Kutuntun Kau Jadi Pelita: Perjuangan Inspiratif Para Bunda Tokoh Pengubah Dunia

VisiMedia
1
Free sample

Tidak akan ada yang menyangka bahwa pada usia tujuh tahun, Thomas Alva Edison, seorang penemu paling produktif dalam sejarah Amerika dikeluarkan dari sekolah karena dianggap “kacau” dan tidak layak untuk bersekolah dalam waktu yang lama. Sejak saat itu, sang bunda bertekad untuk mendidik sendiri anaknya hingga berhasil menggali bakat Thomas terhadap pengetahuan. Ada pula kisah Rose Kennedy yang berkat ketegasan dan kedisiplinannya berhasil melahirkan tokoh-tokoh besar, termasuk salah satunya Presiden ke-35 Amerika Serikat, John F. Kennedy, serta masih banyak kisah para bunda dari tokoh-tokoh besar lainnya.



-VisiMedia-

#PromoHariKartini2018VisiMedia

Read more
4.0
1 total
Loading...

Additional Information

Publisher
VisiMedia
Read more
Published on
Jun 18, 2014
Read more
Pages
172
Read more
ISBN
9789790652132
Read more
Read more
Best For
Read more
Language
Indonesian
Read more
Genres
Family & Relationships / Parenting / General
Read more
Content Protection
This content is DRM protected.
Read more

Reading information

Smartphones and Tablets

Install the Google Play Books app for Android and iPad/iPhone. It syncs automatically with your account and allows you to read online or offline wherever you are.

Laptops and Computers

You can read books purchased on Google Play using your computer's web browser.

eReaders and other devices

To read on e-ink devices like the Sony eReader or Barnes & Noble Nook, you'll need to download a file and transfer it to your device. Please follow the detailed Help center instructions to transfer the files to supported eReaders.
Parenting adalah (salah satu) ?profesi? terpenting di planet bumi! Anehnya, banyak orang menganggapnya sebagai sesuatu yang bisa dikerjakan secara sambil lalu, alamiah, tanpa merasa perlu belajar. Seakan-akan ini semacam pekerjaan remeh-temeh yang bisa dilakukan sekadarnya dan tanpa memerlukan pemikiran dan tindakan yang serius. Tidak mengherankan apabila sekarang kita menghadapi berbagai persoalan yang serius tentang anak-anak kita. Bukankah saban hari kita disodori berita-berita ?menyeramkan?seputar anak-anak di sekitar kita-dari perkelahian antar-pelajar, kekurangajaran sikap, permesuman, hingga tindak kriminalitas.

Padahal, seperti halnya ?profesi? penting lainnya----sebutlah dokter, bankir, insinyur, manajer, petani, dll---menjadi orangtua memerlukan pengetahuan, bahkan pengetahuan yang serba ada dan serba bisa. Betapa tidak, orangtua kadang-kadang mesti berperan sebagai manajer, psikolog, guru, teman curhat, juga asisten serbabisa dan juru bayar! Maka, tentu saja, menjadi orangtua tidak sesederhana yang dibayangkan oleh kebanyakan orang.

Penulis buku ini ingin berbagi pengalaman dan pengetahuan tentang bagaimana menghadapi anak, bukan hanya sebagai objek yang hendak diarahkan sesuai dengan cita-cita dan keinginan orangtua, melainkan sebagai subjek yang memiliki perasaan, pemikiran, dan kesadaran yang unik dan berpotensi luar biasa. Yang dikehendaki, tentunya, adalah anak-anak yang dapat mengeksplorasi kemampuan dan potensinya secara optimal; anak yang bahagia dan membahagiakan bagi dirinya sendiri, orangtua, sesama insan, sesama makhluk, dan Penciptanya. [Mizan, Kaifa, Family, Inspirasi, Indonesia]
"Menjadi pribadi yang kompetitif dan berdaya saing". Tagline semacam itu belakangan sering kita dengar sebagai visi misi dari berbagai lembaga pendidikan, mulai dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Persoalannya, benarkah demikian? 

