E-Faktur: Mudah dan Cepat Penggunaan Faktur Pajak secara Online

VisiMedia
3
Free sample

Dr. Nufransa Wira Sakti saat ini bekerja di Direktorat Jenderal Pajak sebagai Chief of Change Management Officerpada Central Transformation Office di Kementerian Keuangan. Pendidikan sarjananya diselesaikan di STMIK Gunadarma, sedangkan pendidikan strata dua (S2) dari Yokohama National University di Jepang dan strata tiga (S3) dari Niigata University, Jepang. Aktif menulis di beberapa media, seperti Berita Pajak, Indonesia Tax Review, dan Harian Kontan. Penulis juga menulis beberapa buku, yaitu Belajar Sendiri Membuat SQL Plus, Buku Pintar Pajak E-Commerce, dan Panduan Praktis Mengurus Pajak secara Online. Asrul Hidayat, S.E., bekerja di Direktorat Transformasi Proses Bisnis, Direktorat Jenderal Pajak. Pendidikan perpajakan diperolehnya dengan menamatkan program Diploma Perpajakan di SEkolah TInggi Akuntansi Negara. Penulis memperoleh gelar sarjana ekonomi dari Universitas Indonesia. Penulis aktif menulis kajian perpajakan yang dimuat di beberapa jurnal. 


-VisiMedia-

Read more
Collapse
3.7
3 total
Loading...

Additional Information

Publisher
VisiMedia
Read more
Collapse
Published on
Jan 1, 2016
Read more
Collapse
Pages
272
Read more
Collapse
ISBN
9789790652613
Read more
Collapse
Read more
Collapse
Best For
Read more
Collapse
Language
Indonesian
Read more
Collapse
Genres
Business & Economics / Personal Finance / Taxation
Business & Economics / Taxation / Corporate
Law / Taxation
Read more
Collapse
Content Protection
This content is DRM protected.
Read more
Collapse

Reading information

Smartphones and Tablets

Install the Google Play Books app for Android and iPad/iPhone. It syncs automatically with your account and allows you to read online or offline wherever you are.

Laptops and Computers

You can read books purchased on Google Play using your computer's web browser.

eReaders and other devices

To read on e-ink devices like the Sony eReader or Barnes & Noble Nook, you'll need to download a file and transfer it to your device. Please follow the detailed Help center instructions to transfer the files to supported eReaders.
Merupakan Chapter Pertama, yaitu Perpajakan di Indonesia, dari buku ""E-Faktur; Mudah dan Cepat Penggunaan Faktur Pajak secara Online."

Sejak pertengahan tahun 2015, Direktorat Jenderal Pajak telah memperkenalkan Faktur Pajak secara elektronik atau yang dikenal dengan nama e-Faktur. E-Faktur adalah Faktur Pajak yang dibuat melalui aplikasi atau sistem elektronik yang ditentukan dan/atau disediakan oleh Direktorat Jenderal Pajak. Perbedaan e-Faktur dengan Faktur Pajak kertas, yaitu pada kemudahan, kenyamanan, dan keamanan pengusaha kena pajak (PKP) dalam melaporkan faktur pajaknya. Dengan format aplikasi atau sistem elektronik, e-Faktur bisa meminimalisasi kasus penggunaan Faktur Pajak fiktif dan duplikasi Faktur Pajak. Tercatat pada 2014, ada sekitar 57 kasus penggunaan Faktur Pajak fiktif yang artinya pihak pembeli mendapatkan kerugian karena pajak yang telah dibayarkan tidak disetorkan kepada negara oleh pihak penjual atau penyedia barang/jasa. E-Faktur dapat menjamin validitas dua belah pihak yang melakukan transaksi. Selain itu, PKP tidak perlu membuang waktu dan biaya hanya untuk melaporkan Faktur Pajak.

Namun, konsep e-Faktur yang masih baru menyebabkan masyarakat mengalami kesulitan mengisinya. Buku ini membahas tata cara penggunaan e-Faktur secara efektif. Mulai gambaran secara umum tentang aspek perpajakan, pajak pertambahan nilai (PPN) dan kewajiban sebagai PKP, pelaporan SPT masa PPN, hal-hal yang terkait Faktur Pajak, hingga tahapan-tahapan dalam pembuatan faktur secara elektronik (e-Faktur). Dengan bahasa yang mudah dipahami dan penjabaran tahap demi tahap pengisian e-Faktur yang jelas, buku ini bisa digunakan oleh PKP, akademisi, dan masyarakat umum yang ingin lebih tahu tentang e-Faktur. Dengan menggunakan buku ini, Anda akan semakin mudah mengisi e-Faktur.

