru hal-hal negatif itu masuk di pikiran bawah sadar anak. Padahal pikiran bawah sadar merupakan memori jangka panjang dan apa pun yang disimpan dalam pikiran bawah sadarnya akan menjadi tingkah laku seorang anak kelak.

Buku ini mengulas bagaimana menjadi orangtua yang bisa memahami dunia dan karakter anak-anaknya dengan metode hipnosis. Melalui metode hypnoparenting yang islami, anak dibimbing untuk selalu berada di jalur yang benar sesuai ajaran Rasulullah. Dilengkapi kisah-kisah keluarga dan sahabat Rasulullah yang bisa dicontoh untuk mendidik anak masa kini.


-KawanPustaka-

#BulanMencekamBukune
#BulanMencekam2017

Read more
Collapse
4.7
42 total
Loading...

Additional Information

Publisher
Kawan Pustaka
Read more
Collapse
Published on
Jul 1, 2014
Read more
Collapse
Pages
216
Read more
Collapse
ISBN
9789797575823
Read more
Collapse
Read more
Collapse
Best For
Read more
Collapse
Language
Indonesian
Read more
Collapse
Genres
Family & Relationships / Parenting / General
Read more
Collapse
Content Protection
This content is DRM protected.
Read more
Collapse

Reading information

Smartphones and Tablets

Install the Google Play Books app for Android and iPad/iPhone. It syncs automatically with your account and allows you to read online or offline wherever you are.

Laptops and Computers

You can read books purchased on Google Play using your computer's web browser.

eReaders and other devices

To read on e-ink devices like the Sony eReader or Barnes & Noble Nook, you'll need to download a file and transfer it to your device. Please follow the detailed Help center instructions to transfer the files to supported eReaders.
Parenting adalah (salah satu) ?profesi? terpenting di planet bumi! Anehnya, banyak orang menganggapnya sebagai sesuatu yang bisa dikerjakan secara sambil lalu, alamiah, tanpa merasa perlu belajar. Seakan-akan ini semacam pekerjaan remeh-temeh yang bisa dilakukan sekadarnya dan tanpa memerlukan pemikiran dan tindakan yang serius. Tidak mengherankan apabila sekarang kita menghadapi berbagai persoalan yang serius tentang anak-anak kita. Bukankah saban hari kita disodori berita-berita ?menyeramkan?seputar anak-anak di sekitar kita-dari perkelahian antar-pelajar, kekurangajaran sikap, permesuman, hingga tindak kriminalitas.

Padahal, seperti halnya ?profesi? penting lainnya----sebutlah dokter, bankir, insinyur, manajer, petani, dll---menjadi orangtua memerlukan pengetahuan, bahkan pengetahuan yang serba ada dan serba bisa. Betapa tidak, orangtua kadang-kadang mesti berperan sebagai manajer, psikolog, guru, teman curhat, juga asisten serbabisa dan juru bayar! Maka, tentu saja, menjadi orangtua tidak sesederhana yang dibayangkan oleh kebanyakan orang.

Penulis buku ini ingin berbagi pengalaman dan pengetahuan tentang bagaimana menghadapi anak, bukan hanya sebagai objek yang hendak diarahkan sesuai dengan cita-cita dan keinginan orangtua, melainkan sebagai subjek yang memiliki perasaan, pemikiran, dan kesadaran yang unik dan berpotensi luar biasa. Yang dikehendaki, tentunya, adalah anak-anak yang dapat mengeksplorasi kemampuan dan potensinya secara optimal; anak yang bahagia dan membahagiakan bagi dirinya sendiri, orangtua, sesama insan, sesama makhluk, dan Penciptanya. [Mizan, Kaifa, Family, Inspirasi, Indonesia]
"Menjadi pribadi yang kompetitif dan berdaya saing". Tagline semacam itu belakangan sering kita dengar sebagai visi misi dari berbagai lembaga pendidikan, mulai dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Persoalannya, benarkah demikian? 

Hasil pengamatan J. Sumardianta dan Dhitta Puti Sarasvati yang telah mengajar selama puluhan tahun, justru menunjukkan hal berbeda. Tujuan pendidikan yang mendewakan kompetisi justru menimbulkan beberapa ketimpangan. Misalnya saja fokus pada gagasan besar tapi miskin detail, senang pamer hal yang terlihat "keren", memilih pekerjaan karena tuntutan sosial, dan menyusun materi belajar berdasar konten bukan konteks.
Sistem pendidikan sesungguhnya berbeda dengan evolusi alam, yang terkuatlah yang bertahan dan menang. Pemenang bukanlah sosok yang berada di peringkat teratas. Namun, bagaimana ide dan kerja kerasnya bisa bersinergi dengan lingkungan sekitarnya. Bangsa pemenang tidak diisi oleh manusia-manusia yang memonopoli pengetahuan, tetapi manusia-manusia yang kasmaran belajar. 

Buku ini memaparkan berbagai eksperimen pembelajaran yang bisa diaplikasikan di lingkup keluarga, sekolah, hingga lingkungan masyarakat. Kita akan diajak menyelami makna dari sekolah berbasis welas asih (compassionate), mencoba metode kerucut pembelajaran, berlatih dengan cermin sosial, memiliki multiple intellegence, memahami pentingnya kerja sama interdisipliner, hingga upaya-upaya untuk mengubah konflik menjadi peluang.

"Inspiratif dan membangkitkan semangat!"
-Andy F. Noya, Host "Kick Andy"

"Temukan ide-ide baru untuk menghadapi tantangan dalam mendidik, baik di sekolah, rumah, maupun masyarakat dalam buku ini."
-Itje Chodidjah, pakar pendidikan

"J. Sumardianta dan Dhitta Puti Sarasvati adalah orang-orang kreatif yang selalu mencari cara dan pendekatan baru dalam mengajar. Orisinal dan segar!"
-Satria Dharma, Dewan Pembina Ikatan Guru Indonesia

[Mizan, Bentang Pustaka, Parenting, Anak, Muda, Keluarga, Indonesia]

©2019 GoogleSite Terms of ServicePrivacyDevelopersArtistsAbout Google|Location: United StatesLanguage: English (United States)
By purchasing this item, you are transacting with Google Payments and agreeing to the Google Payments Terms of Service and Privacy Notice.