Hasil pengamatan J. Sumardianta dan Dhitta Puti Sarasvati yang telah mengajar selama puluhan tahun, justru menunjukkan hal berbeda. Tujuan pendidikan yang mendewakan kompetisi justru menimbulkan beberapa ketimpangan. Misalnya saja fokus pada gagasan besar tapi miskin detail, senang pamer hal yang terlihat "keren", memilih pekerjaan karena tuntutan sosial, dan menyusun materi belajar berdasar konten bukan konteks.
Sistem pendidikan sesungguhnya berbeda dengan evolusi alam, yang terkuatlah yang bertahan dan menang. Pemenang bukanlah sosok yang berada di peringkat teratas. Namun, bagaimana ide dan kerja kerasnya bisa bersinergi dengan lingkungan sekitarnya. Bangsa pemenang tidak diisi oleh manusia-manusia yang memonopoli pengetahuan, tetapi manusia-manusia yang kasmaran belajar. 

Buku ini memaparkan berbagai eksperimen pembelajaran yang bisa diaplikasikan di lingkup keluarga, sekolah, hingga lingkungan masyarakat. Kita akan diajak menyelami makna dari sekolah berbasis welas asih (compassionate), mencoba metode kerucut pembelajaran, berlatih dengan cermin sosial, memiliki multiple intellegence, memahami pentingnya kerja sama interdisipliner, hingga upaya-upaya untuk mengubah konflik menjadi peluang.

"Inspiratif dan membangkitkan semangat!"
-Andy F. Noya, Host "Kick Andy"

"Temukan ide-ide baru untuk menghadapi tantangan dalam mendidik, baik di sekolah, rumah, maupun masyarakat dalam buku ini."
-Itje Chodidjah, pakar pendidikan

"J. Sumardianta dan Dhitta Puti Sarasvati adalah orang-orang kreatif yang selalu mencari cara dan pendekatan baru dalam mengajar. Orisinal dan segar!"
-Satria Dharma, Dewan Pembina Ikatan Guru Indonesia

[Mizan, Bentang Pustaka, Parenting, Anak, Muda, Keluarga, Indonesia]

Bagaimana bisa membentuk sebuah keluarga yang bahagia dan kekal, kalau perselingkuhan mengintai keharmonisan keluarga? Buku ini tidak mengupas masalah perselingkuhan dan juga bukan buku ilmiah. Buku ini merupakan sharing pengalaman dalam menjaga keharmonisan rumah tangga, lebih khususnya bagaimana membuat suami sayang, cinta, dan setia pada istrinya hingga dipisahkan maut. Buku ini berisi tips yang bisa dilakukan para istri untuk membuat kehidupan rumah tangga makin intim dan bahagia.

Buku ini memaparkan hal-hal yang bisa membuat suami semakin jatuh cinta pada istri, mulai dari menjaga penampilan yang memukau, memanjakan lidah dengan hidangan nikmat, sampai aktif dan kreatif di ranjang. Khusus untuk hal terakhir, itu masalah yang sangat penting. Bila tidak disikapi dengan baik, akan menjadi masalah besar, bahkan bisa berujung pada perceraian. Buku ini lebih banyak berbagi mengenai antisipasi agar hal buruk itu tidak terjadi. Misalnya, ngobrol soal urusan ranjang, bukan cuma 'kebutuhan' suami, istri pun punya hak yang sama untuk mengutarakan 'keinginan' pada suaminya. Di dalam ikatan pernikahan dan komunikasi yang baik, bukan hal yang tabu bila pihak istri yangberinisiatif untuk 'mengajak', tidak harus menunggu 'ajakan' suami.

Superwife: Resep Rahasia Menjadi Istri Idaman merupakan bacaan wajib para istri. Namun, akan sangat baik bila para suami juga ikut membacanya. Intinya, para istri menginginkan suami yang setia yang memiliki komitmen menjaga ikatan pernikahan dan membentuk keluarga yang harmonis, bahagia, dan kekal (hanya maut yang memisahkan).


-Tangga Pustaka-

©2018 GoogleSite Terms of ServicePrivacyDevelopersArtistsAbout Google|Location: United StatesLanguage: English (United States)
By purchasing this item, you are transacting with Google Payments and agreeing to the Google Payments Terms of Service and Privacy Notice.