-VisimediaPustaka-"

Buku ini diberi judul Hukum Pajak di Indonesia: Suatu Pengantar Ilmu Hukum Terapan di Bidang Perpajakan bertujuan untuk memberikan gambaran bahwa hukum pajak itu merupakan hukum yang bersifat cross border law dan multidisipliner sehingga dalam menjelaskan kedudukan dan memahami maksud dari ketentuan hukum yang terkandung dalam peraturan perundang-undangan perpajakan harus mengaitkannya dengan bidang hukum lain sebagai satu kesatuan dalam sistem tata hukum nasional dan dengan melalui pendekatan ilmu administrasi dan akuntasi. Keterkaitan ilmu hukum dengan ilmu admininistrasi perpajakan, ilmu akuntansi, keuangan, dan ilmu hukum lainnya merupakan keniscayaan, agar dalam penerapannya menjadi sederhana dan efektif. Penerapan ilmu administrasi, akuntansi, dan ilmu keuangan dilakukan untuk melakukan penelitian dan analisa terhadap keberadan objek pajak berikut potensinya. Sementara, penerapan ilmu hukum umum lainnya, tidak dilakukan secara serta merta ke dalam hukum pajak, melainkan dengan melakukan penyesuaian dan modifikasi dengan berbagai cara seperti dengan memberikan pengertian, batasan, perluasan, dan pengecualian tersendiri terkait dengan subjek, objek, dan akibat hukum pajak yang sekaligus menjadikan hal- hal tersebut sebagai kekhususan yang berlaku dalam ilmu hukum pajak. Kekhususan tersebut bertujuan untuk menciptakan kesesuaian dengan orientasi ilmu hukum pajak yaitu untuk menjalankan fungsi utamanya yaitu fungsi budgeter dan reguler. Dalam konteks ini, ilmu hukum pajak mempunyai dua aspek, yaitu aspek hukum administrasi perpajakan dan ilmu hukum pajak itu sendiri. Aspek hukum administrasi perpajakan merupakan seperangkat peraturan hukum yang mengatur dan mengikat tentang bagaimana cara melaksanakan hak dan kewajiban administrasi perpajakan bagi Wajib Pajak dan fiskus beserta hubungan timbal balik keduanya terkait pelaksanaan tugas, kewenangan dan tanggung jawab masing-masing dalam rangka merealisasikan target penerimaan negara dari sektor pajak (realisasi fungsi budgeter). Adapun aspek hukum pajak merupakan seperangkat hukum pajak materiel dan hukum pajak formil yang mengatur dan memberikan hak-hak hukum bagi wajib pajak maupun fiskus sehingga tercipta perlindungan hukum dan keadilan di bidang perpajakan (fungsi reguler).

Buku Persembahan Penerbit PrenadaMediaGroup


Merupakan Chapter Pertama, yaitu Mudah dan Cepat Mengurus Pajak secara Online, dari buku ""Panduan Praktis Mengurus Pajak Secara Online; Daftar, Bayar, Lapor.""

Saat ini, pemenuhan kewajiban pajak bisa dilakukan secara online. Berbagai kemudahan dapat diterima Wajib Pajak (WP), antara lain proses yang lebih cepat karena bisa online 24 jam dan bisa dilakukan di mana saja, sehingga tidak harus antre di kantor pelayanan pajak. Selain itu, data yang diterima oleh Ditjen Pajak menjadi lebih akurat dan terjamin validitasnya karena dimasukkan sendiri oleh WP. Sistem online tersebut juga bersifat user friendly, yakni WP dibimbing secara bertahap dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang disediakan secara online. Tanpa disadari, WP telah mengisi SPT secara otomatis.

Data Ditjen Pajak menunjukkan bahwa pemenuhan kewajiban pajak secara online merupakan metode yang praktis. Buktinya, dari lima puluh ribuan WP yang melaporkan SPT secara online pada tahun sebelumnya menjadi satu juta WP pada tahun 2014. Semakin banyak WP yang mengurus kewajiban pajak secara online, akan semakin baik administrasi data WP. Buku ini menjabarkan dengan jelas mengenai pemenuhan kewajiban perpajakan secara online. Menjadi lebih lengkap karena disertai dengan tahapan, tutorial, contoh kasus, dan perhitungan agar pembaca mudah memahami dan mengaplikasikannya. Buku ini dapat dijadikan referensi bagi praktisi, akademisi, dan masyarakat pada umumnya. Tunggu apalagi, segera daftar (e-Registration), bayar (e-Payment), dan lapor (e-Filing) pajak Anda secara online, sekarang juga!

-VisimediaPustaka-"

©2018 GoogleSite Terms of ServicePrivacyDevelopersArtistsAbout Google|Location: United StatesLanguage: English (United States)
By purchasing this item, you are transacting with Google Payments and agreeing to the Google Payments Terms of Service and Privacy Notice.